
Suara Giri Menang – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Barat menggelar rapat koordinasi (Rakor) dengan seluruh Kepala Desa se-Kecamatan Gunung Sari di Kecamatan Gunungsari untuk memperkuat sinergi Desa-Daerah dan mengoptimalkan capaian Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) demi meningkatkan PAD. Rabu(24/6/2026)
Rakor tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Lombok Barat H. Lalu Ahmad Zaini (LAZ), Wakil Bupati Hj. Nurul Adha, Penjabat Sekretaris Daerah, Asisten I Setda, Forkopimcam Gunungsari, kepala OPD terkait, Camat Gunungsari, serta seluruh kepala desa setempat.

Dalam arahannya, Bupati LAZ menyoroti pentingnya peningkatan penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) sebagai instrumen vital pendorong PAD Kabupaten Lombok Barat.
“PBB menjadi salah satu indikator penting dalam meningkatkan PAD. Karena itu kami meminta seluruh kepala desa untuk fokus dan bersama-sama mendorong masyarakat agar memenuhi kewajibannya membayar PBB,” tegas Bupati LAZ.
Selain persoalan pajak, Bupati menjelaskan bahwa koordinasi tatap muka ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas program pembangunan daerah di tingkat desa. Lewat forum ini, Pemkab Lobar dapat mengidentifikasi kendala lapangan secara cepat untuk dirumuskan solusi bersamanya.
Sejumlah isu krusial mulai dari pengelolaan sampah, pemenuhan infrastruktur, hingga perlindungan lahan pertanian produktif dan fasilitas publik turut menjadi catatan. Bupati menegaskan, setiap pembangunan wilayah wajib mematuhi tata ruang dan tidak boleh mengorbankan aset serta fasilitas komunal masyarakat.

Merespons hal tersebut, Kepala Desa Midang, Drs. Samsudin, menyampaikan apresiasi atas kehadiran langsung jajaran pimpinan daerah ke tingkat kecamatan. Menurutnya, ruang diskusi terbuka ini membuat aspirasi desa bisa direspons secara cepat dan tepat oleh eksekutif.
“Alhamdulillah, kegiatan ini sangat bagus. Bapak Bupati dan Ibu Wakil Bupati turun langsung menyerap informasi. Kami berharap kegiatan serupa rutin dilaksanakan minimal enam bulan atau satu kali dalam setahun agar komunikasi tetap terjaga,” pungkas Samsudin.
Melalui komitmen bersama ini, Pemkab Lobar optimistis penguatan sinergi dengan pemerintah desa tidak hanya mampu mengejar target realisasi PBB, tetapi juga memastikan program pembangunan berjalan optimal dan membawa manfaat nyata bagi masyarakat luas.(wni)
