
PLN akan mengusahakan penyediaan listrik di Gili Asahan melalui program listrik desa yang merupakan program strategis nasional
Suara Giri Menang – Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Lombok Barat menggandeng pihak PLN dan PTAM untuk mengatasi krisis listrik dan air bersih di salah satu destinasi unggulan pariwisata, Gili Asahan. Ikhtiar mengatasi permasalahan listrik dan air bersih di Gili Asahan diawali dengan turun bersama ke Gili Asahan untuk melakukan survey lokasi melihat dari dekat kondisi geografis dan topografis Gili Asahan sekaligus bertemu langsung dengan pelaku usaha dan masyarakat setempat untuk mengumpulkan data, informasi dan menghitung kebutuhan listrik di Gili Asahan.(10/09/2026).
Hasil survey kemudian dikaji oleh PLN dan PTAM baik secara finansial, bisnis dan teknis. Hasil kajian selanjutnya disampaikan pada rapat fasilitasi penyelesaian masalah dan hambatan investasi yang digelar oleh DPMPTSP Kabupaten Lombok Barat, di Resto Ujung Landasan. (16/09/26).
Berdasarkan hasil kajian yang dipaparkan oleh Hendra, Manajer Lisdes PT. PLN NTB, secara finansial dan bisnis anggaran yang dibutuhkan untuk membangun jaringan listrik ke Gili Asahan cukup besar sehingga tidak prospektif dari perspektif bisnis. Sedangkan secara teknis, pembangunan jaringan listrik ke Gili Asahan dimungkinkan baik melalui jaringan bawah laut maupun jaringan atas permukaan laut. Namun demikian yang paling efektif dan efisien menjadi pilihan saat ini yaitu melalui pembangunan jaringan listrik di atas permukaan laut menggunakan tower dan kabel yang akan membentang dari daratan pulau lombok ke Gili Asahan melalui Gili Goleng sepanjang 600 meter.
Terkait dengan besarnya anggaran untuk membangun jaringan, solusinya PLN akan mengusahakan penyediaan listrik di Gili Asahan melalui program listrik desa yang merupakan program strategis nasional dengan dukungan penganggaran dari pemerintah pusat. Mekanismenya, PLN wilayah NTB memasukkan Gili Asahan dalam proposal dan road map yang akan diajukan kepada Kementerian ESDM melalui Dirjen Kelistrikan untuk tahun 2027 melalui skema listrik pedesaan. Selain itu PT.PLN meminta dukungan dari berbagai pihak terkait, baik untuk proses perzinannnya maupun penyediaan lahan berupa kejelasan pemilik lahan sepanjang jalur rencana jaringan distribusi dan tapak atau landing poin kabel laut dengan ukuran masing masing tapak 12 x 12 Meter di 4 lokasi tapak, izin penancapan tiang listrik sepanjang jalur rencana di batu putih dan di gili asahan, izin penempatan lokasi trafo distribusi, izin lokasi tapak tower/landing poin kabel laut (bangunan gardu hubung), izin pemanfaatan ruang laut, izin pemanfaatan ruang darat, izin lingkungan dan lain sebagainya.
Pihak KSOP Lembar, Dinas Kelautan NTB, dan Dinas PU TR Kabupaten Lombok Barat yang hadir dalam pertemuan fasilitasi dimaksud menyatakan siap membantu segala bentuk perizinan yang dibutuhkan PLN untuk membangun jaringan listrik di Gili Asahan sesuai ketentuan yang berlaku. Demikian pula Kepala Desa Gili Asahan juga menyatakan siap membantu pelaksanaan di lapangan termasuk mengkomunikasikan dengan pihak pemilik tanah yang akan digunakan untuk lokasi penempatan tiang dan tapak tower.
Sedangkan terkait dengan distribusi air bersih ke Gili Asahan, pihak PTAM menyampaikan bahwa jaringan pipa air bersih milik PTAM saat ini baru menjangkau wilayah desa sekotong tengah dan membutuhkan waktu lama dan anggaran yang besar untuk menjangkau desa batu putih apalagi menjangkau gili asahan melalui jaringan perpipaan bawah laut. Solusi yang paling dimungkinkan saat ini untuk menyediakan air bersih di Gili Asahan yaitu dengan membangun instalasi air bersih dengan menggunakan teknologi SWRO (Sea Water Reverse Osmosis) yaitu teknologi desalinasi atau penyulingan air laut menjadi air bersih dan tawar menggunakan metode osmosis balik (reverse osmosis), itupun harus menunggu tersedianya jaringan listrik di Gili Asahan untuk mengoperasionalkan mesin penyulingan dimaksud.
“Alhamdulillah ini pertemuan yang produktif, sudah ada titik terang atau solusi untuk merealisasi listrik dan air bersih di Gili Asahan yang sudah sekian lama dinantikan, mudah-mudahan dalam waktu dekat (listrik dan air bersih) sudah bisa dinikmati oleh pelaku usaha dan masyarakat setempat dan semakin banyak investor yang berminat berinvestasi di Gili Asahan” ucap Kadis PMPTSP Lombok Barat selesai acara.
