Pemda Lobar Khawatirkan Kepulangan PMI Mandiri yang Tidak Tercatat

Lombok Barat, SuaraGiriMenang.com – Rencana kepulangan 501 Pekerja Migran Indonesia (PMI) ke Lombok Barat di atensi serius oleh Tim Gugus Tugas pencegahan dan penanganan Covid-19 Lombok Barat. Tempat penampungan dan pemusatan karantinapun akan dipersiapkan. hal tersebut terungkap dalam Rapat koordinasi terbatas di Hotel aruna senggi sabtu, 16 mei 2020.

Rapat yang dipimpin oleh Sekda Lombok Barat H. Baehaqi tersebut membahas antisipasi kepulangan ratusan PMI yang sudah selesai masa kontraknya dan dipastikan akan kembali ke Lombok Barat secara berangsur dari mei hingga juni nanti. Menurutnya Tim sudah menyiapkan tempat penampungan dan karantina.

“Tempat pemusatan karantina akan disiapkan, yakni Gor Mini dengan daya tampung 40 hingga 60 orang dan di PPLP bisa menampung sebanyak 60 orang termasuk kelengkapan sarana dan prasarana Air bersih dan lainnya kita siapkan” Jelas sekda.

Hal senada juga disampaikan Kapolres Lombok Barat AKBP Bagus Satriyo Wibowo. Menurutnya sarana dan prasarana harus diperhatikan. “Penyediaan fasilitas tempat karantina yang lebih nyaman sebagai apresiasi pemerintah daerah atas kerjasama masyarakat yang sudah patuh terhadap protokoler penanganan covid-19”, tuturnya.

Sementara disisi lain, yang menjadi kekhawatiran, menurut Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Lombok Barat Hendrayadi adalah, Pekerja Migran Indonesia (PMI) mandiri yang belum pasti informasi dan mekanisme kepulanganya.

“yang mengkhawatirkan adalah PMI Mandiri yang tidak tercatat dan belum diketahui jadwal dan tidak ada data kepulangannya“, kata Hendrayadi.

Selain itu, Kepala Bidang Darat Dinas Perhubungan Lombok Barat Faturrahman menyampaikan. Dinas Perhubungan Lombok Barat sudah menyiapkan personil di Pelabuhan Lembar dengan 3 ship yang terdiri dari 5 orang per shipnya. Dengan mekanisme yang sudah disiapkan termasuk kesiapan tenaga Medis.

Baca Juga:  Ganjar Pranowo Talkshow Santai Bersama Bupati Fauzan Bahas Pemuda dan Potensi Lobar

“Seluruh penumpang atau manifes baik PMI maupun non PMI diangkut ke tempat screening test di Becingah untuk dilakukan pemeriksaan, selain itu kita juga minta kesiapan tenaga medis ditempat screening, jangan sampai tidak ada ditempat, kemudian disuruh ke puskesmas, sehingga terjadi kekecewaan dan para penumpang seperti merasa dipimpong”, jelas Faturrahman.

Selanjutnya Bupati Lombok Barat. H Fauzan Khalid dalam kesempatan tersebut memberikan apresiasi sekaligus semangat dan masukan kepada Tim Gugus Tugas Covid-19 Lombok Barat dalam upaya pencegahan dan penanganan agar lebih maksimal.

“Saya sangat mengapresiasi hasil kerja suluruh Tim Gugus Tugas Covid-19 ini, hanya saja harus lebih meningkatkan koordinasi dengan melibatkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang terlibat dalam Gugus Tugas”, pinta Bupati. (Abd)