
Eric Tohir saat diwawancarai oleh awak media seusai balapan MotoGP Mandalika. Minggu (11/10/2026)
Suara Giri Menang, Lombok Tengah – Gelaran Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 di Sirkuit Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) sukses besar dengan mengukir sejarah baru dalam dunia balap motor. Selama tiga hari berturut-turut, ajang adu kecepatan ini berhasil menyedot kehadiran 157.875 penonton, angka tertinggi sepanjang sejarah penyelenggaraan MotoGP di Indonesia.
Berdasarkan rilis data resmi Dorna, grafik kunjungan pencinta otomotif terus merangkak naik secara signifikan setiap harinya. Sesi pra-akhir pekan dibuka dengan kehadiran 39.510 penonton, yang kemudian melonjak menjadi 53.296 orang pada hari Sabtu. Puncaknya terjadi pada sesi balapan utama (Race Day) di hari Minggu (11/10/2026), di mana sirkuit dipadati oleh 65.069 orang.
Tren Pertumbuhan Penonton dari Tahun ke Tahun
Akumulasi total 157.875 penonton pada tahun 2026 ini menunjukkan lompatan yang sangat masif jika dikomparasikan dengan musim-musim sebelumnya:
2026: 157.875 penonton (Rekor Baru). 2025: 140.324 penonton. 2024: 121.252 penonton. 2023: 102.929 penonton. 2022: 102.801 penonton
Apresiasi Menpora Erick Thohir dan Dampak Nyata bagi Warga Sekitar
Kesuksesan luar biasa ini mendapat apresiasi tinggi dari Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir. Ia menegaskan bahwa lonjakan penonton ini menjadi pencapaian krusial bagi evaluasi olahraga nasional.
“Luar biasa! Breaking record, 157 ribu penonton! Tepuk tangan untuk kerja keras semua pihak!” ujar Erick dengan penuh antusias saat ditemui langsung di area Paddock Sirkuit Mandalika.
Mantan Menteri BUMN tersebut juga menggarisbawahi bahwa dampak ajang internasional ini tidak sekadar soal balapan, melainkan penggerak utama roda ekonomi daerah lewat sektor pariwisata dan UMKM. Mengutip data dari Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal, Erick membeberkan indikator keberhasilan riil di mana angka kemiskinan di sekitar kawasan penyangga Mandalika sukses ditekan hampir 3 persen, yakni menyusut dari yang semula 14 persen menjadi 11 persen.
Melihat iklim positif ini, Erick sangat optimistis target perputaran uang yang diproyeksikan sebesar Rp5 triliun akan terlampaui dengan mudah. “Target Rp5 triliun saya yakin tembus. Gubernur senang, masyarakat bahagia, dan kemiskinan di area sekitar turun hampir 3 persen. Ke depan, kualitasnya harus terus kita tingkatkan,” cetusnya.
Daya Tarik Pembalap Lokal dan Mancanegara
Atmosfer sirkuit tahun ini terasa jauh lebih hidup berkat kehadiran para pembalap lokal (local heroes) kebanggaan tanah air, seperti Veda Ega Pratama dan Mario Aji, yang memicu gemuruh dukungan dari tribun penonton.
Selain itu, perebutan takhta juara dunia MotoGP 2026 antara Marc Marquez dan Jorge Martin menjadi magnet utama yang menyedot perhatian publik global. Saat ini, Marquez tengah memimpin puncak klasemen sementara dengan koleksi 343 poin, ditempel ketat oleh Jorge Martin di posisi kedua yang mengantongi 339 poin hanya selisih tipis 5 angka. Hingga akhirnya pada saat pelaksanaan Race Jorge martin kembali memimpin puncak klaemen sementara setelah sempat di ambil oleh Marc Marcuez yakni dengan koleksi 355 poin, ditempel ketat oleh Marc Marcuez di posisi kedua yang mengantongi 353 poin hanya selisih tipis 2 angka. Setelah Marco Bezzecchi meraih podium P1 di Mandalika
Tantangan Baru Transformasi Menuju KEK Olahraga Terpadu
Pasca-kesuksesan musim ini, Erick Thohir langsung melempar tantangan baru kepada PT InJourney Tourism Development Corporation (ITDC). Ia mendesak agar fasilitas infrastruktur olahraga di Mandalika segera diperluas demi mengukuhkan statusnya sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Olahraga internasional.
Erick menginginkan agar kawasan ini segera dilengkapi dengan fasilitas olahraga premium yang variatif, mulai dari lapangan golf, arena tenis, fasilitas padel, jogging track, hingga zona logistik khusus (bonded zone) bagi mobil-mobil balap. Seluruh rangkuman hasil positif dan catatan evaluasi matang dari gelaran MotoGP Mandalika 2026 ini dijadwalkan akan segera dilaporkan. ( wni)
