by

Gempur Rokok Ilegal, Pemda Lobar Bersama Bea Cukai Terus Awasi Peredaran Rokok dan Tembakau di Pasar

Lombok Barat. Suaragirimenang.com – Pemda Lombok Barat kerjasama dengan pihak Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Mataram turun melakukan pengawasan dan pembinaan terhadap penjual rokok serta tembakau di pasar-pasar pasar di Wilayah Lobar. Tujuannya untuk menekan peredaran rokok dan tembakau ilegal di wilayah Lobar. Kegiatan ini juga untuk memaksimalkan pendapatan daerah dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) yang diperoleh Lobar dari Kementerian Keuangan RI.

Kamis (19/8), tim yang terdiri dari Bagian Ekonomi Setda Lobar, Satpol PP dan Bea Cukai turun ke pasar Gerung dan Kebon Ayu. Tim dibagi menjadi tiga menyisir pedagang tembakau di dua pasar tersebut. Temuan tim, sejumlah pedagang menjual tembakau tanpa vita Cukai. Ada sejumlah pedagang mengaku dititipkan oleh penyuplai untuk dijual di pasar. Dan ada juga yang membeli tembakau itu dari penyuplai. Para pedagang yang kedapatan menjual tembakau tanpa cukai diperingatkan agar tidak lagi menjual tembakau illegal. Pedagang juga diingatkan agar meminta pihak yang menjual tembakau untuk mengurus izin supaya legal (memiliki vita Cukai tembakau) sesuai peruntukan. Selain itu, Pedagang juga diberikan surat teguran oleh pihak Bea Cukai.

Diwawancarai disela-sela turun ke pasar Gerung, Fungsional Umum Bagian Penindakan dan Penyidikan Bea Cukai Mataram M Khaerul Wahyudi mengatakan kegiatan ini adalah bentuk kerjasama Bea Cukai dengan Pemda Lobar. “Ini untuk memberantas peredaran rokok ilegal dengan tagline gempur rokok illegal,”jelas dia. Salah satu obyek Cukai yang dilakukan pengawasan dan penindakan adalah tembakau iris produk lokal. Sejauh ini, terdapat 70 perusahaan lokal di wilayah Lombok memproduksi tembakau iris yang resmi berizin di Kantor Bea Cukai. Namun diakui masih banyak yang ditemukan tembakau iris yang dijual eceran tanpa vita Cukai.

Sehingga lanjut dia, dilakukan tindakan pengawasan bersama satpol PP untuk mengamankan hak-hak negara. Dari hasil pengawasan di sejumlah pasar, rata-rata yang ditemukan sudah ada izin. Namun ada saja satu atau dua tembakau illegal yang masih beredar. Karena itu, sasaran pengawasan yang dilakukan adalah pasar direncanakan di seluruh wilayah Lobar. “Minggu lalu kami di pasar Narmada, pasar Keru. Pasar gerung, pasar kebon ayu Sekarang di pasar endut dan segerongan. Ini rutin sampai dengan bulan Oktober,”sebut dia.

Sementara itu, Kabag Ekonomi Setda Lobar Agus Rahmat Hidayat mengatakan kegiatan sosialisasi sekaligus pembinaan di a pengawasan yang dilakukan Pemda ini bekerjasama dengan pihak Bea Cukai.

Pembiayaan sosialisasi dan kegiatan pengawasan ini bersumber dari DBHCHT. Mengacu PMK, dari DBHCHT diarahkan untuk kegiatan turun sosialisasi. Kegiatan ini mengacu rencana kerja, dimana disiapkan 25 persen anggaran untuk bidang hukum dan penertiban. Disana tertera juga untuk sosialisasi. “Dan hal itu yang tengah dilaksanakan oleh bagian ekonomi bersama Satpol PP dan Bea Cukai. Intinya kita ingin mengurangi peredaran rokok dan tembakau illegal, kita lakukan pembinaan karena mungkin saja mereka kesulitan mengurus izin,”imbuhnya. Karena pernah disampaikan pihak petani tembakau, bahwa mereka kesulitan mengurus izin. Sehingga pihaknya koordinasi dengan pihak Beacukai untuk membantu pembinaan pengurusan izin Cukai. Kalau mereka sudah berupaya dibantu untuk pengurusan izin, namun tetap saja melakukan tindakan itu maka pihaknya akan melakukan tindakan penertiban sebagai bentuk shock therphy. (Ivn)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed