by

Penutupan SKPP 2021 Bawaslu NTB,Bupati Fauzan : Proses Pemilu yang Baik,Akan Menghasilkan Pemimpin Yang Baik

Lombok Barat. Suaragirimenang.com – Bupati Lombok Barat H.Fauzan Khalid menghadiri penutupan Sekolah Kader Pengawas Partisipatif (SKPP) tingkat dasar yang digelar Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) NTB, berlangsung di Hotel Aruna Senggigi Kecamatan Batulayar Kabupaten Lombok Barat, Jum’at (3/9).

Ketua Bawaslu Provinsi NTB Muhammad Khuwailid menyebut tujuan SKPP tingkat dasar tahun 2021 untuk dipersiapkan sebagai pengawas partisipatif. Dan kemudian setelahnya para peserta diharapkan menjadi aktor perubahan perspektif, perubahan prilaku dalam masyarakat.

“Pemilu itu supaya kembali kepada spirit pada nilai-nilai ibadah bukan rutinitas kenegaraan yang diselenggarakan lima tahunan,” katanya.

Pemilu itu tidak bisa dipandang sebuah kompentisi tapi harus diberikan nilai satu bentuk kebaikan, karena yang dilakukan memilih pemimpin yang baik, terangnya.

“Dengan proses pemilu yang baik maka akan melahirkan pemimpin yang baik, dan pemimpin yang baik memberikan dampak untuk kesejahteraan masyarakat,” cetus Khuwailid.

Lanjut dikatakannya Sekolah Kader Pengawas Partisipatif (SKPP) ini merupakan angkatan ke-tiga di NTB. Pelaksanaan digelar selama tiga hari mulai tanggal 1-3 September 2021. Dan diikuti oleh 100 orang peserta dari kabupaten/kota se-Pulau Lombok.

Sementara pada kesempatan itu Bupati Lombok Barat H. Fauzan Khalid mengajak seluruh peserta sekolah kader pengawasan partisipatif untuk berprilaku partisipatif, karena menurutnya itu sangat penting dalam banyak hal termasuk yang dilihat secara langsung yang tidak berpengaruh terhadap kita.

“Kalian semua dilatih dikumpulkan sekarang ini untuk aktif partisipatif dalam konteks pengawasan pemilu,” ujarnya.

Maka dengan sekolah partisipatif saja tidak akan selesai. Untuk itu diharapkan peserta sekolah partisipatif dapat menularkan ilmunya kepada teman, masyarakat, kerabat, dan tetangga.

“Sekolah partisipatif itu mengandaikan kita itu aktif, aktif tidak hanya niat tapi juga kata-kata dan perbuatan,” sebutnya.

Kemudian, Mantan Ketua KPU NTB dua periode itu mengajak memanfaatkan ketahuan dalam kepemiluan dalam konteks pengawasan.

“Bagi seorang pengawas frame berpikirnya harus negatif untuk mengawasi peserta pemilu, dalam proses pemilihan supaya proses kecurangan yang dilakuakn itu dapat diantisipasi,” katanya.

Termasuk Bawaslu diharapkannya dapat berkolaborasi dengan Kesbangpol dan Dinas Pendididkan untuk dapat masuk di sekolah-sekolah yang ada di Lombok Barat.

Peserta sekolah pengawas partisipatif diharapkan untuk lebih meningkat supaya menjadi agen dalam konteks mengawasi pemilu.

“Sehingga pemilihan betul betul jujur dan adil,” cetusnya (ddy/Pro)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed