
Kegiatan Senggigi Sunset Show dongkrak Kunjungan Turis Asing.
Suara Giri Menang, Senggigi – Pemerintah Kabupaten Lombok Barat resmi meluncurkan perhelatan seni budaya bertajuk “Senggigi Sunset Show” di Amfiteater Pasar Seni Senggigi, Kecamatan Batulayar. Event mingguan yang dikemas sebagai rebranding dari Festival Senggigi ini diresmikan langsung oleh Wakil Bupati Lombok Barat, Hj Nurul Adha (atau akrab disapa Ummi Nurul ), pada Sabtu malam,(19/9).
Langkah strategis ini diambil sebagai upaya nyata pemerintah daerah untuk menggairahkan kembali industri pariwisata pascapandemi, meningkatkan length of stay (lama tinggal) wisatawan, sekaligus mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) Lombok Barat melalui sektor pariwisata.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati menegaskan bahwa “Senggigi Sunset Show” diproyeksikan menjadi magnet baru yang mampu memikat pasar global. Destinasi ikonik pesisir barat Lombok ini dipastikan akan menyuguhkan hiburan akhir pekan secara konsisten.
“Event hiburan dan pertunjukan seni budaya ini akan menjadi agenda rutin yang diselenggarakan setiap hari Sabtu dan akan berlangsung hingga bulan Desember mendatang”, ujarnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya sinergi kenyamanan lingkungan guna memastikan para turis betah menghabiskan waktu di kawasan wisata andalan tersebut.
Keberhasilan acara ini tidak hanya diukur dari ramainya kunjungan atau tingkat okupansi hotel. Pemkab Lombok Barat menargetkan dampak ekonomi yang lebih panjang dan inklusif bagi masyarakat. Sektor pariwisata Senggigi kini diintegrasikan secara langsung dengan rantai ekonomi hulu seperti produk pertanian lokal, kelautan, peternakan, serta pelaku UMKM agar produk mereka dapat diserap secara maksimal oleh industri perhotelan di kawasan wisata.
Melalui Dinas Pariwisata pemetaan kurasi produk lokal berstandar hotel kini tengah digalakkan bersama pihak terkait. “Kita berharap ramainya Senggigi dan hunian hotel harus berkolaborasi dengan serapan sektor hulu agar dampaknya dirasakan langsung oleh masyarakat dari hulu hingga hilir,” tambah Wabup.
Wabup memaparkan potret struktur ekonomi daerah saat ini, di mana sektor pertanian masih memegang kendali utama dengan kontribusi sebesar 21 persen terhadap pertumbuhan ekonomi Lombok Barat. Sementara itu, sektor pariwisata membuntuti di posisi kedua dengan andil sebesar 12 persen.
Berkaca dari komposisi data tersebut, Pemerintah Kabupaten Lombok Barat melihat peluang besar untuk mengawinkan kedua sektor unggulan ini. Wabup menginstruksikan seluruh jajaran dinas terkait untuk membangun sistem pasokan terintegrasi. Tujuannya agar hotel, restoran, dan pelaku usaha di kawasan Senggigi memprioritaskan penyerapan komoditas lokal mulai dari hasil panen petani, produk peternakan, hingga tangkapan nelayan setempat.
Malam pembukaan “Senggigi Sunset Show” sukses menyedot perhatian ratusan penonton yang terdiri dari masyarakat lokal hingga wisatawan mancanegara. Panggung amfiteater dimeriahkan oleh penampilan memukau dari talenta-talenta lokal, salah satunya Sanggar Anak Padang Mimpi dari Kecamatan Narmada yang membawakan tarian garapan baru seperti Tari Kembang Desa dan Tari Angkat Gawe.
Panggung rutin mingguan ini diharapkan dapat menjadi ruang kreatif yang positif bagi generasi muda sekaligus wadah pelestarian seni budaya Sasak Lombok di tengah gempuran modernisasi pariwisata global. (wni)
