by

Forkompimda Lombok Barat Studi Tiru Penanganan Stabilitas Keamanan ke Pemkab Sidoarjo

Jawa Timur, SuaraGiriMenang.com – Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompimda) Lombok Barat (Lobar) melakukan Studi Tiru ke Pemkab Sidoarjo Jawa Timur. Studi Tiru ini dipimpin langsung Bupati Lobar H. Fauzan Khalid.

Forkompimda Lobar memilih Kabupaten Sidoarjo dengan jumlah penduduk 2,26 juta jiwa lebih karena memiliki tingkat stabilitas keamanan relatif kondusif. Kiat-kiat pemkab setempat dalam menciptakan kondusivitas daerah inilah yang ingin distudi tiru oleh Pemkab Lobar untuk Bumi Patut Patuh Patju ke depan.

Rombongan Forkompimda terdiri dari Bupati, Sekda Dr. H. Baehaqi, Ketua DPRD Lobar Hj. Nurhidayah, Kapolres AKBP Bagus S Wibowo, Dandim 1606/Lobar Kolonel Arm Gunawan, Wakil Ketua DPRD Ahmad Suparman.

Turut mendampingi bupati kepala Bappeda H. Ahmad Syaikhu, Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan HL. Moh. Hakam dan beberapa pejabat terkait lainnya.

Forkompimda yang sedianya diterima Pejabat (PJ) Bupati, Dr Hudiono, M.Si., namun berhalangan karena pada saat bersamaan mengikuti kegiatan di kantor Pemprov Jatim. Akhirnya rombongan diterima Sekretaris Daerah Pemkab Sidoarjo, Ahmad Zaini.

Dalam sambutannya, Sekda Sidoarjo Ahmad Zaini menyampaikan selamat datang pada Forkopimda Lobar.

“Selamat datang di Kabupaten Sidoarjo Pak Bupati dan rombongan. Kami berharap Studi Tiru ini mampu mempercepat pembangunan kedua daerah,” jelas dia.

Ia berharap program dan pengalaman yang dimiliki Pemkab Sidoarjo bisa diamati, ditiru dan dimodifikasi oleh Pemkab Lobar, begitu juga sebaliknya. Sehingga bisa mempercepat pembangunan di masing-masing daerah.

Pemkab Sidoarjo jelas dia, memiliki 18 kecamatan dengan 322 desa dan 31 kelurahan. Dampak Lumpur Lapindo, beberapa desa terpaksa harus dimerger. Ia pun memaparkan potensi daerah. Mulai dari APBD mencapai Rp 5,3 triliun dan PAD Rp 1.7 triliun. Di mana SDM terdiri 13.000 ASN dan non PNS hampir sama jumlahnya.

Ia juga memaparkan soal kondisi Covid-19 dan penanganannya oleh pemkab setempat. Di mana kondisi saat ini Covid-19 masih tinggi. Untuk penanganan pasien ada 11 rumah sakit, namun kondisinya penuh karena pasien dari luar kabupaten ditangani juga di sana. Untuk penanganan Covid-19, pihak Pemda menganggarkan BTT sebesar Rp 38 miliar pada APBD tahun 2021. Selain itu pemda sudah memiliki alat-alat penanganan, seperti PCR. Dibantu juga oleh BNPB. Serta beberapa peralatan lainnya, sehingga alat pun tersedia lengkap.

Bupati Lobar H. Fauzan Khalid menyampaikan apresiasi atas sambutan yang luar biasa dari Pemkab Sidoarjo.

“Dan ini dua satu sebenarnya, karena Pemkab Sidoarjo sudah dua kali ke Lombok Barat. Sedangkan kita baru sekali. Kita masih berhutang,” kata bupati berseloroh.

Kedatangan Forkompimda jelas dia, ingin mengetahui sistem kerja, komunikasi, koordinasi dari Forkompimda Sidoarjo.

“Karena kita ketahui bersama, Sidoarjo kota besar. Berbatasan dengan Kota Surabaya (kota terbesar kedua di Indonesia, red) tapi sangat stabil pemerintahan dan masyarakat di sini. Jarang kita dengar ada keributan di masyakarat. Dan di sana pasti ada peran Forkopimda dalam membina masyakarat. Itu kami ingin tahu bagaimana kiat-kiatnya,” jelas dia.

Karena ketika berkunjung ke Lobar, Bupati Sidoarjo, Wabup bersama sekda ikut serta. Namun selama ditinggal oleh bupati dan para pejabat teras, kondisi pemerintahan di daerah ini tetap stabil.

“Kalau saya tidak berani keluar semua kalau kunjungan, minimal kalau saya kunjungan ke luar daerah ada ditinggal di Pemda, yakni Wabup atau Sekda,” imbuh dia.

Hal kedua tambah dia, pihak Pemda ingin mengetahui Kebijakan Pemkab Sidoarjo terkait perayaan tahun baru yang dikaitkan dengan kondisi Covid-19. Pihak Pemda Lobar sendiri sudah melakukan komunikasi dengan pelaku usaha, namun masukan dari Pemkab Sidoarjo bisa memperkaya bahan kebijakan.

Terkait APBD aku bupati, Lobar masih jauh dari Sidoarjo. Bahkan APBD Lobar saat ini hampir sama dengan PAD Sidoarjo.

Dalam sesi dialog, Sekda Sidoarjo menjelaskan bahwa terkait penanganan stabilitas daerah menurut dia, Pemda menjalin koordinasi yang baik dengan Forkompimda. Pemda memberikan hibah ke masing-masing instansi terkait.

Selain itu, para pihak Forkompimda dilibatkan dalam tim covid-19.
Terkait kebijakan nataru (natal dan tahun baru), pihak Pemda mengimbau masyakarat tidak keluar daerah. Kebiasaan warga menyalakan mercon dan kembang api dan kumpul-kumpul ditiadakan. Untuk operasional tempat usaha jelas dia dibatasi waktu operasinya. (ProKopi Lobar)

News Feed