by

Capaian ODF di Kabupaten Lombok Barat Diminta Selesai Sebelum HUT NTB

-Nasional-66 Views

Lombok Barat. suaragirimenang.com– Bupati Lombok Barat H.Fauzan Khalid didampingi Kepala Badan Perencana Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Lombok Barat Sesuai dengan amanat RPJPN 2005–2025 dan RPJMN 2020-2024 melaksanakan acara Penguatan Strategi Percepatan Open Defecation Free (ODF) di Kabupaten Lombok Barat bertempat di Hotel Jayakarta Senggigi. Senin, (22/11).

Pemerintah melalui program pembangunan nasional Sistem Layanan Sanitasi Berkelanjutan diwujudkan melalui Program Percepatan Pembangunan Sanitasi Permukiman (PPSP) yang diterjemahkan menjadi 5 arah kebijakan yakni peningkatan kapasitas institusi dalam layanan pengelolaan sanitasi, peningkatan komitmen kepala daerah untuk layanan sanitasi berkelanjutan, pengembangan infrastruktur dan layanan sanitasi permukiman sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan daerah, peningkatan perubahan perilaku masyarakat dalam mencapai akses aman sanitasi dan pengembangan kerjasama serta pola pendanaan.

Program ini diharapkan dapat memberikan manfaat yang lebih nyata dan lebih besar lagi bagi pembangunan sanitasi sesuai dengan target capaian sanitasi dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024 yaitu 90% akses layak air limbah (termasuk 15% akses aman), 0% Buang Air Besar Sembarangan (BABS) di tempat terbuka, dan 100% sampah perkotaan terkelola dengan baik (20% pengurangan sampah dan 80% penanganan sampah). Kegiatan ini juga berrtujuan sinkronisasi program strategis dari masing masing OPD dan lembaga non Pemerintah serta memicu keterlibatan dunia usaha dalam isu sanitasi di Kabupaten Lombok Barat.

Hal itu disampaikan Kepala Bappeda H. Akhmad Saikhu, SE,MM dalam laporannya. Dikatakan juga Saikhu fokus utama program PPSP 2020-2024 adalah kegiatan implementasi untuk peningkatan akses dan layanan sanitasi berkelanjutan yang akan menjadi jawaban terhadap tantangan pembangunan sanitasi menuju akses aman pada tahun 2030.

Dikatakan juga Strategi Sanitasi Kabupaten (SSK) Lombok Barat berisi visi, misi, dan tujuan pembangunan sanitasi Kabupaten Lombok Barat berikut strategi-strategi pencapaiaannya. Pembangunan sanitasi di Kabupaten Lombok Barat juga harus diupayakan dapat dilaksanakan secara terpadu dengan dukungan dari semua pihak baik pemerintah provinsi, pemerintah pusat, sektor swasta maupun sumber pembiayaan lainnya, agar lebih efisien, efektif dan memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi seluruh masyarakat.

Mantan Kepala Dinas Dispenda itu juga sebutkan saat ini angka ODF atau Stop Buang air Besar Sembarangan (SBS) di kabupaten Lombok Barat adalah 98,1%, sehingga Kabupaten Lombok Barat masih memiliki tanggung jawab sebesar 1,9%.

Persentase ini katanya tersebar di 9 Desa yang berada di 6 Kecamatan wilayah Kabupaten Lombok Barat. Dari data terakhir yang diperoleh, terdapat 4 desa yang memiliki persentase ODF di bawah 85% yaitu di antaranya Desa Mereje, Kuripan Utara, Mereje Timur dan Sekotong Timur, sedangkan 5 desa yang lainnya sudah berada pada angka di atas 85%.

Sementara Itu, Bupati H.Fauzan Kahalid saat menyampaikan arahannya desa-desa yang masih di bawah 100 pesen ODF nya diharapkan terus maksimal untuk dapat menuntaskan persoalan sanitasi di masyarakat sebelum Ulang Tahun NTB pada tanggal 17 Desember mendatang.

Selain itu ia juga minta para kades aktif untuk berkoordinasi dengan OPD lain, stakeholder lain untuk memperkuat perencanaan strategi implementasi perencanaan di lapangan.

“Silahkan teman-teman kades maksimalkan kemampuannya. Pemerintah akan supprot asalkan Pemerintah Desa sanggup,” kata Fauzan.

Selanjutnya di akhir sambutannya ia kembali menekankan kepada 9 Desa yang masih di bawah 100 persen supaya pada tahun 2022 sesuai komitment bersama Kabupaten Lombok Barat mencapai ODF.

“Kepala Bappeda silahkan atur jadwalnya. Tidak hanya sekedar deklarasi nantinya tapi bebas ODF,” cetus Fauzan (Ded/Pro)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed