by

KPID NTB, Gelar Bimtek P3sps Untuk Media Penyiaran Dan Pimpinan Ponpes Lobar

Lombok Barat. Suaragirimenang.com – Untuk memberikan tontonan yang layak kepada masyarakat sesuai dengan standar undang undang penyiaran. Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID)  NTB menyelenggarakan kegiatan bimbingan tekhnis Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3SPS) kepada sejumlah pimpinan media penyiaran TV, Radio dan pimpinan pondok pesantren yang ada di Lombok Barat. Giat tersebut berlangsung di aula salah satu resto di gerung Lombok barat kamis, 3 mei 2021.

Hadir dalam acara sejumlah pimpinan dan crew media penyiaran TV dan Radio diantaranya TV 9, Lombok TV,Parlemen TV Lombok Barat, Radio Suara Giri Menang, Mira Podcase. Selain itu turut hadir beberapa pimpinan pondok pesantren seperti Ponpes Nurul Huda Tempos, Ponpes Darussalam Beremi, Ponpes Mambaul ulum,NW Kebon kongok,Ponpes Al Muhidin lelede dan lainnya.

Dalam sambutanya ketua KPID NTB Yusron Saudi menyampaikan, kegiatan yang dilaksanakan adalah bentuk dari menyikapi konten siaran yang ada di media penyiaran TV dan Radio yang  tidak sesuai dengan kearifan lokal dan adat istiadat di Nusa Tenggara Barat.

Yusron menegaskan , Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) NTB termasuk Lembaga yang  getol menyuarakan aspirasi masyarakat ke Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) pusat

“NTB termasuk lembaga yang paling getol menyurati KPI pusat atas beberapa sinetron yang tidak sesuai dengan adat istiadat di NTB,  dan kami sebagai regulator untuk mewadahi masyarakat menyuarakan hal tersebut” Pungkasnya

Bimbingan tekhnis P3SPS ini, selain dihajatkan untuk produk media penyiaran TV dan Radio, KPID NTB juga menyoroti tentang pengaruh media sosial dan youtube dengan konten yang tidak layak untuk di tonton sesuai dengan klasifikasi umur dan juga budaya. Karena itu menurut yusron, hal tersebut adalah tanggung jawab Bersama, bukan hanya KPID NTB namun semua pihak yang peduli akan masa depan generasi.

Yuson mengakui, walaupun KPID memiliki tim pemantau siaran namun diarasa hal tersebut belum cukup, karena itu dibutuhkan Kerjasama masyarakat untuk memberikan aduan dan masukan terhadap tayangan yang tidak sesuai dengan Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3SPS)

“Walaupun kami memiliki tim pemantau siaran tv dan radio yang berada di NTB setiap hari memiliki catatan terhadap lemabga penyiaran di ntb namun tidak ckup. Sehingga kami butuh masukan,kolreksi dan laporan dari masyarakat” kata ketua KPID NTB

Sementara itu, komisioner KPID NTB sahdan, sebagai narasumber menyampaikan KPID sebagai katalisator menjembatani masyarakat untuk sama sama memantau konten yang dihadirkan di tayangan Televisi ataupun Radio. Hingga saat ini masyarakat sudah mulai sadar dengan tayangan tayangan yang tidak sesuai nilai kearifan lokal dan jati diri.

“ saat ini masyarakat sudah mulai sadar dan banyak yang mengadukan tayangan atau konten televisi seperti sinetron dan film. bahkan yang banyak di adukan ke kami ( KPID NTDB) adalah tayangan di youtube, namun walaupun bukan ranah kita, sy berharapa melalui kesempatan ini kami berharap dari pimpinan ponpes memberikan edukasi kepada para santri atau pembuat konten agar sesuai dengan kode etik dan P3SPS” Pungkasnya

Sahdan mengajak kepada para pimpinan ponpes dan peserta yang hadir untuk untuk memberikan edukasi kepada para santri atau pembuat konten untuk tetap memperhatikan kode etik, P3SPS dan unsur unsur budaya yang ada.

( Abd)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed