by

New Normal, Lobar Tunggu Tren Menurun

Lombok Barat, SuaraGiriMenang.com – Tawaran New Normal (normal baru) di beberapa Daerah di Indonesia menjadi pertimbangan, termasuk wilayah Kabupaten Lombok Barat.

Tren kasus wabah Covid-19 di Lombok Barat masih mengalami peningkatan. Hingga hari Selasa, 2 Juni 2020 update Orang Tanpa Gejala (OTG) berjumlah 1.734 orang, Orang Dalam Pemantauan (ODP) sebanyak 902 orang, Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 271 orang. Sementara untuk yang positif berjumlah 133 orang, dengan jumlah sembuh 51 orang dan meninggal dunia 1 orang.

Sementara itu, Sekda Kabupaten Lombok Barat H. Baehaqi saat mengecek kondisi wisata Gunung Sasak saat Lebaran Topat Minggu,31/05/2020 mengatakan, salah satu syarat suatu wilayah untuk bisa menerapkan new Normal adalah menurunnya tren kasus covid-19.

“Untuk wilayah Lombok Barat sendiri masih mengalami peningkatan dan kita belum membahas new Normal. Kita berharap bahwa bulan ini adalah puncaknya dan setelah itu mulai menurun , sehingga kita mulai menyiapkan new Normal”. Jelasnya.

Menurut Baehaqi, yang tidak kalah pentingnya untuk dikhawatirkan dan diantisipasi adalah bila terjadi second wave(gelombang kedua) . Karena itu Pemda tidak terburu buru menerapkan new Normal. Di sisi lain, nantinya bila akan diterapkan hal new Normal, yang paling penting untuk diterapkan dengan baik menurutnya adalah Prilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dan kedisiplinan dalam menjalankan standar protokoler kesehatan covid-19.

” Yang paling penting menurut saya bila new Normal diterapkan yakni pelaksanaan PHBS dan pelaksanaan Protap ksehatan Covid-19″ tegas Baehaqi. Tegasnya

Selain itu Sekda menyinggung pertumbuhan ekonomi yang terus anjlok memberikan dampak multiflayer effect terhadap semua sektor , diantaranya sektor jasa,tenaga kerja, non formal, termasuk pariwisata. Bila banyak perusahaan yang tutup maka pengangguran akan meningkat . Dan bila meningkat maka pendapatan masyarakat akan berkurang dan pintu kemiskinan akan menganga lebar.

“Ini adalah efek makro apabila covid-19 ini tidak selesai dan terus meningkat. Karena itu semua pihak harus melaksanakan standar protokoler agar CoviD ini cepat berlalu”.

Sementara terkait sosialisasi pencegahan menurut Sekda sudah dilakukan dengan baik . Melibatkan semua pihak, melalui tokoh , Kades, Aparatur sipil, TNI Polri semua bergerak secara masiv. Namun bila ada yang belum faham itu hanya sebagain kecil saja. Sekda menegaskan. Acuan yang paling pokok untuk menerapkan new Normal adalah menurunnya tren setelah itu baru kemudian dilakukan penguatan pemahaman terkait pencegahan dan melaksanakannya dengan kompak. (abd)

News Feed