
SUARA GIRI MENANG,Kebon Ayu – Senyum bahagia kini terpancar dari keluarga Zainal Abidin. Rumah tua mereka yang nyaris roboh dan jauh dari kata sehat, akhirnya terpilih menjadi salah satu sasaran utama program bedah rumah layak huni oleh Baznas Kabupaten Lombok Barat pada Jumat (28/8/2026).
Sudah sekian lama Zainal bersama keluarganya terpaksa bertahan di bangunan yang tidak memenuhi standar kelayakan tersebut. Melalui intervensi dari Baznas Lombok Barat, tanah yang telah lama ditempati Zainal kini bersiap memiliki bangunan baru yang lebih kokoh dan sehat untuk ditinggali.
Wakil Bupati Lombok Barat mengingatkan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Lombok Barat untuk memperketat akurasi data kemiskinan dalam penyaluran bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Langkah ini krusial agar alokasi program bantuan hunian tersebut benar-benar menyasar masyarakat desil satu atau warga yang berada dalam kategori miskin ekstrem.
“Ini merupkan program Baznas dan Baznas memiliki hak untuk menghimpun zakat dari ASN kita, kemudian disalurkan kembali kepada masyarakat yang memang memiliki hak untuk dibantu,” ujarnya
Wakil Bupati Lombok Barat juga mendesak jajarannya untuk mempercepat proses verifikasi program rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di wilayahnya. Penegasan ini disampaikan di sela-sela peninjauan langsung pembangunan rumah milik warga, Zainal Abidin. Pemerintah Kabupaten Lombok Barat tercatat telah mengalokasikan anggaran daerah untuk memperbaiki sekitar 350 unit RTLH. Namun, realisasi di lapangan dinilai masih lambat. Hingga saat ini, proses verifikasi baru merampungkan sekitar 50 persen dari total target yang direncanakan.
Menanggapi kondisi tersebut, Wakil Bupati meminta instansi terkait untuk segera merampungkan sisa verifikasi agar bantuan dapat langsung dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan.
Menurut Nurul Adha, penemuan kasus seperti Zainal Abidin ini menjadi evaluasi penting bagi pemerintah daerah. Ia menilai, dinas terkait seharusnya bisa mendeteksi kondisi tersebut lebih awal jika sistem pendataan dan pengawasan berfungsi maksimal.
“Ini luar biasa, Baznas bisa menemukan warga yang kondisinya seperti ini. Ini menjadi catatan bagi saya pribadi. Seharusnya OPD terkait juga turun langsung ke lapangan agar bantuan yang disalurkan bisa benar-benar tepat sasaran,” ujar Nurul Adha.
Ia pun mendesak adanya sinergi yang lebih kuat antara Pemkab Lombok Barat dan Baznas. Kolaborasi ini dinilai krusial untuk mempercepat pengentasan kemiskinan ekrem, khususnya dalam menuntaskan masalah hunian yang tidak layak.
Kondisi rumah yang tidak layak huni dilaporkan menjadi pemicu utama menurunnya derajat kesehatan keluarga. Selain tidak nyaman sebagai tempat tinggal, hunian yang buruk juga membawa risiko penularan penyakit yang tinggi bagi para penghuninya.
“Rumah yang tidak layak tentu bisa menjadi lingkungan yang tidak sehat. Karena itu, masyarakat miskin yang tinggal di rumah tidak layak huni harus segera kita tangani dan kita bantu agar bisa memiliki tempat tinggal yang layak,” ungkapnya
