by

Dispar Lombok Barat Ajak Studi Tiru Peserta Pelatihan Kebersihan ke Desa Batu Kumbung

-Nasional-143 Views

Lombok Barat. Suaragirimenang.com – Merupakan hari terakhir kegiatan pelatihan kebersihan Lingkungan Sanitasi dan Pengelolaan Sampah di Destinasi Wisata yang digelar Dinas Pariwisata Kabupaten Lombok Barat selama tiga hari.

Para peserta di hari terakhir, Minggu, (12/9) diajak turun langsung ke lapangan untuk melihat bagaimana cara memilih dan memilah sampah organik dan non-organik serta melihat hasil pupuk organik cair yang dihasilkan oleh sampah dan budidaya ikan yang pakannya hasil dari sampah itu sendiri.

Studi Tiru memilih tempat di Dusun Pondok Buak, Desa Batu Kumbung, Kecamatan Lingsar.

Desa ini merupakan binaan Sri Susanti yang tidak lain salah satu pemateri menyangkut sampah organik dan H.Fathullah dari Lombok Ocean Care yang menangani khusus sampah non-organik.

Peserta yang berjumlah 40 orang tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Bidang Ekonomi Kreatif Dinas pariwisata Lombok Barat Sumasno.

‘’Ini hari terakhir pelatihan, jadi peserta kita ajak belajar ke lapangan di mana Desa Batu Kumbung ini sebagai desa wisata dan sebagai pusat budidaya ikan,” kata Sumasno.

Kita manfaatkan waktu sebaik baiknya untuk melihat bagaimana mengolah sampah organik dan anorganik serta melihat langsung magot (ulat) sebagai pakan ikan, lanjutnya.

“Maka hal-hal baik kita bawa pulang jika ada kurang kita sharing ilmunya ,” kata Sumasno lagi.

lanjut dikatakan Masno, setelah mengikuti kegiatan pelatihan, para peserta diharapkan bisa mengaplikasikannya pada lokasi destinasi wisata yang mereka kelola nantinya. Utamanya sampah yang dihasilkan masing-masing desa wisata. Untuk dapat memberikan dampak yang besar, selain bernilai ibadah juga untuk keamanan dan kenyamanan wisatawan lokal dan mancanegara.

“Dan Ibu Bapak inilah menjadi penggerak di desa masing-masing. Tidak usah ragu karena ada nilai ibadah apalagi terkait kebersihannya,” ucap mantan Kepala Sekolah SMAN 2 Narmada ini.

Dikatakan, Dispar siap berkolaborasi dengan semua pihak agar multiplier effects nya dapat dirasakan.

“Sampah dapat memberikan nilai tambah bagi ekonomi masyarakat dan diharapkan mendapatkan keberkahan,” paparnya.

Dalam pelatihan juga disampaikan beberapa materi untuk memanfaatkan kemajuan tenologi saat ini. Terlebih dalam upaya mempromosikan destinasi-destinasi dan produk yang ada di Kabupaten Lombok Barat. Dinas Pariwisata sendiri akan berusaha mendampingi bagaimana caranya semua destinasi wisata di Lobar maju dan berkolaborasi menangani masalah besar yaitu sampah yang masih menjadi masalah semua pihak termasuk Dispar.

Sementara Sri Susanti selaku pendamping lapangan mengatakan Dispar Lombok barat bukan dinas yang menangani sampah namun kepedulian tentang sampah luar biasa dan itu perlu diapresiasi dan dapat ditiru oleh dinas lainnya di Kabupaten Lombok Barat.

Kades Batu Kumbung H.Wira Adi Saputra saat menyambut para peserta mengatakan selamat datang di Desa Pondok Buak, Desa Batu Kumbung Lingsar katanya.

“Jika nanti saat studi tiru ada kekurangan saya harap disampaikan kemudian akan menjadi evaluasi kami,” katanya.

Jadi kalau ada yang baik silahkan bawa pulang jadi bahan masukan desa masing-masing. Kalau ada yang kurang baik silahkan sampaikan jadi evaluasi kami karena kami juga baru, harapnya.

“Desa kami masuk menjadi desa wisata pada tahun 2020 tahun lalu yang di-SK-kan oleh Dinas Pariwisata Lombok Barat,” Ujar Wira Adi Saputra.

Kemudian usai melakukan studi tiru ke Desa Batu Kumbung peserta kembali ke hotel untuk acara penutupan. Penutupan langsung oleh Kepala Dinas Pariwisata Saepul Akhkam.

Dalam sambutannya Akhkam berharap para peserta mengaplikasikan ilmunya di destinasi wisata masing-masing. Dengan pendekatan secara masif untuk membangun kesadaran yang lebih kuat lagi di masyarakat.

Dan untuk di ketahui, kata Akhkam, saat ini TPA yang ada di Kebun Kongok tidak lagi mau menerima sampah yang tidak terpilah. Maka melalui kesempatan itu ia harapkan mulai dari awal pemilahan sampah organik anorganik harus dilakukan dan dipraktekkan.

“Desa Batu Kumbung itu kita jadikan pilot projek untuk desa-desa lainnya di Kabupaten Lombok Barat,” jelasnya.

Untuk itu ia mengajak para pemerhati sampah untuk dapat membina dan membimbing desa lainnya selain Desa Batu Kumbung.

Ke depan kegiatan pelatihan kalau memungkinkan Akhkam upayakan akan digelar di luar hotel. Tidak lagi di hotel tapi di lapangan langsung.

“Kita akan coba atur dan dari aturan membolehkan karena Dispar di tengah sulit setahun yang lalu masih dipercaya oleh pemerintah pusat dalam mengelola Dana Alokasi Khusus (DAK) non fisik untuk kegiatan pelatihan,” pungkasnya.
(Ddy/Pro)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed