by

119 Desa Di Lobar Sepakat Berzakat Ke Baznas

Lombok Barat. Suaragirimenang. Com – Guna meningkatkan serapan zakat agar mencapai target 10 milyar per tahun. Badan Amil Zakat Nasional ( Baznas ) Lombok Barat dan Pemerintah Kabupaten Lombok Barat deklarasikan kesepakatan bersama 119 Desa untuk berzakat berdasar Perbup Nomor 41 Tahun 2022 tentang Pengelolaan zakat, infaq, sedekah dan dana sosial keagamaan lainnya di Lingkungan Pemerintahan Kabupaten Lombok Barat.

Berlangsung di Aula Kantor Bupati Lobar, selasa ( 06/09/22 ). Kesepakatan diraih dari hasil musyawarah yang sangat alot karena diwarnai hujan interupsi dan sedikit perdebatan. Namun suasana mencair setelah peserta diskusi mendapat jawaban pihak regulator aturan, disertai kejelasan informasi, dan klarifikasi terkait beberapa perkara yang dipertanyakan.

Ketua Baznas Lombok Barat, TGH.M.Taisir Al Azhar, Lc, S.Ag, MA mensikapi. Kritik, usulan, masukan, dan saran yang mencuat seyogyanya diterima lapang dada sebagai bahan evaluasi atau entri point untuk maksimalkan kinerja, peran dan fungsi kedepan.

” Kebanyakan masukan atas persoalan yang terjadi di kepengurusan Baznas sebelumnya, kalau di periode kami dipastikan nihil masalah, karena kami benar-benar berlaku transparan, teliti, profesional, prosedural, aman secara syar’i, regulasi, dan NKRI. Hampir setiap hari mendisposisi bantuan, dan tetap lakukan penyaluran agar uang tidak mengendap di Rekening,” tegas TGT.

Pada kegiatan sosialisasi tersebut, Tuan Guru yang juga pimpinan Ponpes Assohwah Al-Islamiyah Desa Beleke Gerung ini mengurai landasan hukum, rujukan, dan referensi mengenai kewajiban zakat sesuai perintah agama. Memberi pemahaman mendalam ke semua peserta sehingga dapat dimaklumi dan diaplikasikan secara berjamaah dengan tulus ikhlas dan suka rela.

TGT sebut, kesadaran mengeluarkan zakat kedudukannya dinilai malah lebih fundamental jika dianalogikan ketimbang pajak dengan tanpa mendeskriditkan kewajiban ke Negara. Harus berjalan seimbang, karena aturan, ketentuan, dan peruntukannya jelas. Sampai-sampai Allah berikan ganjaran mulia juga ancaman nyata jika berzakat atau tidak mengingat zakat miliki keutamaan penting dalam keberlangsungan kehidupan umat.

” Zakat kewajiban pada Agama, pajak pada Negara, tidak membayar pajak masuk penjara, tidak membayar zakat masuk neraka,” sentil TGT.

Digambarkan, jika pengumpulan dana zakat bersumber perangkat Desa ini maksimal. Maka estimasi serapan dapat mencapai setengah Milyar per tahun. Tentu angka cukup besar untuk mampu menyentuh para penerima manfaat semakin luas, merata dan berkeadilan.

Dapat membantu Pemda wujudkan kesejahteraan, entaskan kemiskinan, dan kesenjangan sosial. Demi Lobar sejahtera, sehat, peduli, intelektual, mandiri, dan bertakwa. Dari umat, untuk umat, menuju bahagia selamat dunia akhirat.

Diketahui, Perbup diatas sekaligus jadi legalitas atau payung hukum untuk pembentukan UPZ di Desa. Dimana setiap Desa akan menempatkan 3 orang petugas ber-SK dengan skema penyetoran ke Rekening Baznas di Bank NTB Syariah setiap bulan disertakan bukti kwitansi.

Bupati Lobar, H. Fauzan Khalid menambahkan kewajiban zakat merupakan keniscayaan yang berlaku disetiap zaman. Dari sisi aturan agama jelas, apalagi sudah dikuatkan oleh Undang-undang Negara. Jadi tidak ada yang perlu diragukan baik sistem pengumpulannya, pengelolaannya sampai ke proses pentasyarrufan, semua berjalan akuntabel dan dipertanggungjawabkan.

Walaupun pemotongan dianjurkan 2,5 persen. Fauzan tidak ingin zakat kemudian jadi beban. Diangkakan dalam bentuk pandu bukan persen. Pada penerapannya, ia mengambil kebijakan hanya memungut jumlah kecil. Bagi Kepala Desa cukup Rp. 30.000, Sekretaris Desa Rp. 25.000, dan Perangkat Desa Rp. 20.000 saja.

” Dengan nilai yang minim, beri peluang mereka untuk berbagi secara mandiri kepada keluarga, kerabat sahabat, ataupun orang sekitar yang mungkin tidak terjamah Baznas, ” Ungkap Fauzan.

Tujuannya, merangsang semangat Muzakki terlebih dahulu, membuka ruang partisipasi. Jangan berfikir banyak kali sedikit, tapi sedikit kali banyak, harus bertahap.

” Saya tekankan, Baznas juga menyisir keberadaan perusahaan swasta, BUMS dan BUMD, jumlahnya cukup banyak, mereka tidak boleh terlewatkan,” Tandasnya.

Hasby, Kepala Desa Kuripan sangat mendukung terobosan Pemda. Menurutnya, ini gebrakan bagus untuk pemulihan ekonomi terlebih pasca pandemi covid-19.

” Saya senang bisa diajak berfikir dan merenung tentang kebaikan, ini sekaligus jadi pengingat dan tamparan keras, karena aktifitas yang padat membuat kebanyakan kita lupa berzakat, justru terlalu sedikit kalau cuman 30 ribu sekelas Kades, bila perlu 50 ribu juga kami siap, ” cetusnya. ( Irs)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed