by

KADIN Dorong UD Berkah Kembali Exsport Kopi Keluar Negeri

Lombok Barat. Suaragirimenang.com – Kopi menjadi salah satu minuman yang disukai oleh semua kalangan.  melihat potensi tersebut UD Berkah yang difasilitasi oleh KADIN Lombok Barat hingga saat ini sukses meng-ekspore 300 ton kopi keluar negeri. Hal tersebut disampaikan ketua Kadin Lobar dalam diskusi bersama ketua HIPNI dan sejumlah pengusaha di rumah produksi UD berkah sabtu (22/05) lalu.

Ketua Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Lombok Barat abdullah wildan menyampaikan setelah sukses melakukan export ke kanada, kini UD Berkah akan melakukan export ke korea selatan. Abdullah menerangkan bentuk dorongan rill dari Kadin terhadap bisnis ini yakni mendapatkan lahan penanaman kopi untuk memenuhi kebutuhan espore.

“ Berbicara kontinuitas kami juga sudah mengusahakan lahan  yang cukup luas di Lombok Barat yakni seluas 625 hektar dan hingga saat ini msih dalam proses mendapatkan kontrak karya. Hal tersebut kami lakukan sehingga nanti apabila ada permintaan kopi dari luar bis akita penuhi, karena permintaan terus meningkt seperti mesir, arab dan negara lainya ” terangnya.

Kopi yang akan di export ke Korea selatan

Sementara itu, direktur UD Berkah L.Thorik mengatakan bahwa perkembangan dan Kerjasama bisnis kopi ini sudah mulai terbuka, selain korea negara arab juga mulai melirik produk kopi Lombok NTB. Thoriq menjelaskan hingga saat ini sudah sukses melakukan tujuh kali export namun yang baru sesuai dengan surat keterangan asal (SKA) merupakan yang ke tiga kalinya yakni korea selatan dua kali dan kanada satu kali.

“Alhamdulillah berkah dukungan Kadin , semakin ada perkembangan semakin luas, bahkan sebelumnya dulu kita pake undername nama daerah lain , misalnya Surabaya, makasar dan alhamdulillah sekarang kita expor atas nama kita sendiri”

Thoriq menambahkan, potensi kopi di NTB ini sangat tinggi seperti wilayah Lombok utara dengan potensi 600 ton, lobar sebanyak 100 ton dan lotim. sementara total se-ntb yang sudah standar export hampir diatas 15.0000 ton. Namun yang masih bisa dijual baru satu persen, menurutnya salah satu kendalanya adalah belum adanya akses pasar luar yang luas.

“kita lihat kebutuhan kopi semakin meningkat terlihat dari beberapa negara. Alhamdulillah seperti tahun ini kita meng expore 140 ton kopi dengan jenis robusta dan arabika.”kata Thoriq

Hingga saat ini kata Abdullah, sudah ada tawaran dari mesir dengan target 40 ton setiap bulan dengan estimasi pertahun sekitar 480 ton dan masih dalam negosiasi harga. Dengan adanya dukungan dari Kadin dan HIPMI, diharapkan bisa men-support ditingkah bawah agar bisa lebih berkembang serta jaringan yang lebih luas lagi.

(Abd)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed