Ketua Dewan Akui, Data JPS Mantap Lobar Tahap Pertama Masih Semerawut

Lombok Barat, SuaraGiriMenang.com – Sejumlah data penerima Jaring Pengaman Sosial (JPS) Mantap Lombok Barat. Akhir akhir ini menuai protes dari beberapa pihak. Hal tersebut terkait dengan berbagai kekurangan yang ditemukan.

Dalam acara silaturrahmi dan sosialisasi Covid-19 di Bencingah Lombok Barat 07/05/2020. Ketua DPRD Lombok Barat Hj. Nurhidayah menjawab pertanyaan Kepala Desa Merembu, H.Muhazab Hanafi. Terkait dengan persoalan data “Mengapa Data JPS yang turun ke Desa banyak yg tidak sesuai, banyak yg meninggal masih ada namanya,ada yang sudah dapat di program lain masih ada namanya dan tidak merata? ” Tanya Muhazab.

Nurhidayah menjelaskan, kesemerawutan data tersebut memang diakui, namun hal itu semata mata untuk mempercepat distribusi bantuan ke masyarakat yang membutuhkan akibat Covid-19.

“Kita sudah di kejar waktu untuk masyarakat kita yang ada dibawah. Dengan kondisi hari ini banyak yang di PHK, banyak usaha usaha yang tutup, banyak kerjaan yang tidak terlaksana membuat ekonomi semakin memburuk” . Ujarnya

Selain itu, Hj. Hidayah menjelaskan memang persiapan data dalam waktu hanya 2 bulan tentu banyak yang tidak singkron dan memuaskan.

“Dari hasil koordinasi kami bersama Bupati. Kita sepakat untuk mengeluarkan bantuan tahap pertama ini. Jika ada protes terkait data, jika ada kesalahan data kita akan perbaiki di tahap kedua. Kami akui memang di data sekarang ini banyak yang namanya double, penerima yang sudah meninggal, yang mampu, pendamping PKH dan persoalan lain” ujarnya.

Sementara itu, besaran bantuan yang diberikan kepada warga menurutnya tidak sebesar pemerintah pusat atau provinsi namun menyesuaikan kemampuan daerah.

“Kalau Pusat mampu memberikan BLT Rp.600.000, nah kalau Provinsi JPS Gemilang termasuk kita Lombok Barat hanya mampu memberikan sembako dengan nilai Rp.250.000 itupun sudah kita hitung matang sesuai dengan kemampuan Daerah” sambungnya.

Baca Juga:  Aklamasi, H. Suherman Pimpin Kembali KONI Lombok Barat 2020-2024

Untuk bantuan yang akan digelontorkan ke Masyarakat sambung Hj. Hidayah, kurang lebih sebanyak 7 program seperti NTB gemilang, PKH, JPS, BLT dari Kemensos bantuan perluasan sembako dan lainya. dan hingga saat ini pendataan sedang dilakukan oleh Dinas sosial.

Dalam kesempatan tersebut, tidak lupa juga politisi Gerindra itu menyampaikan kepada para Tuan Guru, untuk bersama melakukan pencegahan Corona.

“Kami meminta dengan sangat agar kita bersama bergerak bergotong royong mencegah CoViD -19. Itu intinya. Kami percaya bahwa para tuan guru adalah tokoh yang di dengar oleh masyarakat kita yang ada dibawah.

Terkait dengan himbauan pemerintah, sholat Jumat diganti dengan sholat Zuhur dirumah dan sholat tarawih untuk dikerjakan dirumah”. Pintanya. (Abd)