by

Lobar Rapat Evaluasi,Pantau Pergerakan Covid-19

Lombok Barat. Suaragirimenang.com – Bupati Lombok Barat (Lobar) H. Fauzan Khalid pimpin Rapat Evaluasi Penanganan Covid-19 di Kabupaten Lombok Barat di Ruang Jayengrana, Rabu (25/8).

Dalam rapat tersebut Kadis Kesehatan Lobar Hj. Ni Made Ambaryati memaparkan capaian penanganan Covid-19 di Kabupaten Lombok Barat saat ini baik dari segi tracer, testing sudah berjalan cukup baik dibanding daerah lainnya, serta tingkat jumlah kasus Covid-19 telah mengalami trend penurunan dibanding minggu sebelumnya.

“Kendala yang kita hadapi sekarang minimnya masyarakat untuk memanfaatkan fasilitas isoter terpadu di wilayah akibat adanya pelayanan via HP yang dilakukan oleh pihak Nakes di wilayah tersebut,” katanya.

Terkait ketersedian oksigen terang dia, di masing-masing rumah sakit saat ini tingkat ketercukupannya 2-3 hari, sedangkan di puskesmas sendiri saat ini tingkat ketercukupannya hingga 8 hari. Kemudian tingkat ketersediaan vaksin saat ini di Puskesmas dan Dinas Kesehatan untuk Sinovac sebanyak 658 dosis, Moderna sebanyak 1.203 dosis dan Sinopharm sebanyak 2.557 dosis.

Sementara itu Kapolres Lobar AKBP Bagus S. Wibowo menyampaikan terkait pengendalian penyebaran Covid-19 agar terus diperkuat dan jangan berpuas diri dengan tren penurunan kasus Covid-19 yang ada kini.

“Yang perlu kita maksimalkan pengendalian yang telah ada serta mendiskusikan tentang kurangnya minat masyarakat yang terjangkit untuk memanfaatkan isoter terpadu,” jelasnya.

Dia mengatakan, untuk terus bersinergi dari unsur Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) serta Bhabinkamtibmas dan Babinsa untuk selalu melaksanakan kunjungan di wilayah masing-masing dengan pengendalian yang baik, disertai pemberian vitamin jika diperlukan.

“Posko sangat penting, serta pendataan dan laporkan keberadaannya dan saya harapkan anggaran betul-betul direalisasikan, khususnya insentif bagi tim pemakaman,” tuturnya.

Di tempat yang sama Bupati Lobar H. Fauzan Khalid intinya menyampaikan masalah posko Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) tolong untuk diatensi dengan sudah dibuatkan Surat Keputusan (SK) Bupati.

“Masalah aplikasi agar segera dibuatkan. Anomali saat ini realisasi anggaran kecil, namun tenaga banyak. Untuk itu saya meminta untuk anggaran agar segera direalisasikan dan didiskusikan secara teknis bersama Inspektorat,” tutupnya.

Dalam rapat tersebut, upaya yang sudah dilakukan untuk pengendalian, Pertama membuat alur kegiatan tracing dan testing Covid-19 di Kabupaten Lombok Barat, Kedua melatih tim tracer sebanyak 248 orang dari unsur TNI, Polri, Petugas Kesehatan dan Kader melalui Surat Keputusan (SK) Bupati, Ketiga memberikan pelatihan kepada petugas pukesmas sebagai swabber Covid-19 berjumlah 240 orang, Keempat membentuk tempat isolasi terpusat di masing-masing desa dan kecamatan yang berjumlah 216, dan terakhir membentuk satgas oxygen yang memantau ketersediaan O2 di Rumah Sakit dan Puskesmas.

Hadir juga Kasdim 1606/Lobar, Sekda Lobar H. Baehaqi, Kepala OPD terkait dan para camat. (And)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed