
Suara Giri Menang — Pemerintah Kabupaten Lombok Barat (Pemkab Lobar) dibawah kepemimpinan LAZ dan Nurul Adha, terus berkomitmen dalam meningkatkan mutu pendidikan di Lobar, ini di buktikan dengan menekan angka Anak Tidak Sekolah (ATS) di wilayahnya.
Melalui strategi verifikasi, validasi, dan penelusuran langsung ke lapangan, pemda berhasil mengembalikan 1.024 anak untuk kembali mengenyam pendidikan.
Langkah masif ini mengoreksi data ATS tahun 2024 lalu yang sempat menyentuh angka 7.689 anak. Berdasarkan pembaruan data riil per 14 Juli 2026, jumlah tersebut kini ditekan hingga tersisa 6.665 anak, atau mengalami penurunan sebesar 13,32 persen.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Lombok Barat, Lalu Najamudin, menegaskan bahwa data ATS tidak boleh hanya berakhir sebagai laporan di atas kertas. Pemerintah berkomitmen melacak langsung kondisi setiap anak untuk memberikan intervensi yang tepat sasaran.
“Kami turun langsung ke lapangan untuk memastikan status aktual setiap anak. Melalui proses ini, kita bisa tahu apakah anak tersebut sudah kembali bersekolah, pindah sekolah, atau memang butuh pendampingan khusus agar mau belajar lagi,” ujarnya
Penurunan angka ATS ini tidak lepas dari penanganan kasus-kasus spesifik yang menghambat anak bersekolah. Najamudin mencontohkan salah satu insiden di wilayah Sekotong, di mana seorang anak SMP terancam putus sekolah akibat ijazahnya dibakar oleh orang tua yang kecewa.
Menanggapi kasus-kasus sensitif seperti itu, Pemkab Lobar menginstruksikan Dinas Sosial dan Dinas Dikbud untuk bergerak cepat menghadirkan solusi konkret agar hak pendidikan anak tidak terabaikan.
Ke depan, Dikbud Lobar mendorong seluruh satuan pendidikan untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor. Dengan gotong royong, pemda optimis angka ATS di Lombok Barat akan terus merosot tajam, sekaligus memastikan seluruh anak di daerah tersebut berhasil menyelesaikan pendidikan dasar hingga menengah.
” Seminggu lalu saya turun ke SMP 1 Kuripan ada anak putus sekolah dikelas 8, oleh satuan pendidikan, bisa kembali bersekolah dan masuk di kelas 9 SMPN 1 Kuripan,” ungkap Najamudin.(Wni)
