by

Kurangi Resiko Bencana Disekolah, Lobar Akan Bentuk Fasilitator Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB)

Lombok Barat. Suaragirimenang.com – Dalam rangka mengurangi resiko bencana di lingkungan sekolah  di wilayah Lombok Barat, Badan Nasional Penanggulangan  Bencana RI melakukan rapat koordinasi untuk rencna pembentukan tim Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) bersama sejumlah dinas dan lembaga diruang rapat Jayeng rane, Jumat (2/7/2021).

Kegiatan yang dipimpin Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lombok Barat Mahnan, mendampingi Lilis Siti Muttmainnah, Analis Kebijakan Ahli Muda BNPB RI. Dalam pembukanya, Mahnan menyampaikan kegiatan tersebut merupakan sosialisasi sekaligus penguatan kapasitas sumber daya manusia dalam penanggulangan bencana.

” Kegiatan ini Bapak bapak kita akan laksanakan untuk meningkatkan kemampuan SDM yang ada disekolah itu.
Melakukan pemulihan dari dampak bencana. Pemuliahn dari sisi infrastruktur , psikologis dan mental dan yang tidak kalah pentingnya membangun kemandirian untk sekolah menghadapi bencana ” pungkasnya. 

Lebih lanjutnya Mahnan menjelaskan pelaksanaan SPAB  tersebut juga merupakan amanah dari tindak lanjut  peraturan bencana BNPB no 4 tahun 2012 tentang madrasah dan sekolah aman dari bencana serta berdasarkan permendikbud no 33 thn 2019 tentang Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB)

Sebelumnya sebagai langkah antisipasi kebencanaan kata Mahnan, pemerintah sudah membentuk program secara berjenjang diantaranya Desa Tangguh Bencana (DESTA),Keluarga Tangguh Bencana (KATANA) bahkan ditingkat provinsi dibentuk Srikandi Tangguh Bencana atau perempuan tangguh bencana.

Sementara itu, Lilis Siti Muttmainnah, Analis Kebijakan Ahli Muda BNPB RI yang menjadi pemateri dalam giat tersebut menjelaskan,Lombok Barat termasuk daerah yang rawan akan bencana.  Lilis memaparkan dari tgl 1 Januari hingga saat ini ada sekitar 145 kali bencana,
disisi lain data dari kejadian 2009-20019 trendya terus naik 98 %nya karena hydrometologi seperti banjir,longsor dan lainya.

Selanjutnya Lilis memaparkan jumlah satuan pendidikan saat ini mencapai 572 ribu dan 75%nya ada di tempat rawan bencana . Sementara dari 550 Kabupaten kota,514 diantaranya berada di daerah bencana. Selain itu ada sekitar 10 ribu sekolah terkena langsung dari bencana. Karena itulah SPAB ini merupakan upaya mitigasi bencana dilingkungan pendidikan.

” Dengan tantangan jumlah sekolah besar sekali dan adanya sumberdaya yg terbatas karena itu kita mendorong untuk terbentuknya Tim fasilitator SPAB ini” pungkasnya.

Lebih jauh Lilis menjelaskan, NTB termasuk wilayah dengan katagori sedang,sementara wilayah Lombok Barat termasuk nomor satu untuk resiko bencana. Hal tersebut dilihat dari ancaman indikasi bencana yang cukup tinggi.
” Untuk potensi bencana,Lobar ini berada di urutan ke15 dari kab kota di Indonesia , sedangkan untuk gelombang ekstrem Lobar berada pada urutan 29 di kabupaten kota yang ada dengan potensi bencana stunami,banjir,longsor dan lainya tinggi”jelasnya.

Sedangkan untuk sasaran dari SPAB kata Lilis akan menyasar Fasilitas sekolah, sarana dan prasarana,management bencana, pelatihan sosialisasi , rencna aksi dll.

Program SPAB ini termauk agenda prioritas, dengan pembekalan fasilitator dari berbagai dinas instansi untuk memberikan edukasi penanganan bencana.
” kita akan melakukan tindak lanjut pembentukan tim fasilitator pada bulan Agustus setelah melakukan beberapa kali koordinasi dengan jumlah fasilitator sebanyak 40 orang”. Terang Lilis

Sebelumnya pihak BNPB sudah melakukan pertemuan dengan Bupati Lombok Barat untuk penguatan dukungan dari sisi komitmen dan penganggaran.

(Abd)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed