
Lembar – Suara Giri Menang : Otoritas pelabuhan resmi merilis manifes final terkait insiden terbakarnya KMP Putri Yasmin di perairan Selat Lombok pada Rabu (12/8/2026) dini hari. Dokumen pelayaran mencatat total 131 orang berada di atas kapal, yang terdiri dari 114 penumpang dan 17 kru atau Anak Buah Kapal (ABK).
Berdasarkan rincian data manifes awal dari Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP), dari total penumpang tersebut terdapat 88 orang yang berada di dalam kendaraan, 43 penumpang pejalan kaki, serta muatan komersial sebanyak 79 unit kendaraan.
Hingga Rabu sore, Posko Gabungan mencatat total korban yang berhasil dievakuasi di lapangan berkembang menjadi 173 orang akibat adanya penumpang yang tidak terdata penuh pada manifes manifes awal. Dari jumlah tersebut, 172 orang dinyatakan selamat termasuk dua warga negara asing (WNA) asal Australia, sementara 1 korban meninggal dunia teridentifikasi sebagai Indah Dwi Septiani (19), warga Ampenan, Kota Mataram.
Berikut adalah daftar nama manifest penumpang selamat yang berhasil dihimpun dan dievakuasi oleh Tim SAR Gabungan serta Dit Pol Air Polda NTB melalui posko utama Dermaga III Pelabuhan ASDP Lembar: Rian Bima (31 tahun), Hidayat Bima (43 tahun), Aaliyah Bree Tepaea Such (20 tahun — WNA Australia), Scott Jeremy (55 tahun — WNA Australia). Semenyra Korban meninggal dunia yakni Indah Dwi Septiani (19 tahun), Alamat: Asrama Brimob Gatep, Ampenan, Kota Mataram.
Kronologi Singkat Insiden
KMP Putri Yasmin milik PT Jembatan Nusantara (Jemla) bertolak dari Pelabuhan Padangbai, Bali menuju Pelabuhan Lembar, Lombok sekitar pukul 02.00 WITA. Namun, memasuki pukul 04.00 WITA, kapal dilaporkan mengalami kebakaran hebat yang diduga bersumber dari ruang mesin saat berada di sekitar perairan Sekotong, Lombok Barat.
Proses evakuasi berlangsung dramatis melibatkan KN 220 Mataram, KMP Port Link II, serta helikopter pantau. Bagi keluarga yang ingin memastikan manifes penumpangan dan kondisi kerabatnya,Kementrian Perhubungan mengimbau untuk langsung mendatangi posko darurat terpadu di PT ASDP Lembar atau menghubungi call center Basarnas Mataram. (Wni)
