by

Perbanyak Antraksi Budaya, Dispar Gelar Pelatihan Pemandu Outbound

-Nasional-191 Views

Lombok Barat. Suaragirimenang.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Barat melalui Dinas Pariwisata (Dispar) menggelar kegiatan pelatihan bagi para Pemandu Wisata Budaya Outbond untuk 20 desa se-Lombok Barat.

Pelatihan yang melibatkan lima penyedia jasa yang bergerak di bidang outbond dan 40 orang dari 20 desa se Lombok Barat itu akan berlangsung selama tiga hari ke depan dan dibuka langsung oleh Bupati Lobar H. Fauzan Khalid didampingi Kepala Dinas Pariwisata Lombok Barat
bertempat di Hotel Puri Sharon, Rabu (8/9).

Kepala Dinas Pariwisata H.Saepul Akhkam mengatakan kegiatan pelatihan outbond merupakan upaya Dispar untuk memperkaya antraksi kepariwisataan di destinasi – destinasi wisata yang ada di Lombok Barat.

Selain itu, tambahnya, juga untuk penciptaan antraksi yang berbasis alam dengan tidak melupakan basis kultur budaya di tempat masing-masing desa karena menurut Akhkam itu menjadi modal utama.

Melalui pelatihan nantinya bukan hanya menyajikan antraksi permainan saja namun bagaimana menyenangkan khazanah sosial budaya yang dimiliki desa-desa yang ada di Lombok Barat, paparnya.

“Etnitas mereka itulah yang fundamental yang kita jual,” katanya.

Senggigi itu, sambungnya, sebagai motor penggerak Pariwisata di Kabupaten Lombok Barat bahkan di NTB, tidak lagi hanya menyajikan alam namun banyak sekali seni budaya dan kuliner bahkan spot-spot alam.

untuk itu bagaimana pelaku wisata nantinya bergerak untuk kontestasi memperbanyak antraksinya.

Disebutkan Akhkam dari 60 desa wisata yang ada di Kabupaten Lombok Barat Dispar sudah melakukan pemetaan dan melakukan pendampingan bahkan katanya sudah mengarah pada pendampingan potensi, dan mengupayakan semua dapat berkembang.

“Dari 60 desa wisata ada 20 yang berpotensi untuk dikembangkan menjadi destinasi wisata outbond,” sebut Akhkam.

Bahkan harapannya kegiatan semacam ini dapat berkelanjutan dan ditindaklanjuti dengan pola-pola pendampingan.

Akhkam menjelaskan kegiatan pelatihan Outbond anggarannya bersumber dari Kementerian Pariwisata melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) non-fisik tahun 2021.

“Usai kegiatan pelatihan outbond ini akan ada lagi dua pelatihan lanjutan terkait pengolahan sampah di tempat atau destinasi wisata-wisata yang ada di Lombok Barat,” pungkasnya.

Sementara, Bupati Fauzan Khalid mengatakan kegiatan pelatihan Pemandu Wisata Budaya seperti ini sangat penting diadakan.

Untuk itu ia minta pemandu wisata mulai pada diri sendiri bukan orang lain.

“Kita sering merasa lemah dan tidak bagus tapi kita merupakan bagian yang memberikan kontribusi terhadap ketidak bagusan itu,” katanya.

Lanjut dikatakannya, masing-masing destinasi diharapkan Fauzan berlomba-lomba menjadi yang terbaik dan terdepan tanpa harus saling menjatuhkan atau saling menarik.

“Bersaing antar desa itu untuk bergerak maju bukan berusaha menjatuhkan orang, selain itu jangan saling menarik dan mencari kelemahan outbond desa lain,” ujarnya.

“Seharusnya kita saling sanjung,” ajaknya.

Pemda, katanya, dengan segala kemampuan akan memperhatikan. Kalau belum itu bukan berarti tidak diperhatikan. Bisa jadi itu persoalan anggaran dan persoalan aturan.

Untuk itu ia berharap peserta pelatihan agar manfaatkan sebaik-baiknya supaya nantinya dapat diterapkan di desa masing-masing, sehingga semua maju.

“Dan pemandu outbond dapat memberikan inspirasi bagi wisata outbond yang dikelola masing-masing,” cetus Fauzan (ddy/ Pro)

News Feed