by

Pemkab Bangli Belajar Ke Lombok Barat Penanganan Corona

-Nasional-404 Views

Lombok Barat. Suaragirimenang.com – Sebanyak empat puluh (40) orang dari Pemerintah Kabupaten Bangli, Provinsi Bali melakukan Studi Tiru ke Lombok Barat (Lobar) selama tiga hari, 1-3 Oktober 2020. Rombongan dari Bagian Protokol, Kerjasama, dan Komunikasi Publik (PKKP) Kabupaten Bangli dan Radio Publik Kabupaten Bangli diterima Pemkab Lombok Barat di Ballroom 1 Hotel Aruna Senggigi, Jumat, (2/10).

40 orang rombongan dari Pemkab Bangli dipimpin oleh Asisten III Setda Bangli Ir. I Made Alit Parwata, M.Si., beberapa pejabat Eselon II, beberapa kepala bagian dan kepala sub-bagian lingkup Sekretariat Daerah Kab. Bangli, dari Radio Publik Kabupaten Bangli, dan beberapa awak media.

Sementara, dari Pemkab Lobar rombongan Studi Tiru ini diterima langsung Sekretaris Daerah Lobar, Dr H. Baehaqi didampingi Asisten III Setda H. Mahyudin, Asisten I H. Agus Gunawan, Kasat Pol PP Lobar Barat Baiq Yeni S. Ekawati, Kadis Kominfo Ahad Legiarto, dan Sekdisnya Rasidi Bragi, dari Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (ProKopi), Direktur Radio Suara Giri Menang Lalu Okto Muhur Sabdi, dan lain-lain.

Studi Tiru ini dalam rangka share pengetahuan penanganan Covid-19 di Kabupaten Bangli khususnya melalui peran media cetak dan elektronik sebagai penyalur informasi kepada masayarakat dengan Studi Tiru ke Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Lobar dan juga ke LPPL Radio Suara Giri Menang FM Kab. Lobar.

“Tujuan ke Lombok Barat adalah hasil rapat dari informasi yang kami dapat perkembangan Covid di Lombok Barat sudah menurun, itulah yang ingin kami tiru di sini, yang di Bangli trend-nya naik,” ujar Made Alit Parwata. Made Alit juga menyampaikan ingin mengetahui peran media dan radio sehingga informasi tentang Covid-19 bisa mengedukasi masyarakat di Lombok Barat.

“Terima kasih atas penyambutan yang luar biasa di tempat yang luar biasa di Senggigi,” ujar Made Alit.

Menanggapi itu, Sekda Baehaqi memaparkan secara rinci proses penanganan Covid-19 di Lobar sejak mulai terdengarnya kasus positif corona di Provinsi Nusa Tenggara Barat, pembentukan gugus tugas pencegahan dan penanganan Covid-19, realokasi dan refokus anggaran, upaya sosialisasi ke masyarakat hingga pemberian jaring pengaman sosial (JPS) untuk masyarakat.

Demikian juga, Baehaqi menyampaikan peran penting media yang bekerjasama ProKopi Lobar dalam penyebaran informasi kepada masyarakat terkait himbauan dan program pencegahan dan penanganan Covid-19.

“Tidak kalah penting juga peran media yang terus menyampaikan hal positif termasuk perkembangan Covid-19. Jumlah positif dan sembuh juga terus diberitakan,” ujar Sekda.

Pada kesempatan itu, Sekda menyampaikan tantangan yang dihadapi yang juga ditanggapi dihadapi serupa di Bangli.

 “Saya kira kita memiliki tantangan dan tentangan yang sama, khususnya saat menghimbau masyarakat untuk tidak beribadah,” ujar Baehaqi yang kemudian ditanggapi Made Alit bahwa di Bangli pun sama sehingga juga melibatkan Desa Adat melalui imbauan-imbauan. (And).

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed