Kades Wilayah Lembar Sekotong Komitmen Bersama Maksimalkan Program Gamak

Lombok Barat. Suaragirimenang.com – Untuk menurunkan angka pernikahan usia dini dan menuju kabupaten layak anak .Kepala Desa wilayah lembar sekotong menghadiri pertemuan koordinasi dan kerjasama lintas sektor yang di selenggarakan oleh  dinas pemberdayaan perempuan,perlindungan anak,pengendalian penduduk dan KB. Di kantor UPT KB di Desa Jekem. Kecamatan Lembar. Lombok Barat. Kamis ( 09/06/2022)

Dalam giat tersebut hadir sebagai pemateri direktur yayasan tunas alam Indonesia (SANTAI) Suharti dan di damping Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Mustikar.

Dalam pemaparannya suharti menyampaikan keberhasilan Kabupaten Lombok Barat dalam meraih beberapa penghargaan dari kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) anugarah parahita ekapray (APE) tahun 2020 dalam tingkat madya dan kabupaten layak anak (KLA) merupak prestasi yang harus di pertahankan dan terus di maksimalkan .  salah satunya dengan membangun komitmen dengan semua kepala desa sekecamatan sekotong dan lembar dalam upaya melakukan edukasi dan pencegahan terkait kekerasan terhadap perempuan terutama isu perkawinan anak dan perdagangan manusia .

“Kita terus berproses dan berupaya dengan sinergi yang sudah dibangun tidak boleh sampai disni . karena persoalan ini akan terus ada di lingkingan kita “ Kata Suharti

suharti berharap dengan adanya sosialisasi seperti ini, kedepan angka pernikahan usia dini tarsus menurun termasuk kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak semakin

“Berharap lobar makin kuat dan bersinergi serta anak anak semakin terlindungi”

Sementara itu dalam kesempatan tersebut Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Mustikar menyampaikan. Kegiatan tersebut mendorong para pemangku kebijakan seperti kepala desa untuk berbuat dan peduli terhadap persoalan perempua dan anak.

“ Melaui kegiatan ini, kita dorong dan upayakan semua desa memiliki peraturan dan regulasi terkait perlindungan anak , perlindungan perempaun. Sehingga kalua ini sudah ada akan mempercepat terwujudnya kabupatenlayak anak.” Tutur Mustika  

Baca Juga:  Toleransi Umat Hindu Saat CoViD dan Iedul Fitri

Untuk menekan angka pernikahan dini di Lombok barat. Edukasi terus dilakukan kesemua desa. Berdasarkan data dari hingga saat ini dari 119 desa di Lombok Barat. Sekitar 16 Desa yang sudah membuat perdes terkait dengan perlindungan anak.

“ kita dorong terus karena dari tahun 2016 hingga saat ini progress pencegahanya cukup baik dengan program gerakan anti merarik kodek (Gamak) “

Saat ini Lombok barat sudah meraih kategori madya dan sedang menunggu penilaian menuju kategori nindiya dan harapan kedepannya menuju kabupaten layak anak. Lombok Barat bersaing dengan kota mataram dan kabupaten dompu. (Abd)