by

Bupati Fauzan harapkan Simposium Guru Penggerak Jadi Inspirasi Guru dan Murid

Lombok Barat. Suaragirimenang.com – Sebanyak 71 Guru Penggerak di Kabupaten Lombok Barat menggelar Simposium angkatan 2 tahap 3 yang difasilitasi oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lombok Barat bertempat di Hotel Aruna, Senggigi, Kecamatan Batulayar, Selasa (22/2).

Kegiatan tersebut dihadiri Bupati H.Fauzan Khalid bersama Asisten I Setda Kabupaten Lombok Barat H. Agus Gunawan.

Dalam sambutannya Bupati H.Fauzan Khalid kepada seluruh Guru Penggerak di Kabupaten Lombok Barat mengharapkan agar melakukan sinergi dan berkolaborasi dengan semua stakeholder baik itu siswa, wali murid, pemangku kebijakan dan satuan pendidikan lainnya.

Karena jika pemangku kepentingan bersatu dengan Guru Penggerak maka akan jadi tranformasi atau perubahan pada pendidikan. Terlebih Guru Penggerak dapat menggerakkan siswa siswinya menjadi pelopor di setiap sekolah seperti di bidang kebersihan, katanya.

Pada tranformasi itu sendiri, sambungnya, tidak hanya diharapkan ada perubahan tapi tranformasi itu ada kata lain yang lebih di dalamnya termasuk konteks sistem pembelajaran dan sistem hubungan dengan guru lainnya.

“Dengan sinergitas itu tentu akan menghasilkan suatu transformasi,” cetusnya.

Pada kesempatan itu juga bupati dua periode itu ‘menantang’ para Guru Penggerak untuk melakukan pembelajaran di sekolah masing-masing dengan

mengajarkan anak didik Bahasa Ingggris, Bahasa Arab dan Bahasa Cina (Mandarin).

Dikatakan Fauzan, saat ini Bahasa Inggris menjadi bahasa dunia. Namun untuk lima tahun ke depan diprediksikan Cina akan berkuasa mengalahkan Amerika sehingga Bahasa Cina itu penting dipelajari.

Kemudian Guru Penggerak juga diminta untuk menjadikan literisasi budaya sebagai hobi. Guru juga diharapkan menjadi pelopor untuk membudayakan literisasi serta bisa bergerak dan menggerakkan orang lain.

Di samping itu, sambungnya, sebagai Guru Penggerak tidak hanya diharapkan bergerak sendiri, kemudian ilmunya bertambah. Namum Guru Penggerak itu diharapkan memberikan inspirasi bagi guru, murid dan satuan pendidikan lainnya.

“Guru Penggerak itu bisa bergerak dan menggerakkan orang lain,” yakin Fauzan.

Sementara itu, Dr.H.Subandi selaku Kepala PPPPTK, PKn dan IPS Kemendikbudristek RI menyebutkan perhatian Pemerintah Pusat kepada Pemerintah Provinsi NTB ini cukup luar biasa mengalahkan kuota yang diberikan ke Pemerintah Daerah Jawa Timur yang dapat hanya tiga Kabupaten yakni Malang, Kota Batu dan Surabaya.

Sementara di NTB hampir semua ada: Sumbawa, Dompu, bahkan Lombok Tengah juga menggelar simposium.

Guru Penggerak dari Lombok Barat angkatan kedua dijelaskan Subandi sebanyak 71 orang dan total di NTB sebanyak 305 orang. Keseluruhan Guru Penggerak angkatan 2 se-Indonesia sebanyak 3.040 orang.

PPPPTK sebagai mitra wilayah untuk Provinsi NTB, Maluku dan Jawa Timur dari angkatan kedua total jumlahnya 632 Guru Penggerak. Dari 632 tersebut terdapat 622 mendapat nilai amat baik, hanya 10 orang yang mendapat nilai baik.

“Memang sudah pantas menjadi kepala sekolah cetus,” Subandi.

Sesuai visi misi Pemerintah tahun 2045 mendatang, lanjutnya, Sumber Daya Manusia (SDM) nya unggul dan berkualitas.

Jadi itu sebabnya pelatihan ini bertujuan bagaimana membangun pendidikan yang berkualitas dan membangun pendidikan dengan sistem supaya anak-anak semakin senang dan prestasinya semakin meningkat.

“Kalau bukan kita siapa lagi, kalau tidak sekarang kapan lagi,” sebut Subandi menyemangati peserta.

Kemudian Subandi juga menyebutkan Menteri Nadiem Makarim dan Dirjen menekankan sinergitas dan kolaborasi iwajib dilakukan.

“Karena membangun bangsa itu butuh sinergitas dan kolaborasi,” pungkasnya.

Sumber : (ProKopi Lobar)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed