by

AELI NTB, Orientasi Anggota Baru Jadi Fasilitator Profesional

Mataram. Suaragirimenang.com – Ketua Dewan Pimpinan Daerah Asosiasi Experiential Learning Indonesi (DPD AELI) Nusa Tenggara Barat, Mujiyanto mengatakan, banyak hal yang bisa dilakukan gabung menjadi anggota AELI, bagaimana kedepannya lebih cepat memperkenalkan AELI ke masyarakat luas, baik di pedesaan, pemerintahan, dunia Pendidikan.

Dengan menjadi anggota AELI, kata Mujiyanto sebagai peluang mendapatkan penambahan ilmu yang dilakukan AELI secara periodik dan rutin melakukan peningkatan kapasitas fasilitator sehingga tamu atau klien akan merasa lebih nyaman.

“Ibarat bisa membawa kendaraan namun tidak memiliki SIM, ini akan membuat ketidaknyamanan,” jelas Mujiyanto saat menggelar acara orientasi anggota baru yang berlangsung di aula kantor Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi NTB. Kamis (24/03/2022).

Kegiatan tersebut dimaksudkan untuk memperkenalkan AELI kepada calon anggota, tentang sejarah berdirinya, praktik ice breaking dan energizer, public speaking, sikap dan tanggung jawab.

“Konsep pembelajaran berdasarkan pengalaman, kita belajar dengan konsep bermain, belajar dengan menyenangkan,” pungkasnya.

Untuk calon anggota baru DPD AELI NTB tahun 2022 yang mengikuti orientasi sebanyak 12 orang yang berlatar belakang dari pegiat pariwisata, edu wisata, pemuda peduli pariwisata, pelaku perjalanan, event organizer, dosen dan berbagai elemen lainnya.

Selama Pandemi, kata pembina AELI NTB, Agus Haryanto, kegiatan Experiential Learning (EL) sangat prospektif, anggota AELI sangat inovatif, kreatif dengan semua keadaan. Dengan pandemi Covid-19 ini diajarkan bagaimana bisa bertahan, AELI memberikan solusi dengan virtual yang bisa diikuti oleh ribuan peserta.

“Dengan bergabung di AELI mengharuskan zero accident, mengedepankan kesehatan. Selama pandemi tetap berkegiatan sesuai dengan standar protokol kesehatan yang ditetapkan pemerintah,” jelasnya

Agus berharap dengan hadirnya anggota baru akan mendukung penuh keberadaan sebagai pendamping desa wisata dalam pengembangan sumber daya manusia.

Sementara itu, senada dikatakan salah seorang narasumber AELI NTB, Sabil Risaldy menegaskan kegiatan orientasi lebih kearah penjaringan anggota baru untuk kemudian mendapatkan tambahan kegiatan sertifikasi yang berstandar dengan meningkatkan kapasitas calon anggota baru.

“Mereka sebagai pelaku EL atau outbound mereka harus memiliki sertifikasi. Dapat memberikan kontribusi dengan lembaga lainnya. EL sebagai metode pembelajaran yang berbasis pengalaman,” jelas Sabil.

AELI sendiri adalah sebuah organisasi penggiat kegiatan luar ruangan yang pada dasarnya adalah tentang pengalaman, implementasinya sendiri adalah kegiatan outbound, pelatihan, pengembangan, dan proses penyembuhan prilaku dengan teknik simulasi. (shy)

News Feed