by

Lombok Barat Peringati Hari Santri

Lombok Barat. Suaragirimenang.com – Bupati Kabupaten Lombok Barat (Kab Lobar) H. Fauzan Khalid bersama Kapolres Lobar AKBP Bagus Satria Wibowo SIK, Ketua DPRD Lobar Hj Nur Hidayah, Kakan Kemenag Lobar H. Jalalussayuthy, Asisten I Setda Lobar Agus Gunawan, Asisten III H. Ilham, beberapa Kepala OPD Lobar, tokoh agama dan tokoh masyarakat mengikuti Upacara Peringatan Hari Santri 22 Oktober 2021 bertempat di Lapangan Kantor Kemenag Kab. Lobar, Jumat, (22/10).

Upacara dimulai pukul 08.00 Wita. Bertindak selaku Pembina Upacara Dandim 1606/Mataram Kolonel Arm Gunawan, S.Sos.,M.T,. turut menjadi peserta Upacara Hari Santri segenap karyawan Kemenag Lobar, Pengawas Madrasah, Kepala Sekolah Madrasah Aliyah, Tsanawiyah dan Ibtidaiyah di Lobar, Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) dan Penghulu di Lobar, Santri dari Madrasah Pondok pesantren yang berada di sekitar Kantor Kemenag Lobar.

Dalam upacara tersebut juga dibacakan Ikrar Santri, menyayikan lagu Mars Hari Santri Nasional dan Penyerahan Izin Operasional Pondok Pesantren dan TPQ di Kab. Lobar.

Dandim 1606/Mataram Kolonel Arm Gunawan, S.Sos.,M.T, dalam amanat Pembina Upacara membacakan Amanat Menteri Agama RI Yaqut Cholil Qoumas mengatakan, Presiden Joko Widodo melalui Keputusan Presiden Nomor 22Tahun 2015 telah menetapkan tanggal 22 Oktober sebagai Hari Santri.

Penetapan 22 Oktober merujuk pada tercetusnya “Resolusi Jihad” yang berisi fatwa kewajiban berjihad demi mempertahankan kemerdekaan lndonesia. Resolusi Jihad ini kemudian melahirkan peristiwa heroik tanggal 10 Nopember 1945 yang kita peringati sebagai Hari Pahlawan.

Lebih jauh Kolonel Arm Gunawan mengatakan, sejak ditetapkan Hari Santri maka setiap tahun rutin diselenggarakan peringatan Hari Santri dengan tema yang berbeda.

Untuk peringatan Hari Santri Tahun 2021 ini mengangkat tema Santri Siaga Jiwa Raga.

“Kita patut bersyukur karena dua tahun lalu menjelang peringatan Hari Santri 2019, kaum santri mendapatkan ‘kado istimewa’ berupa pengesahan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren. Undang-Undang tentang Pesantren ini berfungsi sebagai rekognisi, afirmasi, dan fasilitasi bahwa pesantren tidak hanya mengembangkan fungsi pendidikan, tetapi juga mengembangkan fungsi dakwah dan fungsi pemberdayaan masyarakat,” katanya.

Sedangkan Peringatan Hari Santri Tahun 2021 ini, kalangan pesantren kembali mendapatkan ‘kado indah’ dari Presiden Joko Widodo berupa Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2021 tentang Pendanaan Penyelenggaraan Pesantren. Peraturan Presiden ini secara khusus mengatur tentang dana abadi pesantren yang dialokasikan dalam upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia pendidikan pesantren. (Bdi/Pro)

News Feed