
Rapat persiapan yang dipimpin langsung oleh Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal (tengah).
Suara Giri Menang, Mataram — Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (Pemprov NTB) bersama InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) menegaskan komitmennya untuk menjadikan gelaran Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 bukan sekadar ajang adu cepat di lintasan balap. Event internasional yang dijadwalkan berlangsung pada 9–11 Oktober 2026 di Sirkuit Mandalika ini secara khusus ditargetkan menjadi motor penggerak utama dalam mendongkrak perekonomian masyarakat lokal secara lebih masif.
Dalam rapat persiapan yang dipimpin langsung oleh Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, di Hotel Lombok Raya pada Senin (14/9), pemerintah daerah meminta agar kesalahan dan evaluasi dari tahun-tahun sebelumnya dijadikan pelajaran berharga. Fokus utama musim ini adalah memperluas ruang keterlibatan bagi warga asli NTB, mulai dari penyerapan tenaga kerja hingga pembukaan pasar bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
“Harapan kita MotoGP tahun ini menjadi penyelenggaraan yang lebih baik, dengan lebih banyak melibatkan masyarakat, volunteer lokal, serta memberikan ruang yang lebih besar bagi pelaku UMKM untuk berpartisipasi,” ujar Lalu Muhamad Iqbal.
Pihak penyelenggara optimis daya tarik sport tourism di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika akan melonjak tajam.
Menjelang gelaran MotoGP Mandalika 2026, pihak penyelenggara mengumumkan bahwa progres kesiapan sirkuit dan infrastruktur pendukungnya sudah rampung 80 persen. Menurut Chairman Pertamina Grand Prix of Indonesia, Troy Reza Warokka, fokus utama saat ini adalah menyempurnakan fasilitas yang ada. Ia juga memastikan seluruh pembalap top siap mengaspal di Lombok, sebuah momentum yang diyakini bakal menyedot antusiasme tinggi fans dan memperkuat citra Mandalika sebagai destinasi wisata olahraga unggulan.
Kehadiran para pembalap di Mandalika dipastikan oleh Troy, dengan harapan mampu meningkatkan kembali animo masyarakat dan mengukuhkan status sirkuit ini sebagai pusat pariwisata olahraga.
“Pembalap Indonesia akan hadir,dan seperti yang di janjikan oleh Dorna semua pembalap akan di turunkan semua akan hadir, Tahun sebelumnya kita masih berharap harap apakah Marc akan hadir tapi tahun ini sudah di pastika Marc akan hadir”,ucapnya
Dari Indonesia Mendunia,” maka pada penyelenggaraan MotoGP Mandalika 2026, pesan yang diangkat diarahkan menjadi lebih spesifik, yaitu “Dari Mandalika Mendunia.”
“Kalau tahun sebelumnya kita membawa semangat ‘Dari Indonesia Mendunia’, tahun ini kita ingin lebih spesifik: ‘Dari Mandalika Mendunia’,” ungkap Troy.
Perubahan tema ini bertujuan untuk menegaskan posisi Sirkuit Mandalika bukan hanya sekadar tempat balapan. Ajang internasional ini difokuskan sebagai etalase utama untuk memperkenalkan pariwisata, potensi lokal, serta produk ekonomi kreatif Nusa Tenggara Barat (NTB) ke kancah pasar global.
Sementara itu, Wakapolda NTB, Brigjen Pol. Hari Nugroho, menyatakan bahwa seluruh aspek pengamanan akan dilaksanakan secara terpadu. Strategi proteksi ini mencakup area sirkuit, jalur akses, sistem transportasi, penginapan, serta penerapan protokol khusus untuk mengantisipasi rencana kehadiran Presiden Republik Indonesia.
“Seluruh unsur harus bersinergi memastikan kesiapan pengamanan, transportasi, akomodasi, pelayanan, dan protokol,” ujarnya.
Rapat persiapan MotoGP di Mandalika yang dipimpin Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal, dihadiri Direktur Operasi ITDC Troy Reza Warokka, Wakapolda NTB Brigjen Hari Nugroho, GM PT Angkasa Pura Bizam Lombok Aidhil Philip Julian, dan jajaran pemerintah kabupaten dan kota di NTB, TNI/Polri serta pihak terkait lainnya.(wni)
