by

Butuh Satu Syarat Lagi, Lobar Bisa Terapkan New Normal

Lombok Barat, SuaraGiriMenang.com – Lombok Barat yang masih berada di Kabupaten Kota kedua setelah Mataram dengan paparan covid-19 terbanyak melakukan langkah transisi menuju New Normal. Tinggal satu syarat yang harus dipenuhi. Demikian dikatakan Sekda Lombok Barat H. Baehaqi saat memberikan pemaparan terkait evaluasi dan kondisi Lombok Barat dalam acara silaturrahmi dan Halah Bihalal bersama tim satgas Covid-19 di Bencingah Agung Lombok Barat. Minggu, (07/05/2020)

Sesuai dengan Dasar Hukum keputusan Menteri Dalam Negeri no 440 – 830 tahun 2020 tentang pedoman tatanan Normal Baru Produktif dan Corona Virus Disease 2019 bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dilingkungan Kementrian Dalam Negeri dan Pemerintah Daerah kemudian syarat edaran menteri Kesehatan nomor Ek/02.011/Menkes/335/2020/ Tgl 20 Mei 2020 tentang protokol Pencegahan Penularan Covid-19 yang ditempat kerja sektor jasa dan perdagangan (Area Publik) dalam mendukung keberlangsungan usaha dan Dasar Hukum ketiga yang tertuang dalam Surat Edaran MENPAN dan RB no 58 tahun 2020 tentang sistem kerja pegawai ASN dalam Tatanan Normal Baru (New Normal).

Berdasarkan hal tersebut, Sekretaris Daerah Lombok Barat H. Baehaqi menjelaskan, syarat kebijakan untuk menuju New Normal dirangkum dalam tiga aspek. Pertama melihat kondisi Epidemiologis yakni kondisi dengan indikator diantaranya, kasus jumlah penderita positif selama setidaknya 14 hari, kemudian jumlah ODP dan PDP selama setidaknya 14 hari, selanjutnya jumlah kematian yang dimakamkan dengan standar protokoler kesehatan selama setidaknya 14 hari dan panularan langsung covid-19 pada petugas kesehatan. Dari semua indikator tersebut Lombok Barat memperoleh penilaian total 85. Sehingga berada di zona kuning. Sementara Mendagri memberikan standar zona aman atau hijau yakni dengan nilai diatas 95.

Selanjutnya indikator yang kedua kata H. Baehaqi, kemampuan Daerah dalam penanganan covid-19 dimana Mendagri memberikan standar sedang, Namun dalam indikator ini Lombok Barat mendapatkan nilai tinggi. Dan indikator yang ketiga adalah kemampuan Daerah dalam penelusuran kontak dimana standar dari Mendagri adalah sedang dan Lombok Barat berhasil berada diposisi sedang.

“Tinggal selangkah lagi, tinggal satu persyaratan lagi Lombok Barat bisa melaksanakan New Normal. Yakni meningkatkankan standar kondisi Epidemiologis itu, dari kuning menuju hijau” terang Sekda.

Selain itu, sekda menjelaskan untuk memenuhi standar dan syarat tersebut yang tidak kalah pentingnya adalah penerapan PHBS dan Standar Protokol Kesehatan dalam segala aktifitas Masyarakat.

Sementara dalam kesempatan yang sama Ketua DPRD Lombok Barat Hj. Nurhidayah menyampaikan, Menuju New Normal Lombok Barat masih harus memenuhi kriteria yang diminta oleh pemerintah pusat. Karena itu menurutnya Tim Gugus Tugas perlu untuk menerapkan strategi dan langkah langkah baru selama dua bulan kedepan sehingga Covid-19 tidak semakin menyebar.

“Saya berharap semoga penyebaran Covid-19 di Lobar bulan depan mulai turun dengan landai. Karena itu perlu dimaksimalkan lagi sosialisasi dan edukasi penerapan protokol kesehatan dalam aktifitas masyarakat,” jelasnya.

Dari 102 Daerah di Indonesia yang masuk dalam pelaksanaan New Normal. Hingga saat ini di Nusa Tenggara Barat belum ada satupun kabupaten kota yang masuk dalam zona hijau dan memenuhi kriteria New Normal. Termasuk pula Daerah yang sedikit penularan covidnya seperti Bima, Kota Bima dan Dompu.

Hingga saat ini data perkembangan kasus Covid-19 yang ada di Lombok Barat menunjukkan masih belum mengalami penurunan, dimana Orang Tanpa gejala (OTG) 2.007 orang, Orang Dalam Pemantauan (ODP) 1.045 orang, Pasien Dalam Pengawasan (PDP) 293 orang, sementara yang positif 160 orang, meninggal 4 orang dan sembuh 56 orang. (Abd)

News Feed