by

LSM AMPES Gelar Pelatihan Jurnalis Investigasi Dengan di Hadiri Narasumber Kompeten

Lombok Barat, Suaragirimenang.com – Untuk menambah Sumber Daya Manusia (SDM) dan karakter generasi Bangsa dalam menambah Wawasan ilmu Investigasi, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Sasak Lombok (AMPES) Gandeng narasumber ternama Dr Baehaqi, Sekretaris Daerah (Sekda) Lombok Barat, Kadis Kominfo Lobar, Ketua Majelis Etika AJI Mataram Abdul Latif Apriaman, Kabag Ops Polres Lobar Kompol Dhafid Shiddiq, SH.SIK.MM, dan lainnya hingga acara berjalan lancar di Hotel Puri Saron Senggigi, (10/09/2022).

Ketua LSM AMPES Aldy Muis mengatakan, satu Program kerja yang tertuang dalam AD/ART LSM AMPES yang bertujuan untuk meningkatkan SDM Anggotanya dalam melakukan investigasi dilapangan sehingga bisa menjadi sebuah karya jurnalistik yang benar sesuai ketentuan dan kaedah bahasa Indonesia dan UU Pers.

” Ini untuk penambah semangat generasi penerus Bangsa, meningkatkan SDM, bahkan lebih meningkatkan ilmu pengetahuan Jurnalis investigasi,” Jelas Aldy

Ketua AMPES menambahkan lembaga tersebut bukan hanya berorasi di lapangan saat melakukan Aksi, tetapi melainkan memiliki salah satu Program yang sangat mengedukasi bahkan akan menjadi acara tahunannya.

” Penting meningkatkan SDM Anggota dalam melakukan investigasi dilapangan sehingga bisa menjadi sebuah karya jurnalistik yang benar sesuai ketentuan dan kaedah bahasa Indonesia dan UU Pers,”Tambahnya

Ketua Majelis Etika AJI Mataram Abdul Latif Apriaman, dalam sambutannya mengapresiasi acara LSM AMPES yang menggelar Pelatihan Ilmu Jurnalis Investigasi dan memberikan materi tentang Kode Etik Jurnalis bahwa ini merupakan sebuah benteng ampuh ketika berhadapan dengan Hukum ketika di persoalkan oleh Pemerintah, Masyarakat, dan Perubahan.

” Ini benteng Pertama yang akan di ujikan karya Jurnalistik apakah sesuai dengan penulis Kode Etik Jurnalis, jika sesuai akan dapat perlindungan penuh dari Dewan Pers, Organisasi Pers, kawan Jurnalis,” Tegasnya

Adapun Kode Etik Jurnalis bukan sekedar melindungi wartawan akan tetapi untuk bersama menjaga buah dari kemerdekaan Pers bahkan melindungi masyarakat Indonesia dari perilaku yang tidak bertanggung jawab yang mengatasnamakan Pers.

” Pasal pertama wartawan Indonesia bersifat independen, berimbang, dan tidak beritikad buruk, artinya wartawan harus berniat baik, mendalami isi berita agar tidak terjadi realitas saat ini berita satu sumber dan tidak menjadi ujaran kebencian,” Pngkasnya

Wartawan juga harus menempuh langkah professional dalam melaksanakan tugas jurnalistik dan tidak bertentangan dengan kode etik, sehingga pelatihan Jurnalistik Investigasi ini penting untuk diterapkan agar menjadi pemberitaan yang akurat bersifat Fakta.

” Contoh saja dalam peliputan investasi seperti pembuatan Bakso Tikus, Borak, Penimbunan BBM dan lainnya caranya menggunakan kamera tersembunyi karena ini untuk kepentingan Publik yang harus kita selamatkan agar terhindar dari hal tersebut,”

Wartawan Indonesia tidak membuat berita bohong sadis dan Cabul, disini wartawan juga akan menemukan dengan berita kekerasan Seksual bahakan selain peraturan kode etik ada peraturan penulisan ramah anak dimana wartawan dilarang keras menulis kronologi peristiwa cabul yang akan menimbulkan trauma, tidak menampilkan gambar persitiwa bunuh diri (blur).

” Ketika orang membaca berita terkait bunuh diri, alam bawah sadar tidak bisa di kontrol, jika memorinya dekat dengan bunuh kemungkinan besar orang itu akan melakukan hal tersebut, kita dilarang keras untuk menampilkan gambar Bunuh diri, melihat perasaan keluarga,” Pungkasnya

Dari beberapa pasal tersebut, masih banyak pasal-pasal berikutnya untuk menjaga marwah atau nama baik wartawan dalam melakukan kegiatan jurnalistik investigasi, sehingga berharap kedepan pada mahasiswa maupun Organisasi Pers untuk tetap kokoh dan meluruskan niat baik sebagai Jurnalis agar tidak keluar dari Kode Etik Jurnalis.

” Saya rasa acara walupun digelar selama satu hari terkait pelatihan Jurnalistik Investigasi, ada poin penting yang bisa diambil dalam Pemaparan Kode Etik Jurnalis, semoga ketua AMPES terus membuat Program-program positif seperti ini untuk menambah wawasan bersama,” Tutupnya. (JFN-Aziz)

News Feed