by

Bupati Lobar Kukuhkan Pengurus Bale Mediasi Kabupaten Lombok Barat Masa Jabatan 2020-2025

Lombok Barat, SuaraGiriMenang.com – Bupati Kabupaten Lombok Barat, H. Fauzan Khalid megukuhkan sekaligus melantik pengurus Bale Mediasi Kabupaten Lombok Barat masa jabatan 2020-2015 Diaula Kantor Bupati Lombok Barat, 18/6/2020.

Pengukuhan yang berlangsung kamis pagi tersebut dihadiri oleh Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (forkopimda) Kabpaten Lmbok Barat, pengurus bale mediasi provisi NTB kapolres lombok barat, ketua pengadilan Negeri mataram, Kejaksaan Negeri mataram dan Pengurus Bale Mediasi Kabupaten Lombok Barat.

Ketua Bale Mediasi Provinsi Nusa Tenggara Barat, H Lalu Mariyun mengucapkan terimakasih kepada Bupati Lombok Barat yang berkenan mengukuhkan pengurus bale mediasi kabupaten lombok barat.

“Tentunya atas nama bale mediasi provinsi NTB saya ucapkan terimakasih kepada bapak Bupati yang telah berkenan melantik sekaligus mengukuhkan kepengurusan baru bale mediasi Lombok barat yang baru saja kita sama-sama saksikan” tuturnya. “Sebenarnya yang paling pertama merespon bale mediasi ditingkat kabupaten adalah lombok barat dan diikuti launching bale mediasi lombok barat tepatnya 8 Januari lalu dilaksanakan di Desa sigerongan kecamatan lingsar,” Tambahnya.

Usai lounching bale mediasi di Desa sigerongan beberapa waktu lalau, H. Lalu Mariyun berharap dibentuknya pengurus bale mediasi ditingkat desa atau kelurahan.

“Memang diharapakan pada saat itu dibentuk bale-bale mediasi di tingkat desa dan kelurahan. Harapan kita setelah pengukuhan ini untuk segera langsung eksis, pada dasarnya kasus-kasus yang terjadi di masyarakat itu sudah dan masih akan berlangsung,” harapnya.

Mantan ketua pengadilan Tinggi NTB itu meminta kepada msyarakat agar permasalahan yang ada didesa perlu adanya medias dan tidak mesti harus dibawa ke pengadilan.

“kalau sudah eksis spertii tu kedepan warga masyarakat gak perlu ke pengadilan, selesaikan di desa melalui mediasi desa atau kelurahan” katanya. “Dibale mediasi itu memfasilitasi sengekta yang ada diantara warga untuk menyelesaikan persoalan mereka dengan cara damai. Kalau mereka sepakat menyelesaikan perdamaian, tuangkan itu dalam bentuk tertulis yang di tanda tangani oleh pihak mediator” tuturnya. Yang paling penting adalah tali silaturahim antara yang bersengketa tetap terjalin dengan baik” jelasnya.

H. Lalu Mariyun juga menjelasakan kasus yang sudah diselesaikan bale mediasi provinsi NTB dan juga yang terkait dengan covid-19.

“Bale mediasi Provinsi NTB sudah menyelesaikan sengekta Desa Bajur dengan warga karang genteng, dan Yang terkait covid-19, tidak ada sampai saat ini mudah-mudahan tidak secara khusus” jelasnya.

Pada kesempatan yang sama Bupati Lombok Barat, H. Fauzan Khalid dalam sambtannya memberikan apreasiasi kepada pengurus bale mediasi kabupaten Lombok barat Setelah melauching Bale Mediasi pada tanggal 8 januari lalu di Desa Sigerongan langsung oleh Gubernur Nusa Tenggara Barat.

“Yang menarik di bale mediasi ini adalah dilakukan penandatangan hasil perdamaian, hasil dari tim mediasi, padahal yang berkonflik itu masyarakat dari dua dusun yang berasal dari dua desa, Alhamdulillah bisa didamaikan dan itu tidak melibatkan perorangan tetapi masyarakat banyak dari dusun yang berbeda” katanya. “Belum bekerja atau belum dikukuhkan alhamdulillah sudah menunjukan hasil” Tambahnya.

Fauzan Kahlid berharap bale mediasi kabupaten Lombok barat memiliki peran yang lebih besar dalam mengawal konflik masyarakat.

“Dan kita berharap ini mudah-mudahan nantinya kemudian memiliki peran yang lebih besar dalam ikut mendamaikan masyarakat kita” ujarnya.

Selanjutnya dalam kesempatan tersebut Fauzan menyampaikan permohonan maaf kepada ketua bale mediasi provinsi NTB.

“Launching pertama di Desa sigerogan kabupaten Lombok barat tetapi pengukuhan pengurus mediasi di tingkat kabupaten kita kedua setelah lombok timur, awalnya kita merencanakan bulan maret tapi karena covid-19 akhirnya pengukuhan ini ditunda, tapi alhamdulillah hari ini kita berkumpul bersilaturahim untuk melantik bapak ibu sekalian. Seluruh anggota bale mediasi kabupaten lombok barat ini hampir semuanya mantan camat, mantan kades, itu artinya mereka sudah berpengalaman berhubungan dengan masyarakat, memediasi apapun yang terjadi di masyarakat termasuk menyelesaikan konflik-konflik yang ada di masyarakat” tambahnya.

Usai pelantikan ini Fauzan meminta kepada pengurus bale mediasi memaksimalkan fungsi dan tugas bale mediasi, ia mengatakan mendamaikan orang itu adalah ibadah.

“Bagaimana sekarang kita memaksimalkan peran fungsi tugas kita dibale mediasi ini dan dalam agama mendamaikan orang itu ibadah yang luar biasa apalagi kemudian tidak bisa dilanjutkan ke persidangan formal karena persidangan formal itu melelahkan, membosankan dan menghabiskan materi yang kita miliki, nah ini yang harus bapak ibu stop itu dengan cara memediasi masyarakat kita yang berkonflik” jelasnya. “Selamat saya sampaikan, mudah-mudahan berkah dan bisa memberikan hal yang luar biasa bagi Lombok barat” tutup Bupat. (Hrs)

News Feed