by

Tahun ini 520 Calon Jamaah Haji Lobar Batal Berangkat

-Nasional-447 Views

Lombok Barat. SuaraGiriMenang.com – Sebanyak 520 calon jamah haji (CJH) dan pendamping haji Lombok Barat (Lobar) dipastikan batal berangkat tahun ini. Menyusul keluarnya keputusan Menteri Agama Republik Indonesia untuk tidak mengirimkan jamaah haji tengah pandemi corona. Menyusul Surat keputusan Menteri Agama Nomor 494 Tahun 2020 tetang pembatalan keberangkatan jamaah haji tahun 1441 hijriah atau 2020 masehi itu keluar, kemarin. Mengingat dampak wabah covid-19 yang melanda hampir seluruh dunia, termasuk negara Arab Saudi.

“Tadi siang sebelum zuhur sudah dilaksanakan konfrensipers oleh Menteri Agama, dengan berbagai pertimbangan,” ungkap Kepala Kemenag Lobar, H Jaelani yang dikonfirmasi di ruang kerjanya, kemarin.
Diakuinya terdapat sekitar 520 jamaah haji yang di Lobar yang sudah melunasi biaya haji batal berangkat. Jumlah itu termasuk pendamping haji daerah (PHD) ditambah 5 pendamping kloter, baik dari kemenag maupun Kementerian kesehatan (Kemenkes).
“Kita tidak mengetahui pemerintah Saudi akan membuka atau tidak,” ungkapnya.

Pihaknya akan segara menindaklanjuti Keputusan Menteri Agama itu dengan menyampaikan kepada seluruh Kantor Urusan Agama (KUA) di Lobar. Agar bisa menyampaikan kepada seluruh CJH di masing-masing kecamatan. “Kita juga akan tembuskan kepada pemerindah daerah,” sambungnya. Para CJH yang batal berangkay tahun ini akan diberangkatkan pada tahun depannya. Jika pihak pemerintah Arab Saudi sudah membuka kembali penyelengaraan ibadah jadi. Sedangkan bagi Jamaah yang masuk kursi tunggu pada 2021 akan diundur keberangkatannya pada tahun berikutnya.”Jadi secara otomatis jamaah haji yang kursi berangkat tahun ini akan dipanggil lagi untuk tahun depan. Kalau sudah melunasi tentun tidak perlu melunasi lagi (biaya) tahun depan, nanti disesuaikan ongkos hajinya dengan tahun depan,” paparnya.

Menurutnya, ada beberapa pertimbangan Kemenag pusat terpaksa membatalkan pelaksanaan ibadah haji tahun ini. Diantaranya karena hingga 1 Juni pemerintah Arab Saudi belum membuka akses pelayanan ibadah haji ditengah pandemi corona. Padahal jadwal keberangkatan kloter pertama haji pada 25 Juni. Sehingga dinilai akan mepet waktu jika pun nantinya Arab Saudi membukanya pada pertengahan Juni ini.“Sudah diprediksi oleh Kementerian, Karena dengan sisa waktu 24 hari itu dirasa akan sulit mempersiapkan,” jelasnya.

Kemudian berkaitan dengan keselamatan para jamaah haji, ditengah ancaman wabah covid-19. Terlebih dalam undang-undang penyelengaraan haji sudah dijelaskan tiga peran kementerian agama. Salah satunya perlindungan jamaah haji. Baik ketika berada di embarkasi (Pemberangkatan) maupun debarkasi (pemulangan). Bahkan diperjalanan haji harus mendapat perlindungan yang layak.“Berkaitan dengan terjadinya wabah pandemi covid-19 yang hampir seluruh negara di dunia ini terjadi. Itu menjadi salah satu pertimbangan utama,” pungkasnya. Kini pihaknya hanya bisa berharap wabah pandemi corona ini bisa segera usai. Serta penyelengaraan ibadah haji bisa dibuka kembali. (Her)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed