
Tujuh Peserta Ikuti Tahapan Seleksi Sekda di Kabupaten Lombok Barat
Suara Giri Menang – Pemerintah Kabupaten Lombok Barat kembali melanjutkan proses seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) Sekretaris Daerah (Sekda) setelah sebelumnya sempat mengalami penundaan.
Pembukaan kembali tahapan seleksi berlangsung di Ruang Senggigi, Kantor Bupati Lombok Barat, Selasa (22/9/2026), dihadiri Wakil Bupati Lombok Barat Hj. Nurul Adha, Pj. Sekretaris Daerah H. Saiful Ahkam, tim panitia seleksi (pansel), tim asesor dari BKDPSDM Kota Tangerang, serta para peserta seleksi.
Wakil Bupati Lombok Barat Hj. Nurul Adha menjelaskan, penundaan sebelumnya terjadi karena adanya arahan Menteri Dalam Negeri terkait proses permohonan perizinan.
“Alhamdulillah, akhirnya proses seleksi Sekretaris Daerah Kabupaten Lombok Barat kembali kita lanjutkan. Sebelumnya proses ini sempat ditunda karena adanya arahan dari Menteri Dalam Negeri agar dilakukan permohonan perizinan terlebih dahulu,” jelasnya.
Setelah perizinan diterbitkan, Pemkab Lombok Barat kembali melanjutkan seluruh tahapan seleksi dengan melibatkan tim pansel dan tim asesor yang sebelumnya telah ditetapkan.
Dalam seleksi tersebut, tercatat tujuh peserta yang mengikuti proses penjaringan. Enam di antaranya merupakan pejabat eselon II di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lombok Barat, sedangkan satu peserta lainnya merupakan Pejabat Fungsional Guru Pembina Madya dari Kabupaten Lombok Tengah.
Para peserta akan menjalani sejumlah tahapan, mulai dari asesmen, penyusunan makalah, presentasi, hingga penilaian oleh tim pansel. Dari seluruh rangkaian tersebut, nantinya akan ditetapkan tiga nama terbaik untuk mengikuti tahapan selanjutnya.
Wakil Bupati Ummi Nurul menegaskan, proses seleksi tidak hanya bertujuan melihat kompetensi peserta, tetapi juga menilai kesiapan dan kesesuaian calon Sekda dengan kebutuhan birokrasi di Lombok Barat.
Menurutnya, seluruh peserta memiliki kompetensi masing-masing. Namun, jabatan Sekda memiliki tanggung jawab strategis dalam memastikan roda pemerintahan berjalan efektif, harmonis, dan terkoordinasi.
“Yang kita butuhkan adalah Sekda sebagai komandan birokrasi yang mampu menata tata kelola pemerintahan. Karena itu, kompetensi menjadi salah satu hal utama yang kita lihat,” ujarnya.
Selain kompetensi teknis, kemampuan komunikasi dan membangun harmonisasi dengan berbagai pihak juga menjadi pertimbangan penting. Sekda terpilih diharapkan mampu memperkuat koordinasi di lingkungan eksekutif dan legislatif, sekaligus mendorong peningkatan partisipasi masyarakat dalam pembangunan daerah.
Ummi Nurul juga menekankan pentingnya hubungan kerja yang baik antara kepala daerah dan Sekda. Menurutnya, pelaksanaan pemerintahan membutuhkan sinergi serta kerja sama yang kuat dalam menjalankan berbagai program pembangunan.
“Dalam menentukan pilihan, tentu saya juga akan mempertimbangkan chemistry atau kecocokan dalam bekerja. Pemerintahan ini akan berjalan bersama-sama dan cukup panjang. Siapapun yang terpilih nantinya harus mampu bekerja bersama untuk kepentingan Kabupaten Lombok Barat,” katanya.
Rangkaian seleksi dijadwalkan berlangsung hingga Sabtu. Selanjutnya, tiga calon yang lolos akan mengikuti presentasi di hadapan tim pansel dan Wakil Bupati Lombok Barat, sebelum menjalani tahapan wawancara.
Wakil Bupati berharap seluruh proses seleksi berjalan objektif dan menghasilkan calon terbaik yang mampu menjawab tantangan birokrasi serta kebutuhan pembangunan daerah.
Pemkab Lombok Barat menargetkan Sekretaris Daerah definitif dapat ditetapkan pada Oktober 2026.
“Dengan masuknya tiga nama, prosesnya tentu akan semakin dekat. Melalui wawancara, kita bisa lebih mengenal masing-masing calon, melihat kemampuan, kesiapan, serta kesanggupan mereka menghadapi berbagai tantangan yang ada di Kabupaten Lombok Barat,” pungkasnya
