by

Dimasa Pandemi, angka HIV AIDS di Lombok Barat menurun

Lombok Barat. SuaraGiriMenang.com – Perkembangan HIV AIDS di Lombok Barat menurun sejak terjadinya wabah pandemic covid-19. Bedasarkan laporan sekertaris KPA Lombok barat pada rapat Pokja 1 penanggulangan HIV/AIDS menemukan kasus HIV AIDS terbaru mencapai 3 kasus hingga bulan Juni 2020, pada tahun sebelumnya, 2019 ditemukan kasus HIV Aids sebanyak 22 di Lombok Barat dan 19 kasus di kota Mataram.

Sekertaris Komisi Penanggulangan Aids (KPA) Kabupaten Lombok barat H. Junaidi mengatakan, penurunan kasus HIV Aids disebabkan karena cafe dan tempat hiburan di Lombok barat tutup selama pandemic covid-1
“Angka tahun ini menurun dibandingkan tahun sebelumnya, ini di sebabkan karena cafe-cafe dan tempat hiburan di Lombok Barat tutup selama covid-19 ini”

terangnya dalam laporan rapat Pokja 1 penanggulangan HIV AIDS di Lombok barat. Sementara itu data kumulatif kasus HIV AIDS berdasarkan kabupaten kota di provinsi NTB tahun 1992-2019, Lombok Barat berada di urutan ketiga dengan 195 kasus HIV dan 152 kasus AIDS, di urutan pertama, kota Mataram tertinggi dengan 338 kasus HIV dan 228 AIDS diurutan kedua disusul kabupaten Lombok timur dengan 161 kasus HIV dan 168 kasus AIDS.

Penurunan kasus HIV AIDS pada masa pandemi covid-19 ini menjadi hal yang positif bagi KPA Lombok barat. Pada rapat perencanaan kegiatan Pokja 1 bidang pencegahan, promosi dan pemberdayaan masyarakat tersebut, pihaknya akan terus menekan angkak kasus HIV AIDS di Lombok barat.
“Rencana kedepan kita perbanyak penyuluhan tentang HIV AIDS, karena masyarakat masih sedikit yang paham tentang apa itu HIV AIDS, kita akan terus tekan angka HIV AIDS ini, terlebih dengan di rumahkan nya para pekerja cafe dan tempat hiburan”

Meski demikian perkembangan penyebaran virus HIV AID tetap terjadi berdasarkan beberapa segmen. berdasarkan profesi yang paling tinggi adalah karyawan swasta mencapai 43 %, berdasarkan umur yang paing rentan porsentasenya adalah umur 21- 30 tahun, berdasarkan faktor resiko sebanyak 69 heteroseksual, ibu hamil dan calon pengantin. untuk ibu hamil sendiri Lombok barat sudah melakukan pengecekan kepada 13.460 orang pada tahun 2019 dan yang positif sebanyak 12 orang. Sementara untuk pengantin baru, sudah dilakukan tes kepada 3574 pasangan dengan laki laki berjumlah 2227 orang perempuan 2284 orang dan terdeteksi positif HIV sebanyak 4 orang.

Diketahui, anggota Pokja 1 KPA Lombok barat yang hadir pada rapat tersebut terdiri dari staf ahli bupati bidang administrasi umum dan kesra selaku ketua tim suvervisi. kabid kesehatan masyarakat dikes lobar, selaku koordinator, Kasat Binmas Polres Lobar selaku wakil koordinator beserta anggota pokja yang terdiri dari OPD terkait seperti kabid lembaga desa dan kelurahan DPMD lobar, kabid informasi dan komunikasi publik diskominfotik lobar, kabid perencanaan pembangunan sosial dan budaya bappeda lobar, kabid perhubungan darat dihub lobar, kabid pelayanan pendaftaran penduduk dukcapil lobar, kabid p4 dinas P2KBP3A lobar, kabid UKM dinas koperasi lobar, kabid dinas perindag lobar, kabid pemberdayaan sosial dinsos lobar, ketua MUI lombok barat, ketua tim penggerak PKK lobar, Direktur radio suara giri menang, ketua IPJI lombok barat, ketua Dharma wanita persatuan lombok barat ketua GOW lombok barat, beserta kabid P2PL dinas kesehatan lombok barat selaku koordinator poka III. pada rapat tersebut, masing-masing OPD pokja I KPA Lombok Barat menyampaikan usulan rencana kegiatan penaggulangan HIV AIDS yang nantinya akan di laksanakan pada tahun 2021. (hrs)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed