by

Sosialisasi Pencegahan Covid-19, MUI dan FKUB Lobar Minta Masyarakat Taat Kata Pemerintah

Lombok Barat, SuaraGiriMenang.com – Sosialisasi pencegahan covid-19 yang dilakukan oleh satgas bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI), Forum Kerukunan aumat Beragama (FKUB) dan Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Lombok Barat melakukan edukasi pencegahan dan penanganan wabah Corona pada Jumat 24 April 2020 di ruang kantor camat Kuripan. 

Hadir sebagai narasumber Tgh subki sasaki, Tgh M Taisir Al-Azhar,Dr.TghMS Udin dan Sekretaris Majelis Ulama Indonesia Lombok Barat H. Marliadi. Sementara hadir sebagai undangan  camat Kuripan, perwakilan tokoh agama,masyarakat,pemuda ,takmir masjid,perangkat desa dan lainya. Kegiatan ini bertujuan memberikan edukasi kepada masyarakat pentingnya menaati himbauan pemerintah dalam putusan ataupun maklumat yang sudah dikeluarkan oleh Bupati Lombok Barat selaku ketua gugus tugas penanganan covid-19 dan Majelis Ulama Indonesia Lombok Barat.

Sosialisasi tersebut berisi tentang bahaya,pencegahan,penanganan dan pelaksanaan  standar protokoler kesehatan seperti sosial distanching ( menghindari kerumunan), menggunakan masker,cuci tangan dan menjaga kebersihan.

Menurut TGH subki sasaki. Saat ini acuan yang paling benar yang harus di ikuti adalah pemerintah. Karena ulama dan pemerintah sudah sepakat berdasarkan kajian agama, berdasarkan literasi Alquran ,hadist dan ijtimaq ulama serta mengacu pada kemaslahatan berbangsa dan bernegara.

“Selain kita taat kepada Allah, Rosul, kita juga diwajibkan untuk taat kepada Ulil Amri atau pemimpin. Sehingga keputusan apapun yang dibuat harus kita patuhi. termasuk untuk sementara waktu meniadakan sholat Jumat sebagai bentuk antisipasi dan ikhtiar kita untuk terhindar dari Corona” Tegasnya.

Sementara itu Tgh Taisir dalam edukasi singkatnya  menyampaikan, situasi darurat saat ini, membolehkan sesuatu yang terlarang dilakukan dalam keadaan normal, karena hal tersebut juga berdasarkan kaidah fiqih para ulama . Artinya meninggalkan sesuatu yang membahayakan lebih di utamakan,terlebih penyebaran virus ini kata beliau berada disekitar kita,  karena itu salah satu cara memutus virus yang sangat berbahaya tersebut dengan mengurangi perkumpulan (sosial distanching) sesuai anjuran pemerintah.

 ” Mari kita dengarkan kata MUI dan ulil Amri, termasuk himbauan untuk tidak melaksanakan sholat Jumat dan tarawih di masjid” jelasnya.

Dengan edukasi ini. Majelis Ulama Indonesia Lombok Barat menghimbau untuk kembali kepada Allah SWT. Meningkatkan iman kepada Allah ,meningkatkan kebersihan ,menjaga lingkunhan,rajin berwudhu dan melaksanakan sholat lima waktu masing masing dengan keluarga inti.  sikap inilah yang harus dikembangkan karena wabah ini memberikan peringatan kepada kita semua untuk kembali kepada Allah.

Disisi lain, sekretaris Majelis Ulama Indonesia Lombok Barat,H Marliadi menyampaikan,dengan adanya wabah ini menjadi pelajaran besar, karena salah satu alasan sebagian masyarakat tidak tarawih dirumah yakni mereka tidak bisa sendiri karena keterbatasan ilmu. hal ini merupakan tugas bersama para tokoh agama untuk lebih maksimal dalam menyampaikan ilmu agama kedepanya.  Marliadi menambahkan tim gugus tugas ini memberikan edukasi yang sama di setiap kecamatan terkait pencegahan dan penanganan Covid-19 diwilayah Lombok Barat.

Dalam kesimpulannya satuan gugus tugas bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI) Lombok Barat,Forum Kerukunan Umat Beragama(FKUB) dan Komite Nasional Pemuda Indonesia memberikan penegasan terhadap beberapa hal yang menjadi maklumat diantaranya . Untuk sementara waktu meniadakan sholat Jumat di masjid dan diganti dengan melaksanakan sholat dirumah, meniadakan sholat tarawih di masjid dan diganti dengan sholat dirumah ,boleh melakukan tadarus Alquran dengan tetap menjaga jarak menjaga kesehatan dan tetap bertaqwa kepada Allah SWT.  (Abd)

News Feed