
Gerung, 4 Mei 2026 – Pemerintah Kabupaten Lombok Barat resmi menerima peserta Studi Lapangan Pelatihan Kepemimpinan Pengawas (PKP) Angkatan IX Tahun 2026 lingkup kabupaten/kota se-Nusa Tenggara Barat. Kegiatan ini berlangsung di Aula Narmada, Kantor Bupati Lombok Barat, Senin (4/5), dan menjadi bagian dari upaya penguatan kapasitas kepemimpinan aparatur sipil negara (ASN).
Penerimaan peserta dihadiri langsung oleh Bupati Lombok Barat, Lalu Ahmad Zaini, Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Provinsi NTB, Fathurrahman, para widyaiswara, serta kepala organisasi perangkat daerah (OPD) lingkup Pemerintah Kabupaten Lombok Barat.

Dalam sambutannya, Bupati Lalu Ahmad Zaini menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat kepada seluruh peserta. Ia menegaskan bahwa terpilihnya Lombok Barat sebagai lokus studi lapangan merupakan sebuah kehormatan sekaligus kepercayaan yang harus dijaga dengan baik.
“Pemilihan Lombok Barat sebagai lokasi studi lapangan ini menjadi kebanggaan bagi kami. Ini juga menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan,” ujarnya.
Bupati menekankan bahwa Pemerintah Kabupaten Lombok Barat saat ini menerapkan sistem rekrutmen pejabat berbasis kompetensi melalui uji kemampuan. Langkah ini dilakukan untuk memastikan setiap pejabat memiliki kapasitas dan pengetahuan yang sesuai dengan jabatan yang diemban, bukan berdasarkan kedekatan personal atau senioritas.
“Kami memilih pejabat berdasarkan kompetensi dan pengetahuan melalui sistem seleksi yang objektif, bukan karena kedekatan,” tegasnya.
Ia juga menyoroti pentingnya pemetaan sumber daya manusia (SDM) sebagai fondasi dalam mewujudkan Lombok Barat yang maju, mandiri, dan berkeadilan. Dengan sistem berbasis kompetensi, ia optimistis kinerja birokrasi dan kualitas pelayanan publik akan semakin meningkat.

Sementara itu, Kepala BPSDMD Provinsi NTB, Fathurrahman, menjelaskan bahwa jumlah peserta studi lapangan tahun ini sebanyak 42 orang. Para peserta berasal dari Kabupaten Lombok Utara sebanyak 10 orang dan Kabupaten Sumbawa Barat sebanyak 32 orang, serta didampingi oleh dua widyaiswara.
Ia menyampaikan bahwa studi lapangan ini merupakan bagian dari rangkaian Pelatihan Kepemimpinan Pengawas dengan tema “Transformasi Kepemimpinan Pengawas Adaptif dan Berintegritas Menuju Indonesia Emas 2045.”
Menurutnya, terdapat perubahan pendekatan dalam pelaksanaan PKP tahun ini. Jika pada tahun sebelumnya lebih berfokus pada penyortiran (sorting), maka pada tahun 2026 peserta diarahkan untuk mengadopsi praktik baik melalui metode ambil, tiru, modifikasi, dan adaptasi dari lokus yang dikunjungi.
Fathurrahman menambahkan, penetapan Lombok Barat sebagai lokus didasarkan pada capaian pembangunan daerah yang dinilai signifikan, serta berbagai inovasi dalam pelayanan publik. Selain itu, Lombok Barat juga memiliki potensi unggulan di bidang budaya, sumber daya alam, dan sumber daya manusia.
Ia berharap para peserta dapat memanfaatkan kesempatan ini secara optimal dengan melakukan pengamatan, diskusi, serta menyerap berbagai praktik baik yang dapat diterapkan di instansi masing-masing.
“Jadikan studi lapangan ini bukan sekadar pemenuhan laporan, tetapi sebagai sumber gagasan perubahan yang nyata dan berdampak bagi masyarakat,” pesannya.
Usai kegiatan penerimaan, para peserta dijadwalkan melakukan kunjungan lapangan ke sejumlah lokus pelayanan publik, di antaranya Rumah Sakit Patut Patuh Patju dan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Lombok Barat. Kunjungan ini bertujuan untuk memberikan pengalaman langsung terkait inovasi dan praktik pelayanan publik yang telah diterapkan.
Melalui kegiatan ini, diharapkan para peserta mampu mengembangkan kompetensi kepemimpinan pengawas yang adaptif, profesional, dan berintegritas, serta mampu mendorong peningkatan kualitas pelayanan publik di daerah masing-masing.
(Diskominfotik : Juan, Windi)