by

Bupati Faozan Rakor Dengan Petani Kangkung,Lihat Potensi Ekspore

Lombok Barat. Suaragirimenang.com – Sekarang yang kita lakukan mengumpulkan khusus para petani kangkung untuk meminta informasi terkait dengan potensinya, mulai dari lahan, kemudian hasil produksinya. Selanjutnya tingkat kesulitan dari para petani kangkung kita dan terakhir soliditas Asosiasi Petani Kangkung di Lombok Barat.

Hal tersebut disampaikan oleh Bupati Lombok Barat (Lobar) H. Fauzan Khalid saat Rapat koordinasi terkait Kerjasama Kab. Lobar dengan Provinsi DKI untuk pengembangan komoditi kangkung bertempat di Aula Kantor Dinas Pertanian Lobar, Kamis (1/7).

“Setelah data-data ini kita dapatkan baru kita bergerak. Bergeraknya ke mana untuk mencari pasar. Dan saya kira pasarnya luar biasa dan menjanjikan meliputi Surabaya, Jogja, Jakarta dan Bali. Cuma sekali lagi kita mau melihat potensi dulu baru kita berani ekspor,” katanya.

Dia menambahkan, nanti jangan bergerak ke depan umurnya hanya enam bulan dan tidak berjalan. Kemudian masyarakat tidak bisa beli kangkung di sini karena habis dikirim ke luar.

“Sekali lagi saya ingin tahu potensi dulu baru bergerak. Tadi para petani kita sangat antusias. Dan saya sebenarnya sudah diskusi dengan beberapa pihak di DKI Jakarta,” jelasnya.

Sementara itu Kadis Pertanian Lobar H. Muhur Zokhri mengatakan, terkait dengan pengembangan salah satu komoditas di sektor pertanian di Lombok Barat yaitu komoditas kangkung.

“Potensi areal kita untuk komoditas kangkung di Lombok Barat kurang lebih 300 hektar. Untuk tahun ini para petani yang budidaya kangkung yang aktif itu ada sekitar 76 sampai 80 hektar yang tersebar di beberapa Kecamatan di Narmada, Lingsar, Kediri, Gerung dan beberapa kecamatan lainnya,” ujarnya.

Lanjut kata dia, terkait dengan produktivitas memang analisis dari dinas, produktivitas kangkung sekarang ini baru mencapai 7,6 ton perhektar permusim dan itu antara tiga sampai empat bulan.

“Potensi untuk budidaya kangkung ditingkatkan itu ada, karena dari analisis kita itu bisa mencapai 15 sampai 20 ton perhektar kalau itu dibudidayakan secara intens betul. Dan itu tentunya didukung oleh kondisi air, kondisi iklim dan kondisi tanah karena memang komoditas kangkung ini sangat berpengaruh dengan kondisi syarat seperti itu. Ada satu tempat kondisi tanahnya kurang tepat untuk budidaya kangkung dan ada juga di satu tempat kondisinya sangat cocok untuk budidaya kangkung,” terangnya.

Disinggung terkait Pemda Lobar untuk MoU dengan DKI Jakarta untuk produksi kangkung kata dia, kalau potensi ini dimaksimalkan seperti angka tadi 15 sampai 20 ton perhektar.

“Dan ini nanti kita analisis seperti apa kebutuhan dalam daerah kita. Tetapi dari analisis kasat saya kira mampu prospeknya ke depan. Dan ini baru penjajakan awal dulu dan kita lihat secara pasti nanti sebesar berapa produksi yang kita dapatkan dari riilnya itu, sehingga kebutuhan dalam daerah bisa terpenuhi,” tutupnya. (And)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed