
Wakil Ketua Komisi IV DPRD Lombok Barat, Dr. Syamsuryansyah, menegaskan pentingnya kompetensi manajerial, integritas, dan profesionalisme bagi calon pimpinan BAZNAS Lombok Barat.
Suara Giri Menang — Menjelang berakhirnya masa bakti kepengurusan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Lombok Barat pada tanggal 26 November 2026, Komisi IV DPRD setempat menekankan pentingnya aspek manajerial bagi calon pimpinan yang baru.
Wakil Ketua Komisi IV DPRD Lombok Barat, Dr. Syamsuryansyah, menyatakan bahwa penguasaan ilmu agama saja tidak lagi memadai untuk mengelola dana umat secara optimal. Oleh karena itu, momentum seleksi komisioner kali ini harus dijadikan titik balik guna mewujudkan tata kelola kelembagaan zakat yang jauh lebih profesional, akuntabel, dan transparan.
“Menjadi ketua BAZNAS tidak harus selalu berlatar belakang Tuan Guru, Hal yang lebih penting adalah memiliki integritas, memahami konsep manajemen, dan mampu mengelola organisasi secara profesional. Ujarnya saat di temui, selasa (3/11)
Menurut Syamsuryansyah, BAZNAS merupakan lembaga pengelola dana sosial dan zakat masyarakat yang memegang peranan sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam pemerataan kesejahteraan. Oleh sebab itu, transparansi dan tata kelola organisasi yang profesional sangat dibutuhkan.
“Kami di Komisi IV merasa perlu memberikan masukan terkait pengaturan manajemen di BAZNAS. Pemimpin yang diharapkan tentu yang memiliki integritas dan amanah untuk menyalurkan zakat kepada masyarakat yang betul-betul membutuhkan demi meningkatkan kesejahteraan di Lombok Barat,” ujar Syam.
Menurutnya, pimpinan BAZNAS yang baru wajib menguasai berbagai aspek penting dalam manajemen kelembagaan, mulai dari perencanaan yang matang, pengawasan yang ketat, tertib administrasi, hingga sistem pendistribusian zakat yang berjalan secara efektif dan tepat sasaran. Siapa pun dari kalangan mana pun memiliki kesempatan yang sama untuk memimpin, sepanjang mempunyai kompetensi organisasi yang memadai dan pemahaman keagamaan yang baik.
Proses pendaftaran untuk menjaring lima pimpinan BAZNAS Lombok Barat masa bakti 2026–2031 sebelumnya telah dibuka oleh panitia seleksi yang diketuai oleh Pj. Sekda Lombok Barat, H. Saeful Akhkam.
Dari puluhan pendaftar, 27 orang lulus ditahap awal, panitia seleksi kini menyisakan 10 nama untuk memperebutkan lima posisi pimpinan dan anggota, termasuk satu posisi ketua.
Proses seleksi kali ini berlangsung ketat. Bahkan, petahana atau Ketua BAZNAS periode sebelumnya dipastikan gugur dan tidak berhasil menembus kandidat 10 besar.
DPRD berharap proses seleksi ini menghasilkan figur pemimpin dengan kombinasi karakter yang komplet: Faqih(paham hukum agama), profesional dalam bekerja, dan berjiwa filantropis, demi menjaga keberlanjutan pelayanan serta kepercayaan masyarakat terhadap penyaluran dana zakat, infak, dan sedekah di Lombok Barat. (Wni)
