
Sekda Baru Lombok Barat Punya Banyak PR, Wabup Soroti 7.364 Anak Tidak Sekolah
Suara Giri Menang, Gerung – H. Fauzan Husniadi resmi dilantik sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Lombok Barat dalam prosesi pelantikan dan pengambilan sumpah/janji jabatan yang berlangsung di Aula Kantor Bupati Lombok Barat, Rabu (4/11/2026).
Pelantikan dipimpin Wakil Bupati Lombok Barat, Hj. Nurul Adha, dan dihadiri Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Bupati Lombok Barat, unsur DPR RI, DPRD, Forkopimda, kepala OPD, serta sejumlah tokoh masyarakat.
Dalam sambutannya, Gubernur NTB memberikan pesan khusus kepada Sekda yang baru dilantik. Ia menegaskan bahwa Sekda memiliki peran strategis sebagai pengendali internal birokrasi pemerintahan sekaligus penjaga keberlangsungan sistem pemerintahan daerah.
Menurutnya, Sekda harus mampu membangun sistem birokrasi yang kuat dan tidak bergantung pada figur atau individu tertentu. Sebab, kepemimpinan politik dapat berganti setiap lima tahun, sementara birokrasi menjadi bagian yang terus berlanjut dalam penyelenggaraan pemerintahan.
“Pesan terpenting saya buat Pak Sekda, Bapak adalah bupati internal. Urusan ke dalam, yang mengendalikan birokrasi adalah Sekda. Saya titip satu, bangun sistem, jangan tergantung kepada orang,” pesannya.
Ia menjelaskan, keberhasilan pemerintahan tidak hanya ditentukan oleh kualitas individu, tetapi juga oleh sistem yang dibangun. Bahkan, sistem yang baik mampu menghasilkan kinerja yang optimal meskipun dihadapkan pada keterbatasan sumber daya manusia.
Karena itu, ia meminta Sekda bersama seluruh jajaran birokrasi menjaga profesionalisme, integritas, dan loyalitas terhadap kepemimpinan daerah yang dipilih oleh rakyat.
Gubernur juga berharap pelantikan Sekda definitif ini menjadi momentum bagi Lombok Barat untuk melakukan pembenahan birokrasi dan meninggalkan sistem pemerintahan yang lebih kuat, berkelanjutan, serta mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Sementara itu, Wakil Bupati Lombok Barat Hj. Nurul Adha menegaskan bahwa Sekda memiliki tanggung jawab besar sebagai komandan aparatur sipil negara (ASN) dalam menggerakkan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD).
Ia meminta Sekda yang baru dilantik segera membangun soliditas dan sinergi di lingkungan pemerintahan. Menurutnya, tidak boleh lagi ada pengelompokan atau kubu-kubuan dalam birokrasi, termasuk ego sektoral antar-OPD.
“Tidak boleh lagi ada kubu-kubuan. Mari kita bersama-sama membangun soliditas dan sinergitas. Tidak ada lagi OPD yang bekerja sendiri-sendiri atau ego sektoral, tetapi kita harus menjadi satu tim Pemerintah Kabupaten Lombok Barat,” tegasnya.
Wabup juga membeberkan sejumlah pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan pemerintah daerah. Salah satunya angka kemiskinan yang saat ini turun dari 11,90 persen menjadi 11,60 persen.
Selain itu, Lombok Barat masih menghadapi persoalan stunting sebesar 8,93 persen dan angka anak tidak sekolah yang mencapai 7.364 orang.
Ia mengungkapkan, sebagian besar anak tidak sekolah tersebut merupakan lulusan SMP yang tidak melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA. Untuk itu, pihaknya berharap adanya dukungan dan kolaborasi Pemerintah Provinsi NTB mengingat kewenangan pendidikan SMA berada di tingkat provinsi.
“Ini menjadi pekerjaan rumah kita bersama. Saya mohon dukungan Pak Gubernur agar persoalan anak-anak kita yang tidak bersekolah ini bisa diselesaikan bersama,” ujarnya.
Persoalan lainnya yang menjadi perhatian adalah pertumbuhan ekonomi daerah yang masih berada di bawah capaian provinsi, persoalan infrastruktur jalan, hingga penanganan sampah yang dinilai turut memengaruhi citra pariwisata Lombok Barat, khususnya kawasan Senggigi.
Menurutnya, berbagai persoalan tersebut membutuhkan kerja bersama dan koordinasi lintas sektor agar dapat diselesaikan secara bertahap.
Wabup juga menyoroti pentingnya pembenahan tata kelola pemerintahan, terutama pengelolaan keuangan daerah yang masih menjadi catatan. Ia berharap Sekda yang baru mampu memperkuat koordinasi antara eksekutif dan legislatif untuk mendorong perbaikan tata kelola pemerintahan.
“PR kita yang paling berat adalah tata kelola pemerintahan Kabupaten Lombok Barat. Mudah-mudahan dengan kepemimpinan Pak Sekda dan dukungan seluruh pihak, catatan-catatan yang lalu bisa kita selesaikan bersama,” ungkapnya.
Di akhir sambutannya, Wabup menyampaikan bahwa jabatan Sekda bukan sekadar kedudukan struktural, melainkan amanah besar yang harus dipertanggungjawabkan.
Ia berharap H. Fauzan Husniadi mampu menjalankan tugas dengan baik, memperkuat soliditas ASN, serta menjadi penggerak perubahan dalam mewujudkan Lombok Barat yang maju, mandiri, dan berkeadilan.
