
Saeful Ahkam (sebelah kiri ) Resmi Jadi Pj. Sekda
Suara Giri Menang — Wakil Bupati Lombok Barat Hj Nurul Adha yang biasa di sapa Ummi Nurul secara resmi melantik Saeful Ahkm sebagai Penjabat (Pj.) Sekretaris Daerah (Sekda). Prosesi pengambilan sumpah jabatan dan pelantikan ini berlangsung khidmat di Ruang Senggigi Kantor Bupati Lombok Barat. Senin,(7/9).
Wakil Bupati Lombok Barat menegaskan bahwa pergantian maupun pelantikan pejabat di lingkungan pemerintahan merupakan sesuatu yang biasa dalam dinamika birokrasi. Namun, setiap jabatan yang diberikan harus dipandang sebagai amanah yang disertai tanggung jawab besar kepada masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Wakil Bupati Lombok Barat dalam arahannya pada kegiatan pelantikan Penjabat (Pj.) Sekretaris Daerah Kabupaten Lombok Barat. Ia meminta Pj. Sekda yang baru dapat menjalankan tugas dan tanggung jawab dengan sebaik-baiknya, terutama di tengah kondisi Lombok Barat yang sedang berada dalam masa transisi.
Menurutnya, masyarakat saat ini membutuhkan bukti nyata dari pemerintah setelah berbagai peristiwa dan persoalan yang dihadapi daerah. Karena itu, jajaran pemerintah daerah dituntut mampu menunjukkan kerja nyata yang dapat membawa perubahan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Pelantikan dan pemberian jabatan ini kita anggap sesuatu yang biasa. Tetapi yang terakhir adalah amanah dan tanggung jawabnya. Karena itu saya meminta kepada Pak Pj. Sekda supaya bisa menjalankan tugas dan tanggung jawab ini dengan sebaik-baiknya,” ujarnya.
Ia menekankan, jabatan dan kekuasaan pada hakikatnya merupakan kehendak Allah SWT. Karena itu, setiap pejabat harus menyadari bahwa posisi yang diberikan sewaktu-waktu dapat berubah.
Selain tanggung jawab, ia juga mengingatkan seluruh jajaran birokrasi untuk terus meningkatkan kompetensi. Menurutnya, dinamika pemerintahan menuntut setiap pejabat dan aparatur untuk terus belajar serta memperbarui pengetahuan, khususnya terkait regulasi dan tata kelola pemerintahan.
Ia mengaku merasakan sendiri pentingnya meningkatkan kapasitas diri setelah menghadapi situasi transisi pemerintahan.
“Yang sangat berat saya rasakan pada posisi ini adalah bagaimana saya harus meng-upgrade diri terus. Kalau sebelumnya saya menjadi anggota DPRD, mungkin tidak banyak memahami aturan-aturan, termasuk aturan kepegawaian. Sekarang saya harus banyak meng-upgrade pengetahuan,” katanya.
Untuk itu, ia mengajak seluruh aparatur Pemerintah Kabupaten Lombok Barat agar memiliki semangat yang sama dalam meningkatkan kapasitas dan keilmuan.
Selain kompetensi, Wakil Bupati menempatkan integritas sebagai salah satu fondasi utama dalam membangun sistem pemerintahan yang baik.
Menurutnya, integritas tidak boleh hanya menjadi slogan, tetapi harus diwujudkan dalam setiap tindakan dan pengambilan keputusan.
Ia juga mengingatkan bahwa integritas paling mendasar adalah kesadaran bahwa setiap tindakan manusia selalu berada dalam pengawasan Allah SWT.
“Kenapa kita takut sekali ketika dipanggil KPK? Karena begitu dipanggil kita merasa takut. Tetapi kita kadang lupa bahwa di setiap tempat dan setiap saat Allah Yang Maha Melihat selalu mengawasi kita,” ujarnya.
Wakil Bupati berharap kesadaran tersebut menjadi motivasi bagi seluruh aparatur untuk menjaga integritas, meningkatkan kapasitas, dan menjalankan tugas sesuai aturan.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati juga menjelaskan alasan memilih Asisten I sebagai Pj. Sekda Lombok Barat. Ia menyebut keputusan tersebut diambil salah satunya untuk menjaga independensi serta menghindari potensi konflik kepentingan dalam proses seleksi terbuka calon Sekda definitif.
Menurutnya, terdapat sejumlah nama yang secara kapasitas dinilai memiliki kemampuan untuk mengikuti proses seleksi terbuka Sekda. Namun, untuk menjaga proses tetap objektif, dirinya bersama Asisten I telah bersepakat agar yang bersangkutan tidak mengikuti seleksi tersebut.
“Kenapa saya memilih beliau? Karena sebagai Asisten I, saya sudah bersepakat dengan beliau untuk tidak mengikuti seleksi terbuka calon Sekda. Ini kata kuncinya,” jelasnya.
Keputusan tersebut, lanjutnya, merupakan bentuk komitmen bersama untuk menjaga diri dan menjaga proses pemerintahan dari potensi konflik kepentingan.
“Beliau juga tidak mau mengikuti itu untuk menjaga diri, menjaga saya, tidak ada kepentingan, tidak ada conflict of interest. Sehingga nanti siapapun yang terpilih dapat bekerja dengan lurus,” katanya.
Ia menilai, secara kapasitas, komunikasi dan kemampuan Asisten I tersebut cukup baik. Namun, pertimbangan menjaga independensi proses seleksi menjadi alasan utama penunjukannya sebagai Pj. Sekda.
“Walaupun saya tahu secara kapasitas beliau bisa, komunikasi beliau bagus, tetapi sekali lagi untuk menjaga kami, kami bersepakat beliau tidak mengikuti seleksi untuk pencalonan Sekda,” pungkasnya. Wni
