by

Kementerian Perdagangan RI Buka Pelatihan Bagi 100 UMKM di Lombok Barat

Lombok Barat. Suaragirimenang.com – ┬áKementerian Perdagangan (Kemendag) RI melalui Dirjen Perdagangan Dalam Negeri (PDN) membuka secara resmi pelatihan peningkatan kapasitas bagi 200 UMKM di Lombok Barat dan Lombok Tengah untuk peningkatan kapasitas dan sumber daya manusia (SDM) serta memperluas akses jaringan perdagangan di dalam negeri.

Ida Rustini, Direktur Pemasaran Dalam Negeri mengatakan kegiatan ini dilaksanakan serentak di dua kabupaten secara online dan offline. Untuk Kabupaten Lombok Tengah diikuti oleh 100 UMKM dengan pelatihan pengembangan teknis produk UMKM. Sementara di Lombok Barat pelatihan bimbingan teknis dengan ritel moderen serta pelatihan pemasaran secara offline dan online juga diikuti oleh 100 peserta UMKM.

Adapun tujuan dari pelatihan untuk meningkatkan pengentahuan dalam usaha pangan dan non pangan serta peningkatan daya saing UMKM, memberikan pemahaman pengetahuan tentang produk serta perbaikan kemasan serta kualitas daya saing produk di tingkat pasar.

Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Syailendra menambahkan pihaknya terus mendorong implementasi program pelatihan atau bimbingan teknis, pendampingan, dan pemasaran produk UKM. Peningkatan transaksi produk lokal menurutnya akan berdampak positif pada kinerja pertumbuhan ekonomi nasional.

“Kita tahu UMKM ini luar biasa 97 persen tenaga kerja diserap oleh UMKM dengan jumlah 133 juta orang. Bayangkan besarnya kekuatan UMKM,” katanya.

Syailendra berkomitmen untuk menaikkan kontribusi UMKM secara nasional.

“Kita semua berbicara UMKM namun kita lupa melihat kontribusi UMKM itu dinaikkan,” tambahnya.

Diketahui juga saat ini kontribusi UMKM terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) sebesar 60 persen namun dari total ekspor juga tidak terlalu banyak. Syailendra bangga kontribusi UMKM terhadap pendapatan masyarakat cukup luar biasa.

Menurutnya, ada tiga hal penting yang harus diberikan kepada UMKM. Pertama, menurutnya adalah UMKM diberikan pelatihan peningkatan kapasitas baik sisi produksi, kualitas SDM, UMKM maupun membuat produk sesuai dengan permintaan pasar.

“Kedua, UMKM itu butuh pasar maka kita carikan akses pasar. Pasar itu dlakukan secara offline dan online. Maka UMKM bisa memasarkan hasil produksinya sendiri termasuk memberikan ruang di hotel maupun di ritel-ritel modern,” katanya.

Syailendra menambahkan, ketiga, UMKM butuh dukungan akses pembiayaan karena UMKM itu tidak butuh ikan tapi kail.

“Maka kami bersama bank kerja sama untuk mempermudah para usaha kecil dalam meminjam uang dengan bunga yang serendah-rendahnya,”ujarnya

Sementara, Bupati Lombok Barat H.Fauzan Khalid menyambut baik kegiatan yang digelar oleh Kementerian Perdagangan melalui Dirjen Perdagangan Dalam Negeri.

“Bagi kami dan para pelaku UMKM di Lombok Barat kegiatan ini menjadi motivasi bagi kami untuk meningkatkan kualitas produk di Lobar,” katanya.

Bupati berharap 60 persen kebutuhan industri pariwisata itu didukung oleh UMKM Lobar seperti kebutuhan sandal, makanan dan lainnya.

Untuk itu, dia mengeluarkan peraturan bupati (perbup) bagi daerah dan OPD termasuk desa yang mengunakan anggaran daerah untuk membeli produk lokal.

“Maka setiap ritel yang mengajukan ijin pun harus menandatangani surat perjanjian kalau hasil UMKM dapat diakomodir di ritel-ritel moderen,” katanya.

Bupati dua priode itu meminta dukungan dan backup kepada Dirjen Perdagangan Dalam Negeri dalam konteks pemasaran supaya hasil UMKM Lombok Barat dapat dipasarkan di luar Lombok termasuk produk pertaniannya.

Selajutnya Fauzan juga berharap setelah pelatihan diharapkan ada tindak lanjutnya dari Kementerian, karena di katakannya dari para pelaku UMKM yang paling sulit itu adalah konsistensinya.

“Itu butuh penanganan khusus maka dinas saya minta untuk keliling silaturahim ke UMKM serta dikoordinasikan dengan dinas terkait,” pungkasnya.

Usai membuka pelatihan, Dirjen dan Bupati Lombok Barat turun meninjau pasar Gunungsari dimana di lokasi pasar tersebut sebagai lokasi pembagian Alat Pelindung Diri (APD) untuk para pedagang yang diberikan  oleh Sekretaris Jendral Kementerian Perdagangan RI Suhanto ke Bupati Lombok Barat dan kemudian diteruskan kepada para pedagang yang ada di pasar Gunungsari didampingi dirjen dan Direktur Pemasaran Dalam Negeri. (DDY)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed