by

Wabup Hj. Sumiatun dan 100 Perempuan Lombok Barat Dirapid Tes

Lombok Barat. Suaragirimenang.com –  Wakil Bupati (Wabup) Kabupaten Lombok Barat (Lobar) Hj Sumiatun bersama Ketua Tim Penggerak PKK Lobar Hj Khaeratun Fauzan Khalid dan 100 orang perempuan lainnya melakukan Rapid Test  bertempat di Bencingah Agung Kantor Bupati, Kamis, (17/12).

Acara rapid tes gratis yang dirangkai dengan penyerahan secara simbolis bantuan sembako ini merupakan kerjasama TP-PKK Lobar dengan Dharma Wanita Persatuan (DWP), Gabungan Organisasi Wanita (GOW) dan Ikatan Alumni Pendidikan Tinggi Kepamongprajaan (IKAPTK) Lobar sekaligus dalam rangka memperingati Hari Ibu ke-92.

Hadir juga dikesempatan tersebut Ketua DWP Hj Nurhikmah Baehaqi, beberapa Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Lobar dan anggota TP- PKK Lobar.

Dalam sambutannya, wabup yang juga Ketua GOW Lobar ini mengungkapkan apresiasi dan terima kasih yang setinggi-tingginya atas inisiatif terselenggaranya kegiatan ini oleh TP-PKK Lombok Barat, GOW, DWP, dan IKAPTK Lombok Barat. Hal ini mengingat rapid tes gratis ini  sangat penting untuk dilakukan dalam masa pandemi Covid-19.

Lebih detail ia mengatakan bahwa hampir sepanjang tahun 2020 ini dunia digegerkan oleh satu virus yang menerjang dunia yaitu virus corona. 216 negara terdampak, hingga saat ini lebih dari 73 juta penduduk dunia terinfeksi dengan lebih dari 1,6 juta orang yang sudah meninggal dunia.

“Hari-hari kita diliputi kekhawatiran, kegiatan sosial berkerumun dibatasi, saling kunjung mengunjungi dikurangi, kumpul-kumpul arisan ibu-ibu juga dihindari. Kita diminta lebih banyak di rumah, anak-anak kita sekolah dari rumah, sebagian kerja dari rumah, intinya hindari kontak fisik dengan siapapun,”terangnya.

Di akhir sambutannya Sumiatun mengatakan rapid test gratis untuk kaum perempuan yang dilakukan hari ini adalah salah satu upaya untuk melakukan pencegahan penyebaran Covid-19. Tujuannya, agar kita mengetahui lebih awal kondisi kesehatan kita.

“Kita sering mendengar istilah rapid tes dan swab. Rapid tes menggunakan sample darah, sedang swab menggunakan sample lendir dari hidung atau tenggorokan. Rapid test butuh waktu hanya 10-15 menit sedangkan swab berjam-jam bahkan berhari-hari. Mereka yang dinyatakan positif dalam rapid test belum tentu terinfeksi corona karena harus dilakukan swab terlebih dahulu,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Lobar drg. Hj Ni Made Ambaryati usai acara mengatakan, kesiapan rapid tes ini antara 100-150 orang dan untuk mengetahui hasilnyapun cepat 10-15 menit saja. Untuk keberlakuan surat keterangan sehat ini berlaku selama 14 hari.

“Jika nanti ada yang reaktif jika bersedia diswab ya kita swab. Kalu ia reaktif tetapi kalau tidak bergejala dilakukan isolasi mandiri di rumah,” terangnya. (BDI)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed