by

Gabungan LSM Kab. Lombok Barat Kembali Menyuarakan Persoalan Aset Pemda Di Wilayah Seteluk dan Desa Bagek Polak

Lombok Barat. Suaragirimenang com – Ketiga kalinya Aksi Damai yg di lakukan koalisi LSM Se Kab. lobar mendatangi Kejari Mataram terkait lambannya penanganan Kasus Aset Pemda Lombok Barat yg ada di dua Desa.
Menurut Al Haetami salah satu Orator meminta Kejari Mataram segera menuntaskan beberapa aduan masyarakat selama setahun ini dan juga kasus-kasus yang sudah dilaporkan masyarakat seperti aset senteluk dan aset bagek polak, sampai saat ini belum ada kejelasan dan hanya sedang proses.

“Lama-lama kami hilang kesabaran serta kepercayaan terhadap Kejari Mataram untuk menuntaskan aduan-aduan masyarakat, setiap 3 bulan kami melakukan aksi damai tapi jawaban yang kami terima selalu dalam proses” imbuhnya.

Ditambahkan Asmuni, Seorang oknum kepala desa  di Kabupaten Lombok barat diduga terindikasi telah menjual aset milik daerah berupa tanah seluas 3757 are
Hal tersebut disampaikan oleh Asmuni saat aksi di depan Kejari mataram, kamis (09/12/2021).
Ia menyampaikan bahwa kasus ini sudah d laporkan oleh masyarakat labuapi pertanggal 4 Oktober 2019,hampir 3 tahun lamanya proses hukum atas kasus tersebut sampai hari ini belum ada kejelasan yang pasti.

Asmuni mengungkapkan kasus penjualan aset milik daerah itu telah terjadi sejak 3 tahun,maka kedatang kami kekejari Mataram hari ini, ingin tau sejauh mana penangan kasus tersebut,apakah sudah masuk ketahap  penyidikan ,atau masih dalam proses penyelidikan oleh teman-teman Kejari.

Kami duga bahwa atas kasus raibnya aset yang berlokasi di desa bagek Polak tersebut, daerah Lombok barat mengalami kerugian sebesar Rp.925.000.000 ,atas nilai taksir harga 25.000.000/areanya di kali 3756M2.

Kalau terkait alat bukti dalam hal ini ,tentu kami sudah berikan kepada kejaksaan negeri mataram,atas semua dokumen termasuk akte jual beli yang sudah di notariskan oleh oknum- oknum yang terlibat tentunya atas terjualnya obyek tersebut.

Ketum LSM EDUKASI (Yusri) menuturkan akan kembali menggelar aksi kalau sampai apa yg kami suarakan hari ini belum juga di indahkan, ini kami datang sudah kesekian kali, karna kami putra daerah Lobar mengingkin para oknum2 penjual aset daerah menerim ganjaran setimpal dengan perbuatannya, tutupnya. ( Red)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed