by

Posyandu Remaja Efektif Kurangi ”Merarik Kodek”

Lombok Barat. SuaraGiriMenang.com – Posyandu remaja yang merupakan program Yes I Do ini eksis di Lombok Barat dengan sasaran remaja, dirasa efektif untuk mengurangi pernikahan usia dini yang terjadi di Kabupaten Lomok Barat. Hal tersebut terungkap dalam program talkshow “hallo lombok barat’’ yang berlangsung di Radio Suara Giri Menang Fm dengan tiga narumber yang di hadirkan yakni Muhamad Rey Dwi Pangestu yang merupakan Districk Coordinator Rutgers Yes ido Lombok Barat, Siti Nurkholida Fitra Kelompok Perlindungan Anak Desa (KPAD) Kediri, dan H. Sahruji Pimpinan Upt Blud Puskesmas Kediri pada kamis, 6 agustus 2020.

Talkshow yang berdurasi 60 menit tersebut menjelaskan tentang kegiatan posyandu remaja yang merupakan salah satu upaya kesehatan berbasis masyarakat ( remaja) untuk memantau kesehtan remaja dengan melibatkan remaja itu sendiri. Tak hanya itu posyandu remaja juga merupakan tempat untuk pemberikan informasi kesehatan maupun informasi penting lainya kepada remaja secara rutin setiap bulanya

Menurut Rey, Yes I Do hadir sejak 2016 lalu untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat hususnya remaja melalui pembentukan kader dan keterlibatan pemda dalam hal ini puskesmas sebgai wadah untuk mengedukasi remaja terkait dengan kesehatan mereka .

“ jadi yes I do sudah hadir sejak 2016 lalu dan program ini berlangsung selama lima tahun. Nah program ini mengintervensi terkait kesehatan remaja, seperti reproduksi, perkembangan psikologi remaja sehingga mereka dapat menikmati masa remajanya dengan wajar dan berprestasi” tutur Rey.

Sementara itu Nurkholida fitra sebagai kader menjelaskan, program posyandu remaja ini sangat bermanfaat untuk mereka, karena banyak hal yang bisa mereka dapatkan sesuai dengan tujuan dari posyandu remaja tersbut.

‘’di posyandu remaja ini mereka bisa mendapatkan pengetahuan tentang kesehatan reproduksi, kemudian bagaimana informasi terkait mempersiapkan diri menuju kehidupan dewasa, terus tentang pentingnya Pendidikan, mengetahui gaya hidup sehat dan bagaimana meningkatkan partisipasi aktif mereka dalam peningkatkan kesehatan dan lainya” jelasnya

Selain itu kata Fitra, program yang diterapkan tidak mengganggu jadwal sekolah mereka karena dapat ditentukan sesuai kesepakatan. Kegiatan rutin yang dilakukan dalam setiap pertemuan yakni pemeriksaan tumbuh kembang, pemeriksaan HB, golongan darah,penyampaian materi, konseling dan lainya.

Selain kader, pendampinganpun tetap dilakukan, salah satunya melibatkan puskesmas sebagai narasumber untuk mengisi kegiatan rutin posyandu. Terkair dengan hal tersebut Pimpinan Upt Blud Puskesmas Kediri H. Sahruji dalam talkshow tersebut menyampaikan,  hingga saat ini di kecamatan kediri ada dua posyandu remaja yang sudah eksis yang sekaligus sebagai pilot project agar bisa dikembangkan disetiap desa yakni desa kediri dan desa jagaraga indah.

Program ini menurutnya sangat efektif untuk menekan pernikahan usia dini atau merariq kodek

“ alhamdulillah berjalan selama lima tahun program ini sangat efektif untuk memberikan edukasi kepada remaja kita untuk tidak “merariq kodeq”. Ungkap sahruji dalam talhsow tersebut

Sahruji menambahkan, posyandu remaja ini sangat penting untuk dilanjutkan mengingat program yes I do akan berakhir tahun ini, ia berharap kader yang sudah di latih mampu melanjutkan estapet progam ini.

“saya berharap kepada kader yang sudah di bentuk untuk bisa melanjutkan kegiatan positif ini. Karena ini sangat bagus dan sangat terasa manfaatnya untuk remaja kita” pungkasnya

Di Lombok Barat program ini baru diterapkan di empat desa di tiga kecamatan. Desa kediri dan  jagaraga indah di kecamatan kediri, desa lembar selatan di kecamatan lembar dan desa sekotong timur di kecamatan sekotong. Berharap dengan berlangsungnya progam ini, remaja Lombok Barat hususnya diharapkan menjadi generasi yang berprestasi “Pernikahan dini no, prestasi yes”.

( Abd)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed