by

Knpi Kecamatan Batu Layar Peringati Sumpah Pemuda Dengan Diskusi Cerdas

Lombok Barat. Suaragirimenang.com – Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Pengurus Kecamatan Batulayar merayakan hari sumpah pemuda dengan menggelar diskusi publik dengan Tema “Sinergitas Pemuda Dalam Membangun Pariwisata, Ekonomi, Dan Sosial” dimana pada diskusi tersebut dihadiri beberapa narasumber yakni Komisi III DPRD Provinsi NTB,Multazam. Ketua DPRD Kabupaten Lombok Barat, Hj. Nurhidayah. ┬áKomisi II DPRD Kabupaten Lombok Barat, Saeun serta Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Lombok Barat, H. Saiful Ahkam. Dan dihadiri oleh perwakilan beberapa lembaga tingkat kecamatan Batulayar seperti, Endri’s Foundation (EF), Asosiasi Pedagang Kaki Lima (APKLI), Generasi Peduli Anti Narkoba (GPAN), Himpun Mahasiswa Batulayar (HIMABA), Serta LSM KASTA NTB. Jumat, 30 Oktober 2020.

Acara tersebut diselenggarakan berdasarkan inisiasi daripada lembaga-lembaga yang ada dikecamatan batulayar dan diakomodir oleh PK KNPI Batulayar, dengan harapan persoalan-persoalan yang terjadi dikecamatan Batulayar. Menurut ketua KNPI Batulayar Zulfan, dengan digelarnya kegiatan ini semua persolan yang ada bias ditemukan solusinya.

Sementara dalam sambutannya zulfan menyampaikan bahwa diskusi ini harus sering dilaksanakan guna menambah wawasan para pemuda serta memberikan kesempatan kepada mereka untuk menyuarakan persoalan yang ada.

Menurut Kepada Dinas Pariwisata Kepala Dinas Pariwisata Lombok Barat, H.Saiful Ahkam berbicara pariwisata tidak cukup hanya dibebankan kepada pemerintah daerah, namun semua pihak terutama pemuda harus terlibat didalamnya.

Sementara Multazam, (Komisi III DPRD PROVINSI) Dalam kesempatan ini mengkritisi Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok Barat dalam hal kebijakan yang menurutnya belum sesuai dengan apa yang diberikan Sektor Pariwisata terhadap PAD LOMBOK BARAT, dari kurang lebih sekitar 70% PAD LOMBOK BARAT ini bersumber dari Pariwisata namun pembangunan serta pengembangan daerah wisata ini justru berkurang, menurutnya seharusnya dari total anggaran PAD yang bersumber dari PARIWSATA ini harus dikembalikan minimal 20% untuk mengembangkan daerah wisata dimaksud, baik dari segi infrastruktur ataupun Sumber Daya Manusia, ungkapnya.

Disisi lain Ketua DPRD Lombok Barat (Hj. Nurhudiyah) mengamini pendapat Multazam, bahwa daerah selain hanya mengambil PAD dari Pariwisata juga harus memikirkan pengembaliannya terhadap tempat-tempat wisata dimaksud, dibuktikan dengan di gelontorkannya anggaran di daerah senggigi ini sampai dengan nilai miliaran rupiah pada tahun ini, ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa untuk memulihkan kembali pariwisata ini banyak hal yang harus dan sangat perlu dilakukan, selain memperbaharui infrastruktur juga banyak hal yang harus dibenahi, diantaranya adalah masalah perahu nelayan,  masalah lampu jalan, masalah pedagang kaki lima yang masih kumuh, dan banyak lagi yag lain, tambahnya, sehingga untuk menyelesaikan persoalan ini harus melibatkan semua pihak, “pungkasnya”

Sementara Komisi II DPRD Lombok Barat, Saeun mengungkapkan untuk mengembalikan gairah pariwisata ini selain merubah infrastruktur juga harus merubah konsep pengembangan pariwisata senggigi dan bahkan tidak kalah penting juga yang perlu dirubah itu adalah mindset cara berfikir sehingga terbangun optimis dalam pengembangan pariwisata kedepannya.

Dalam diskusi tersebut beberapa perwakilan pemuda menyampaikan bahwa perlu ada konsep di kawasan wisata senggigi ini selain wisata alam juga harus ada wisata budaya yang ditampilkan kepada wisatawan sehingga nilai budaya kita bisa dikenal dikancah internasional, hal ini diungkapkan oleh ketua Himpunan Mahasiswa Batulayar (HIMABA).

Karyanto (Ketua APKLI Batulayar) menyampaikan Pemerintah daerah dalam membangun pariwisata juga jangan melupakan para pedagang Kaki Lima yang ada dikawasan wisata senggigi yang sering dianggap kumuh, baik oleh wisatawan ataupun pemerintah,”jangan hanya melihat kekumuhannya lalu kemudian mereka digusur”, ungkapnya, pemerintah harus melakukan langkah persuasip didalam mengatasi hal ini, “tambahnya”, dan tentu harus diberikan solusi agar kesan kumuh itu bisa dihilangkan sedangkan semua PKL ini harus di akomodir serta disejahterakan.

Ketua LSM KASTA NTB DPC Batulayar (Munajap) dalam hal ini menyampaikan apa yang pernah dilakukan Pemerintah daerah dalam upaya membangun sinergitas dengan pemuda serta masyarakat dalam hal Pariwisata, Ekonomi, dan Sosial ini sehingga apa yang menjadi hajat kita bersama dengan hastag ayo kembali ke senggigi ini bisa sukses terlaksana sesuai dengan harapan kita bersama, “ungkapnya”.

Ketua EF KECAMATAN BATULAYAR (Zulfan) dalam diskusi ini mengungkapkan bahwa, membangun Pariwisata itu tidak cukup dengan membangun infrastruktur saja namun harus dibarengi dengan langkah-langkah yang menyangkut sosial, karena untuk apa pariwisata ini maju namun tidak memiliki kontribusi terhadap kesenjangan sosial yang ada didaerah kecamatan batulayar secara umum dan dikawasan wisata senggigi khususnya, karena selama ini banyak persoalan-persoalan sosial yang belum terakomodir oleh pemerintah, dan ini harus menjadi pemikiran bersama, tandasnya.

Selain masalah kesenjangan sosial ada juga masalah baru yang muncul akibat pariwisata, yakni terkait dengan NARKOBA, hal ini disampaikan oleh perwakilan dari GPAN, ia mengungkapkan bahwa Lombok barat secara umum berada dizona merah, sesuai dengan data yang ada di BNN Provinsi, namun demikian Pemerintah Daerah tidak ada sedikitpun menggelontorkan anggaran tersebut untuk penanganan rehabilitas para pelaku-pelaku yang akan mencoba merubah kehidupannya ke arah yang lebih baik, ungkapnya.

Zulfan berharap, Semoga dengan dilaksanakannya  Diskusi Publik ini menjadi semakin menambah wawasan pemuda Batulayar serta menjadi wadah untuk menyampaikan aspirasi semua dengan harapan akan disuarakan langsung oleh para narasumber dalam rapat kedinasannya ataupun pada saat rapat parlemennya. ( ZL)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed