
PPPK Paruh Waktu berkesempatan ikut mencalonkan diri dalam Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak Tahun 2026
Suara Giri Menang, Narmada — Kontestasi Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak Kabupaten Lombok Barat 2026 di Desa Golong, Kecamatan Narmada, dipastikan berlangsung sengit. Pada hari Jumat, 2 Oktober 2026, Dedy Suhirman resmi mendaftarkan diri sebagai bakal calon Kepala Desa Golong. Langkah politik ini sekaligus menempatkan dirinya sebagai pendaftar kelima sejak loket pendaftaran dibuka oleh panitia.
Tahapan pendaftaran bakal calon Kades Golong sendiri telah dimulai sejak tanggal 28 September dan akan terus berlangsung hingga Rabu, 7 Oktober 2026 mendatang. Masuknya nama Dedy Suhirman semakin memperpanjang daftar figur potensial yang siap merebut simpati masyarakat Desa Golong.
Keputusan Dedy untuk maju tidak main-main. Pria kelahiran Dusun Kebun Nyiuh tahun 1983 ini rela mempertaruhkan statusnya sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu demi komitmen penuh membangun tanah kelahirannya. Saat ini, ia tercatat aktif mengabdi di Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Sekretariat Daerah Kabupaten Lombok Barat.
“Ini bagian dari pilihan saya untuk mengabdikan diri dalam ruang yang lebih luas dan bersama-sama mendorong kemajuan Desa Golong,” ujarnya usai melakukan pendaftaran.
Mengandalkan rekam jejaknya dalam birokrasi, Dedy hadir dengan serangkaian program inovatif yang telah ia formulasikan ke dalam visi besarnya.“Terwujudnya Desa Golong yang Berbudaya, Mandiri, dan Sejahtera serta dilandasi nilai-nilai Taat Tindih dan Terampil.”
Untuk mewujudkan visi tersebut, Dedy menawarkan sejumlah misi yang mencakup berbagai sektor pembangunan dan pemberdayaan masyarakat.
Pertama, memperkuat kerukunan dan persatuan masyarakat dengan membangun Desa Golong yang harmonis melalui toleransi, saling menghormati dan semangat gotong royong antara masyarakat Muslim, Hindu serta seluruh unsur masyarakat.
Kedua, mewujudkan tata kelola pemerintahan Desa Golong yang bersih, transparan dan melayani masyarakat tanpa memandang status sosial. Hal ini dilakukan melalui peningkatan kualitas pelayanan yang cepat, mudah, adil dan terbuka, sekaligus melibatkan masyarakat dalam perencanaan serta pengawasan pembangunan desa.
Ketiga, mendorong peningkatan ekonomi masyarakat melalui pengembangan UMKM, pertanian, peternakan, ekonomi kreatif dan berbagai potensi usaha lainnya. Upaya tersebut diarahkan melalui pembukaan akses pelatihan, pemasaran serta kerja sama dengan pemerintah daerah maupun pihak lainnya.
Keempat, meningkatkan kualitas sumber daya manusia dengan mendukung pendidikan, keterampilan, kepemudaan, olahraga serta kegiatan sosial-keagamaan. Menurut Dedy, generasi muda Desa Golong perlu dipersiapkan agar memiliki kemampuan, karakter dan daya saing.
Kelima, membangun infrastruktur secara merata dan berkeadilan, meliputi pembangunan dan peningkatan jalan, irigasi, sanitasi, air bersih, fasilitas umum serta sarana lainnya berdasarkan kebutuhan masyarakat di masing-masing dusun.
Keenam, menjaga dan mengembangkan budaya serta kearifan lokal. Tradisi, kesenian dan budaya masyarakat Desa Golong akan dipandang sebagai kekayaan bersama, sementara keberagaman agama dan budaya menjadi kekuatan dalam membangun desa.
Ketujuh, mewujudkan desa yang sehat, bersih dan peduli lingkungan dengan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kebersihan, kesehatan dan pengelolaan sampah sehingga tercipta lingkungan Desa Golong yang nyaman.
Kedelapan, memperkuat pemberdayaan perempuan, pemuda dan kelompok masyarakat. Dedy ingin memberikan ruang yang luas bagi perempuan, pemuda, tokoh agama, tokoh masyarakat, kelompok tani serta seluruh elemen masyarakat untuk ikut berpartisipasi dalam pembangunan desa.
Lewat visi dan misi tersebut, Dedy menegaskan bahwa langkahnya maju dalam Pilkades adalah bentuk komitmen nyata untuk memperluas jangkauan pengabdiannya. Ia bertekad membawa Desa Golong bertransformasi menjadi desa yang maju, mandiri, dan sejahtera tanpa menanggalkan akar budaya Taat Tindih serta kecakapan warganya.
Dengan visi dan misi tersebut, Dedy menegaskan bahwa pencalonannya merupakan ikhtiar untuk menghadirkan pengabdian yang lebih luas sekaligus mendorong Desa Golong menjadi desa yang semakin Berbudaya, Mandiri, dan Sejahtera serta dilandasi nilai-nilai Taat Tindih dan Terampil. (wni)
