by

Distan Lobar Gelar Rapat Koordinasi Terkait Pengembangan Komoditi Ekspor

Lombok Barat. Suaragirimenang com – Dinas Pertanian Lombok Barat (Distan Lobar) melakukan rapat koordinasi terkait pengembangan komoditi ekspor seperti Kopi, Porang dan Madu Trigona.

Rakor tersebut yang dipimpin Bupati Lobar H. Fauzan Khalid dan jajaran Distan Lobar serta penyuluh Pertanian lapangan selanjutnya akan ditindaklanjut ke para petani di Lombok Barat, berlangsung di Aula Kantor Distan Lobar, Rabu (6/10).

Kadis Pertanian Lobar H. Muhur Zokhri mengatakan, Lombok Barat ini sangat potensial dengan sumber daya alamnya untuk bisa mendukung program Pemerintah dalam hal ini Gerakan Tiga Kali Ekspor (Geraptek).

“Kalau melihat kondisi lahan-lahan kita di wilayah utara dan wilayah selatan untuk lahan kering kita cukup luas tidak kurang dari 24 ribu Ha dan ini hampir semua termasuk secara teknis itu adalah lahan-lahan yang produktif,” katanya.

Mantan Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Pertanian (Kabid PSP) Distan Lobar ini juga menyebut, bahwa untuk komoditas-komoditas unggulan Lombok Barat di kawasan-kawasan ini cocok untuk dikembangkan.

“Dari data tahun 2020 misalnya untuk kopi kita yang sudah dibudidayakan kurang lebih sekitar 721,81 Ha dengan jumlah produksi 365,20 ton yang sudah ada, baik itu di kebun dan di Hutan Kemasyarakatan (Hkm). Kemudian untuk Porang tercatat datanya 876 Ha dengan jumlah produksi 2.492,9 ton dan untuk madu trigona jumlah petaninya mencapai 298 orang dengan stup 10.059 buah,” jelasnya.

Dengan melihat potensi-potensi kata dia, tentu harus menangkap potensi ini. Sehingga jajaran Distan Lobar mulai dari Kepala Dinas sampai ASN di Lapangan selalu didorong.

“Sekarang kita tidak hanya berpikir monoton saja. Artinya penyuluh-penyuluh kita tidak hanya bekerja untuk membina di lahan sawah untuk tanaman padi, palawija dan lainnya. Tetapi kira arahkan juga kepada komoditas ekspor ini yang nilai ekonominya justru jauh lebih tinggi,” terangnya.

Dia juga akan terus berkoordinasi baik di tingkat Pemerintah Daerah Kabupaten, Provinsi maupun di tingkat Pusat. Bahkan pihak dinas sering koordinasi dengan Pemerintah Pusat yakni Kementerian Pertanian Republik Indonesia.

“Terkait dengan rencana kita untuk pengembangan komoditi ekspor ini tentu menjadi atensi kita bersama. Pertama kita sudah ditekan untuk melakukan eskpor tiga kali dengan mengambil sikap beberapa komoditi ekspor yang sangat dibutuhkan oleh negara-negara lain seperti kopi, porang dan madu trigona,” ujar Asisten I Setda Lobar Rusditah

Dia menyebut, salah satu komoditi seperti madu trigona memang sekarang difokuskan betul untuk peningkatan pembinaan kepada para petani madu. Termasuk juga para petani kopi dan porang.

“Penekanan kita tadi adalah keberadaan dari pada hasil produksi kita. Kalau sudah hasil produksi ini kita hitung, kemudian hitung-hitungan itu harus jelas mulai dari berapa produksi kita, berapa keberlanjutan ekspor kita dan sebagainya. Termasuk berapa kebutuhan di dalam untuk kebutuhan masyarakat, jangan sampai semua kita jual,” katanya.

Dia juga menambahkan, termasuk akan dibangun pabrik porang dan memang sudah mulai ada kunjungan untuk persiapan investasi sehingga sudah jelas bahwa 99 persen akan membangun di Kabupaten Lombok Barat di wilayah Kecamatan Lembar yang akan menjadi lokasi menurut RT/RW.

Sementara itu Bupati Lobar H. Fauzan Khalid mengatakan, untuk mendukung komoditi ekspor meminta Dinas Pertanian jangan banyak bekerja di kantor tetapi datangi para petani, para peternak dan datangi potensi-potensi anak muda yang bisa diarahkan untuk yang bisa diarahkan untuk mendongrak sektor pertanian dan sektor perternakan.

“Pak Kadis perlu buat SOP internal kalau teman-teman ini kalau turun ke bawah gimana pertanggungjawabannya supaya kita tidak anggap dia kelayapan,” pinta bupati.

Pada kesempatan itu bupati menceritakan kunjungannya ke Menteri Pertanian Dr H. Syahrul Yasin Limpo beberapa bulan yang lalu untuk berdiskusi beberapa potensi pertanian yang bisa dikembangkan di Kabupaten Lombok Barat.

“Salah satu yang saya sampaikan ke Pak Menteri Pertanian RI adalah memanfaatkan potensi-potensi tanah negara dalam hal ini hutan rakyat. Di depan Menteri saya sampaikan kalau hutan rakyat itu bisa dimanfaatkan dengan maksimal. Jangankan satu hektare, setengah hektare untuk satu Kepala Keluarga (KK) saya yakin sekali kalau dimaksimalkan mampu mengkuliahkan dua sampai tiga anaknya,” tutupnya. (And/Pro)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed