
Suara Giri Menang – Pemerintah Kabupaten Lombok Barat menjajaki kolaborasi strategis dengan Universitas Mataram (Unram) untuk menggenjot pembangunan daerah berbasis potensi pedesaan. Langkah ini dimatangkan dalam pertemuan audiensi jajaran pimpinan akademisi Unram bersama Pemkab Lombok Barat di Ruang Rapat Senggigi Kantor Bupati, Rabu (8/7/2026).
Pertemuan penting tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Lombok Barat, H. Lalu Ahmad Zaini (LAZ). Turut hadir mendampingi Bupati antara lain Asisten II Setda Kab. Lobar H. Akhmad Saikhu serta para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Sementara dari pihak kampus, hadir Rektor Unram Prof. Dr. Sukardi bersama jajaran pejabat akademik.
Bupati LAZ menegaskan bahwa sinergi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi merupakan instrumen taktis untuk mempercepat roda pembangunan. Di hadapan civitas akademika Unram, ia membeberkan kekayaan komoditas lokal Lobar yang tersebar di sektor pariwisata, pertanian, perikanan, hingga pendidikan. Ia meyakini, karakteristik unik yang dimiliki setiap desa merupakan modal utama penggerak ekonomi warga.
Optimalisasi potensi desa ini juga menjadi salah satu strategi cerdas Pemkab Lobar di tengah hantaman pemotongan dana transfer dari pemerintah pusat. Melalui efisiensi anggaran dan penajaman program prioritas, pemerintah daerah berkomitmen agar kesejahteraan masyarakat tetap terjaga.
Menyikapi tantangan pemotongan dana transfer anggaran dari pemerintah pusat, Bupati LAZ menegaskan bahwa salah satu solusi taktis yang diambil dengan memaksimalkan peran mahasiswa melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Unram untuk mengawal dan mendampingi pembangunan desa secara berkelanjutan.
“Pemerintah daerah terus berupaya mencari berbagai solusi melalui efisiensi anggaran, optimalisasi program, serta pengembangan potensi unggulan di masing-masing desa agar mampu memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat,” ujar H. Lalu Ahmad Zaini.
Secara khusus, Bupati LAZ menyoroti program Kuliah Kerja Nyata (KKN) mahasiswa Unram sebagai motor penggerak di lapangan. Ia berharap, integrasi ilmu pengetahuan dari kampus dan praktik langsung di desa-desa mampu melahirkan solusi nyata yang berkelanjutan bagi kemandirian masyarakat Lombok Barat. (Wni)
