by

Canangkan Sekolah Hijau Nol Dedoro SMPN 2 Kuripan Galakkan Penghijauan


Lombok Barat. Suaragirimenang.com – Penanaman pohon di SMPN 2 Kuripan terus digalakkan, baik sebagai peneduh maupun fungsi penghijauan. Kegiatan ini dilakukan berbasis kemitraan . Adapun tanaman peneduh yang ditanam diantaranya pohon nagka.
Sedangkan pohon peneduh tetapi berbuah manis yakni pepaya. Selain itu juga sekolah memanfaatkan lahan dengan tanaman apotek hidup misalnya kunyit, laos, daun sirih, dan lidah buaya. Tanaman apotek hidup ini akan di kelola oleh siswa. Hasil dari tanaman tersebut, mitra sekolah sudah siap untuk membeli sebagai bentuk membangun kemitraan.
Semua tanaman ini tersebar di beberapa titik di kawasan sekolah.
“Semoga tanaman ini bisa tumbuh dengan baik dan menjadi kenangan yang bermanfaat,” Kata H. Karnaen Kepala SMPN 2 Kuripan Senin, (30/).
Ia mengatakan sudah saatnya sekolah mengoleksi berbagai tanaman lokal dalam rangka menjaga dan melestarikan sumber daya lokal yang ada serta mendukung sekolah hijau, nol dedoro yang sedang di galakkan pemerintah daerah Kabupaten Lombok Barat.
Dikatakannya bahwa luas areal lahan penanaman pohon pepaya dan pohon nangka seluas 15 are. Sedangkan luas areal apotek hidup sekitar 5 are. Penanaman pohon pepaya jenis California sebanyak 100 pohon dan pohon nangka sebanyak 25 pohon. Penanaman pohon ini, sekolah bekerjasama membangun kemitraan dengan tenaga profesional.
” Sekolah sedang mempersiapkan program sekolah adiwiyata mitra dengan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lombok barat.
Semoga ihtiar ini mempercepat sekolah kami menjadi sekolah Adiwiyata dan yang lebih penting dari itu sekolah kami juga turut andil dalam memanfaatkan dan melestarikan fungsi lingkungan, “katanya.

Lebih jauh Karnaen mengatakan bahwa dalam upaya mendukung konsep nol dedoro itu, sekolah ini termasuk yang ditunjuk menjadi digitalisasi bank sampah melalui gerakan beriuq to digital. Gerakan ini melibatkan siswa, dimana pilot project program menabung dengan sampah ini sangat bermanfaat bagi siswa. Siswa yang mengumpulkan sampah dilingkungan sekolah dibayar melalui rekening siswa itu sendiri.
” Program kejar (rekening pelajar) . Tabungan siswa berbasis sampah. Terimakasih kepada Pemda Lobar dan Bank BNI yang telah memberikan kepercayaan kepada sekolah kami,”katanya.

Sementara itu, Bupati Lombok Barat H. Fauzan Khalid memberikan apresiasi kepada sekolah yang menggalakkan penghijauan. Gerakkan penghijauan ini melibatkan sekolah. Tujuannya untuk membangun kesadaran dan tanggungjawab pelestarian lingkungan hidup yang ramah, sehat, dan harmonis sekaligus bernilai ekonomi.
“Kita hijaukan Lombok Barat ini melalui sekokah hijau dan program pohon pengantin,”katanya.
Fauzan mengatakan pemerintah daerah mendukung upaya Pemprov NTB dengan program yakni ijo Nol Dedoro. Ada dua makna yang subtansif. yakni ijo berarti hijau, nol dedoro berarti ketidaaan sampah. Hal ini merupakan gerakan bersama pemda dan masyarakat serta lingkungan sekolah. (Red)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed