Dinas Pariwisata Gelar Pesona Lombok Barat

Lombok Barat. Suaragirimenang.com – Bupati Lombok Barat (Lobar) H. Fauzan Khalid membuka secara resmi Pesona Lombok Barat dengan tema “Gelar Seni Budaya Desa Wisata 2021” yang merupakan agenda tahunan yang diadakan oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Lombok Barat dari tanggal 21-23 Agustus 2021 dengan lokasi Desa Batu Kumbung, Suranadi, Sedau, Taman Ayu, Kebun Ayu, Sekotong Barat dan Pesisir Mas.

“Alhamdulillah malam hari ini kita berkumpul dan bersilaturahmi bersama teman-teman travel agent di Destinasi Wisata Gunung Jae, Desa Sedau, Kecamatan Narmada,” ujar Bupati Fauzan saat membuka Pesona Lombok Barat di Wisata Gunung Jae, Sabtu malam, (21/8).

Pada kesempatan itu, dia merasa bangga dengan Desa Sedau dan beberapa desa lain dengan potensi wisatanya yang luar biasa.

“Insya Allah kami di Lombok Barat dan didukung teman DPRD, belajar dari Covid-19 ini mulai dari wisata desa, industri kreatif, usaha kecil dan industri kecil memang ini menjadi fokus kita. Apa artinya pertumbuhan tinggi misalnya, tetapi ekonomi hanya beredar di tingkat elit,” katanya.

Terkait masalah sampah kata bupati, Pemerintah di negara dan dunia manapun tidak mampu mengelola masalah sampah tanpa keterlibatan semua masyarakat. Lanjut dia mencontohkan negara Singapura itu bersih dan negara-negara di Eropa bersih bukan semata-mata karena pemerintah, tetapi justru lebih banyak kesadaran dari masyarakatnya.

“Itulah yang akan kita gerakkan di Lombok Barat. Lebih-lebih pariwisata yang pertama dinilai itu oleh wisatawan adalah sampah dan menurut saya keindahan nomor dua. Kebersihanlah yang pertama dinilai dan ini menjadi fokus kita mengajak, mendorong masyarakat untuk peduli terhadap sampah,” terangnya.

Dia juga menyebut, besok tanggal 24 Agustus 2021 akan melaunching sebuah gerakan bank sampah berbasis sekolah dan bekerja sama dengan Bank BNI pusat. Dan pada launching besok itu akan memecahkan rekor MURI pembukaan rekening terbanyak dalam waktu bersamaan yang rencananya 20 ribu rekening dari anak sekolah SD, SMP dan SMA.

Baca Juga:  Bupati Lobar Apresiasi Kepedulian Masyarakat Bantu Tempat Isolasi Mandiri

“Terkait wisata, memang destinasi kita banyak, destinasi kita indah dan destinasi kita eksklusif, tetapi memang infrastruktur kita masih kurang. Dan memang ini yang harus kita cicil dengan kemampuan fiskal daerah, kita tidak akan mungkin bisa dalam waktu satu atau dua tahun menyelesaikan ini,” imbuhnya.

“Untuk di destinasi wisata Gunung Jae sudah saya sampaikan ke Pak Kades insya Allah akan kita lengkapi dengan lampu tata surya sebanyak 30 titik dan dari teman DPRD juga janji di tahun 2022 akan diberikan OSR atau CSR dari BPJS yang akan diarahkan oleh teman DPRD,” janjinya.

Masalah pariwisata dia kembali katakan, pemerintah juga tidak akan mampu lakukan itu tanpa ada dukungan dari semua stakeholder kepariwisataan. Salah satu stakeholder kepariwisataan yang paling stategis itu travel agent.

“Saya atas Pemerintah Daerah sampaikan terima kasih dan penghargaan yang sebesar-besarnya kepada 18 travel agent dan kerja sama semacam ini untuk terus kita pupuk. Dan tentunya juga kami butuh berbagai macam masukan dari para pelaku wisata khususnya travel agent apa yang kurang bisa kami perbaiki ke depannya,” tutupnya.

Sementara itu Kadispar Lobar H. Saepul Ahkam mengatakan, kegiatan ini taglinenya Pesona Lombok Barat untuk memperkenalkan bagaimana mempesonanya desa-desa wisata di Lombok Barat.

“Kita memiliki 57 desa wisata dan tiga yang di-SK-kan oleh Gubernur NTB jadi total 60 desa wisata. Sengaja kami memilih tujuh di antaranya untuk mereferensi dari keadaan 60 desa bersangkutan terkait dengan waktu,” katanya.

Dia menambahkan, ada 18 travel agent yang masih aktif dalam kondisi susah di tengah pandemi Covid-19. Dari tujuh desa wisata yang dihajatkan menjadi bagian dan perkenalkan kepada teman travel agent mulai dari desa dengan berbagai kuliner kekhasannya kampung ikan dan lele. Kemudian untuk pengolahan sampah tepat guna dan ini menjadi praktek baik untuk replikasi di desa-desa yang lain terutama di desa wisata. Karena sapta pesona itu lebih banyak tentang itu, musuh pariwisata itu adalah sampah. Kebersihan menjadi segala cara untuk eleminasi persoalannya.

Baca Juga:  Hari Donor Darah, Ketua PMI Lobar Ajak Masyarakat Tetap Peduli Sesama Dimasa Covid ini

“Malam ini kami ke Desa Sedau ingin mengenalkan salah satu spot destinasi. Tanpa kami duga dan dari pengakuan teman-teman pengelola ada 100 orang pendaftar yang ingin camping di sini ditolak karena menganggap sudah kapasitasnya mendekat 50 persen dengan kapasitas luasan seperti ini dengan memperhatikan protokol kesehatan. Malam ini ada setidaknya ada 40 tenda yang ngecamp dan ramaikan itu setiap malam Sabtu dan Minggu,” ujarnya.

Terakhir kata dia, selesai di Desa Sedau trip selanjutnya ke Desa Taman Ayu, Kebun Ayu, Sekotong Barat dan berakhir di Pesisir Mas.

Turut hadir mendampingi bupati, Dewan Pengawas BPJS RI Seruaya Utamawan, Anggota DPRD Dapil Narmada-Lingsar H. Jumahir, Indra Jaya Usman, Camat Narmada Muhammad Busyairi, Kades Sedau Amir Syafrudin dan 18 Travel Agent (And)

Leave a Reply

Your email address will not be published.