by

Bersama Melawan Corona, Pemda Lobar Libatkan para Tuan Guru

Lombok Barat, SuaraGiriMenang.com – Kasus Covid-19 yang terus meningkat di Kabupaten Lombok Barat akhir akhir ini, membuat Tim Gugus Tugas melakukan berbagai upaya pencegahan. Salah satunya mengadakan silaturrahmi dan sosialisasi dengan tokoh agama ( Para Tuan Guru) se-Lombok Barat yang berlangsung di Posko penanganan CoViD 19 ,Bencingah Lombok Barat Rabu,06/02020.

Hadir Bupati Lombok Barat,Ketua DPRD Lombok barat,Kapolres Lombok Barat,Dandim 1606,Wakapolres Mataram,Kajari Mataram,Sekda Lombok Barat dan sejumlah Tuan Guru yang ada di Lombok Barat.

Dalam penyampaiannya Bupati Lombok Barat. H.Fauzan Khalid mengatakan untuk pencegahan dibutuhkan peran semua pihak termasuk para Tuan Guru untuk memberikan edukasi kepada Masyarakat.

Menurut Bupati, kesepakatan terkait bahaya dan fatwa Corona ini hampir berlaku sama di seluruh Dunia. Ia menyebutkan hingga saat ini semua organisasi Islam Dunia dan Nasional, termasuk universitas Al-Azhar, Negara Arab Saudi dan semua Negara Islam bahkan Indonesia memberikan pandangan yang sama.

“Sampai hari ini semua organisasi Islam baik di tingkat Dunia,Nasional, lokal Nusa Tenggara Barat bahkan Lombok Barat bersama dengan MUI,perangkat Kepolisian ,TNI dan lainya memberikan Fatwa yang sama terkait pencegahan covid-19 ini” kata Bupati.

Fauzan mengajak kepada seluruh Tuan Guru yang hadir untuk menyampaikanya kepada masyarakat terkait pencegahannCovid-19 . Selain itu ia juga menyampaikan kekhawatirannya terkait dengan hal yang tidak inginkan seperti di blacklistnya jamaah haji asal Indonesia bila Covid-19 tidak selesai.

” Tiang kira kalau para Tuan Guru pasti punya pandangan yang sama. Namun tolong hal niki disampaikam kepada masyarakat . Mari kita semua untuk sama sama terlibat dalam pencegahan Corona niki. Hal lain bila sampai musim haji tiba nanti dan misalnya indonesia masih belum bisa bebas dari Corona, bisa jadi jamaah haji kita akan di blacklist. Dan kalau Sudh seperti itu. Apakah kita tidak termasuk orang yang berkontribusi bagi jemaah yg di blacklist tersebut? Karena itu mari sampaikan kepada masyarakat untuk mengikuti himbauan pemerintah agar Covid-19 cepat berlalu” Pinta Bupati.

Disisi lain lanjut Bupati, bila Covid-19 ini terus berlanjut, tidak menutup kemungkinan akan menyebabkan banyak Kriminalitas terjadi, sementara aparat TNI dan Polri di Lombok Barat terbatas.

Sementara itu, Kapolres Lobar AKBP Bagus Satriyo Wibowo. Dalam kesempatan tersebut menegaskan,dalam pencegahan harus mulai dari diri sendiri dan kemudian menularkan ke orang lain. Selain itu membutuhkan keterlibatan para Tuan Guru untuk memberikan pemahaman kepada Masyarakat sangat penting dan dibutuhkan saat ini.

“saya minta tolong kepada Para Tuan Guru untuk menyadarkan masyarakatnya , karena menurut saya proses hukum bukan satu satunya solusi atau jalan keluar untuk bisa menciptakansituasi yg maksimal dalam upaya mencegah vovid-19 ini” Tegas Kapolres

Ia mengingatkan hukum tetap akan menjadi pilihan apabila masyarakat tidak mengindahkan langkah langkah yg dilakukan.

“Covid-19 ini sudah pandemi,berbahaya . Nah ketika anjuran pemerintah dilanggar dan tidak ditaati Itu bisa termasuk katagori Provokator upaya provokasi,dan pasti kami akan tindak”. Jelasnya.

Selanjutnya Kajari Mataram,Yusuf nenambahkan, terkait dengan kondisi Covid-19 saat ini. Yusuf menghimbau para Tuan Guru untuk mengingatkan para jamaahnya agar tidak melakukan tindakan yang sudah dibatasi oleh pemerintah seperti ketentuan sosial distanching ( pembatasan sosial). Hal tersebut juga dilakukan kepada para tahanan sebagai langkah pencegahan covid-19.

“Saat ini kami juga sudah membatasi lapas, kemudian sementara tidak menerima langsung tahanan tahap kedua, kami lakukan sosial distanching (pembatasan sosial) jgn sampai ada virus bawaan”tutur Kajari Mataram. (Abd)

News Feed